26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraSosialisasi KUR Optimalkan Pusat Inkubasi Bisnis di Lingkungan Kampus

Sosialisasi KUR Optimalkan Pusat Inkubasi Bisnis di Lingkungan Kampus

JAKARTA – Semua negara berupaya untuk bangkit dari pandemi serta ini mendorong pemulihan ekonomi terjadi di berbagai negara. Di Indonesia, indikator utama perekonomian mengonfirmasi kinerja pemulihan yang terus menunjukkan prospek perbaikan. Diperkirakan keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 dapat mencapai 3,7% sampai 4,5%.

“Dampak pengetatan PPKM di bulan Juli 2021 bersifat sementara. Ini terlihat dari kembalinya ekspansi aktivitas PMI manufaktur bulan September di angka 52,2,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Sosialiasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Goes to Campus, secara virtual pada Selasa (12/10). Acara tersebut diikuti oleh para mahasiswa serta akademisi dari Universitas Telkom, PKN STAN, Universitas Binawan, serta Politeknik STIA LAN Jakarta.

Di masa pandemi, UMKM terbukti menjadi critical engine yang berperan besar dalam pemulihan ekonomi nasional. untuk itu, Pemerintah terus berupaya merumuskan kebijakan strategis bagi UMKM untuk mewujudkan kesejahteraan serta pemerataan yang salah satunya meningkatkan akses pembiayaan dengan menerbitkan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial atau rasio kredit UMKM bagi perbankan. Pemerintah melalui ketentuan ini memperluas cakupan pembiayaan kredit UMKM dengan memperhatikan keahlian serta model bisnis bank, di antaranya pembiayaan yang dapat dilakukan langsung melalui rantai pasok, lembaga jasa keuangan, pembelian surat berharga, serta pembiayaan lainnya yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

Baca juga :  Stimulus Diturunkan, Arebi Optimis Market Properti Akan Tumbuh 30 Persen

Guna mempercepat pemulihan UMKM di masa pandemi, Pemerintah meningkatkan plafon KUR sebanyak dua kali di tahun 2021, yang pertama sebesar 220 triliun rupiah ke 253 triliun rupiah, serta terakhir ditingkatkan menjadi 285 triliun rupiah.

“Besarnya perhatian terhadap UMKM tidak hanya terwujud dalam pemberian suku bunga KUR yang rendah, tetapi juga ada tambahan subsidi bunga dari 6% menjadi 3% di tahun 2021. Ini juga diikuti dengan persyaratan yang dipermudah serta Kredit Tanpa Agunan dinaikkan dari 50 juta rupiah menjadi 100 juta rupiah,” jelas Menko Airlangga. Pemerintah juga melakukan relaksasi KUR, termasuk penundaan angsuran pokok KUR, perpanjangan jangka waktu serta tambahan limit plafon KUR serta relaksasi persayaratan administrasi.

Baca juga :  Dua Gol Jota Antarkan Liverpool ke Final Piala Liga Inggris

Sejalan dengan penerapan stimulus terhadap UMKM melalui KUR untuk menguatkan ekonomi nasional di masa pandemi, Menko Airlangga mengatakan diperlukan juga dorongan dari berbagai stakeholders, di antaranya dengan melibatkan akademisi. “Kegiatan sosialiasi KUR pada Universitas atau Perguruan Tinggi diharapkan dapat mengoptimalisasi pusat-pusat pengembangan inkubasi bisnis di lingkungan kampus yang dapat didukung melalui pembiayaan KUR,” tutur Airlangga.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro serta Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa untuk menyerap tenaga kerja serta dalam jangka panjang menjadikan Indonesia menjadi negara maju, Indonesia harus dapat menciptakan para wirausahawan muda.

“untuk mendukung mahasiswa berwirausaha, Pemerintah mendukung dengan cara menyediakan modal kerja. KUR ini perlu dikenalkan pada mahasiswa disebabkan sebagian besar mahasiswa yang berwirausaha memulai usahanya dari skala UMKM,” kata Deputi Iskandar.

Baca juga :  Hakim Itong Diisuap Rp 140 Juta untuk Perkara PT Soyu Giri Primedika

Pemerintah mengharapkan pemuda yang sebagian besar berasal dari mahasiswa di kampus dapat menjadi wirausahawan baru serta Pemerintah menargetkan di tahun 2024 mencapai 3,9% wirausahawan baru yang berasal dari pemuda.

“Sosialisasi KUR pada akademisi hari ini diharapkan dapat dilakukan sebagai perwujudan kolaborasi antara Pemerintah dengan lembaga penyalur KUR. Semoga UMKM dapat naik kelas. serta upaya ini utamanya diharapkan dapat membangkitkan UMKM di pasca pandemi Covid-19,” pungkas Menko Airlangga. (ltg/fln/fsr)

Sumber »

Must Read

Related News