28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraPRESIDEN: Pembangunan Smelter di Dalam Negeri Perkuat Hilirisasi Industri

PRESIDEN: Pembangunan Smelter di Dalam Negeri Perkuat Hilirisasi Industri

GRESIK – Indonesia masuk dalam kategori tujuh negara yang memiliki cadangan tembaga terbesar di dunia. Potensi yang sangat besar tersebut harus dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dengan menciptakan nilai tambah yang setinggi-tingginya bagi ekonomi nasional.

untuk itu, saat melakukan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Kabupaten Gresik, pada Selasa, 12 Oktober 2021, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa smelter tersebut dibangun untuk menciptakan nilai tambah produk tambang di dalam negeri.

“Inilah kenapa smelter PT Freeport ini dibangun di dalam negeri, yaitu di Gresik, Provinsi Jawa Timur. Ini ialah sebuah kebijakan strategis terkait dengan industri tambang tembaga setelah kita menguasai 51 persen saham Freeport serta saat itu juga kita mendorong supaya Freeport membangun smelter di dalam negeri. disebabkan sekali lagi, kita ingin nilai tambah itu ada di sini,” ungkap Presiden Jokowi.

Baca juga :  Kasus Omicron di Jawa Timur Jadi Delapan Penderita

PRESIDEN Pembangunan Smelter di Dalam Negeri Perkuat Hilirisasi Industri(ISTIMEWA)

Menurut Presiden, pembangunan smelter di dalam negeri ini akan memperkuat hilirisasi industri. Presiden mengatakan pihaknya akan minta perusahaan tambang baik swasta maupun BUMN untuk melakukan hilirisasi supaya komoditas tambangnya memiliki nilai lebih tinggi.

Hal itu untuk mengurangi ekspor sumber daya alam mentah, serta memberikan nilai tambah serta efek pengganda ekonomi bagi perekonomian domestic. Hilirisasi juga akan memberikan nilai tambah bagi negara yang juga berarti akan memberikan pemasukan yang lebih tinggi pada negara.

“Saya akan perintah satu per satu, perusahaan apapun, swasta maupun BUMN yang berkaitan dengan tambang minerba untuk masuk ke hilirisasi. untuk apa ? sekali lagi supaya komoditas lebih tinggi nilainya, tidak kirim mentahan,” ujar Presiden Jokowi.

Selain itu, juga menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan, serta membuat bangsa Indonesia makin mandiri serta makin maju. “Tadi disampaikan Pak Menteri bahwa ini dalam masa konstruksi saja akan ada 40.000 tenaga kerja yang dapat bekerja, artinya yang terbuka lapangan pekerjaan ini akan banyak sekali di Kabupaten Gresik serta di Provinsi Jawa Timur, belum nanti kalau sudah beroperasi,” lanjutnya.

Baca juga :  Tabur Bunga di Dermaga Madura Koarmada II Surabaya Kenang Pahlawan Laut

Dibangun di atas lahan seluas 100 hektare, smelter PT Freeport Indonesia ini akan menjadi smelter single line terbesar di dunia dengan kapasitas pengolahan mencapai 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun atau 480.000 ton logam tembaga. PT Freeport Indonesia sendiri merupakan bagian dari MIND ID, BUMN holding industri pertambangan.

“Saya berharap kehadiran PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus di Gresik ini akan menjadi daya tarik bagi industri-industri lain untuk masuk ke KEK Gresik ini, khususnya industri turunan tembaga untuk ikut berinvestasi di sini,” jelasnya.

Presiden pun menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memberikan dukungan penuh dalam berbagai hal supaya iklim investasi di Indonesia makin baik. Dengan demikian, diharapkan Indonesia akan makin diminati sebagai negara target investasi.

Baca juga :  Nagita Slavina Kesandung Video 61 Detik

“Tadi seperti yang diminta oleh Pak Menko tadi, infrastrukturnya terus akan kita dukung, kemudahan serta kepastian berusaha akan kita dukung, kemudian ketersediaan SDM sesuai dengan kebutuhan industri juga nanti pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten juga ikut mendukung supaya KEK Gresik ini makin maju, serta Indonesia akan semakin diminati sebagai target investasi,” tandasnya.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Energi serta Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, serta Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Selain itu, hadir pula Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, serta Presiden Direktur PT AKR Corporindo Tbk., Haryanto Adikoesoemo. (*/jay)

Sumber »

Must Read

Related News