31 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraWali Kota Eri Paparkan Pembelajaran Tatap Muka yang Aman di Depan Unicef

Wali Kota Eri Paparkan Pembelajaran Tatap Muka yang Aman di Depan Unicef

SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memaparkan pembelajaran tatap muka yang aman saat menjadi narasumber dalam bincang wicara bersama UNICEF serta Radio RRI yang digelar secara virtual dari ruang kerjanya di Surabaya, Selasa (12/10).

Eri Cahyadi memaparkan rangkaian tahapan dalam menjamin keamanan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk anak-anak di Kota Surabaya, mulai dari vaksinasi untuk guru serta tenaga pengajar, vaksinasi anak, minta surat persetujuan orang tua, hingga pembentukan Tim Siswa Satgas Sekolah.

“Kami sudah melakukan tahapan-tahapan yang disesuaikan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Ada asesmen yang kita lakukan, di mana pemerintah meyakinkan keamanan anak-anak kita saat berada di lingkungan sekolah,” katanya.

Ia juga memastikan bahwa setiap tahapan sebagai bentuk tanggung jawab Pemerintah Kota Surabaya untuk meyakinkan masyarakat, terutama wali murid, bahwa semua perangkat sekolah sudah melakukan vaksinasi.

Baca juga :  Pemerintah Evaluasi Mekanisme Kepulangan Atlet PON XX Papua

“Sebagai pemerintah kami meyakinkan orang tua, bahwa semua perangkat sekolah sudah divaksin, kemudian vaksinasi untuk anak di tingkat SD serta SMP juga terus dijalankan,” katanya.

Ia menerangkan bahwa Pemkot Surabaya telah membentuk Tim Siswa Satgas Sekolah yang bertugas melakukan pemantauan penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan sekolah.

“Setiap sekolah memiliki satgas anak, bahkan kami juga memberikan rompi. Mereka bertugas memantau penerapan prokes di sekolah serta menegur hingga melarang warga sekolah yang mengabaikan prokes. Itu kami bangga betul, terhadap anak-anak, dapat menjadi satgas untuk saling mengingatkan temannya,” kata dia.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya ini juga meyakinkan orang tua tentang tidak adanya klaster penularan virus di sekolah.

Baca juga :  Shesar Hiren Menang, Indonesia Unggul 3-2 atas Taiwan

Ia menjelaskan apabila terdapat anak yang terpapar COVID-19, hal itu dapat dipastikan bahwa sekolah bukan menjadi satu-satunya tempat penularan COVID-19.

“Lalu bila ada anak yang terpapar, sebetulnya dia juga dapat jadi tidak terpapar di sekolah. Tapi terpapar di luar sekolah. Ini harus disampaikan bahwa penularan COVID-19 tidak mesti dari lingkungan sekolah, dapat saja kena di tempat lain,” katanya.

Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Surabaya Ermi Ndoen mengapresiasi langkah Pemkot Surabaya untuk membuat suasana PTM di tengah pandemi yang aman bagi anak.

“UNICEF sangat mengapresiasi langkah-langkah Pak Eri. Kota Surabaya juga menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki satgas anak untuk pemantauan COVID-19 di sekolah, ini merupakan langkah dari partisipasi anak, sehingga anak berpartisipasi dalam pemantauan sekolah yang sehat serta aman,” katanya.

Baca juga :  PASAR LARANGANpanas-panas ngene enak e tuku buah slurr…biasa e nek nang pasar tuku opo slu…

Menurut dia, Kota Surabaya sudah melakukan pemantauan secara rutin, salah satunya mengikuti Asesmen Nasional. Hal ini membuktikan bahwa semua kriteria yang diminta oleh kementerian dapat terpenuhi dalam PTM.

Ia juga mengapresiasi Kota Surabaya dalam cakupan vaksinasi untuk tenaga pendidik.
“Tadi disampaikan Pak Wali Kota, bahwa tenaga pendidik sudah 100 persen. Surabaya juga membantu wilayah aglomerasi untuk mempercepat vaksinasi. Itu akan mempercepat kesiapan PTM di Kota Surabaya. Hal-hal itu memberikan keyakinan serta kepercayaan pada orang tua, bahwa pemerintah siap menjamin adanya PTM terbatas ini,” katanya. (antara/jay)

Sumber »

WhatsApp Image 2021 08 22 at 14.51.40

Must Read

WhatsApp Image 2021 08 22 at 14.51.40

Related News