32 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantarajaga Tradisi, Khofifah Ziarah ke Makam Gubernur Soerjo

jaga Tradisi, Khofifah Ziarah ke Makam Gubernur Soerjo

MAGETAN  – Jelang Peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Jawa Timur,  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ziarah ke makam gubernur Raden Mas Tumenggung (RMT) Ario Soerjo, di Kelurahan Kepolorejo, Kecamatan Magetan, Magetan, Minggu (10/10). RMT Ario Soerjo merupakan gubernur pertama Jawa Timur yang akrab disapa Gubernur Soerjo.

Ia menjabat sebagai Gubernur Jatim pada rentang periode tahun 1945 – 1948. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat sebagai Bupati Magetan dari tahun 1938 hingga tahun 1943. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pahlawan nasional.

Setibanya di kompleks makam, Gubernur Khofifah disambut bupati Magetan serta jajaran forkopimda setempat serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Jawa Timur.

Baca juga :  Lecehkan Korban Perkosaan, Kapolda Jateng Copot Kasat Reskrim Boyolali

Upacara ziarah diawali dengan pembacaan sejarah singkat Gubernur Soerjo. Selanjutnya, Gubernur Khofifah yang bertindak sebagai pimpinan ziarah memimpin prosesi penghormatan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, serta tabur bunga ke makam pahlawan nasional tersebut.  “Acara ziarah ini merupakan tradisi dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Jawa Timur yang jatuh pada 12 Oktober mendatang. untuk itu, ziarah ini menjadi bagian dari cara generasi penerus bangsa untuk menghargai serta menghormati jasa serta keteladanan para pendahulu bangsa. Alhamdulillah ini tahun ketiga saya dapat memimpin langsung ziarah ke makam Gubernur Soerjo, serta beliau ialah peletak dasar atau babat alasnya Jawa Timur,” katanya.

Oleh disebabkan itu, Khofifah mengajak pada seluruh masyarakat Jatim, terutama generasi muda, untuk meneladani jejak perjuangan serta pengorbanan para pahlawan nasional. Serta terus membangun komitmen bahwa ada perjuangan, pengorbanan serta keteladanan dari para pahlawan nasional. “Seringkali kita mendengar bahwa bangsa yang besar ialah bangsa yang dapat memberikan penghormatan, menghargai jasa-jasa para pahlawannya, apalagi beliau juga seorang pahlawan nasional,” jelasnya.

Baca juga :  Humas PN Surabaya Bilang Hakim Itong Tak Punya Riwayat Negatif

Gubernur Soerjo, kata Khofifah, semasa hidupnya terkenal sebagai sosok pemimpin pemberani serta tegas. Keberaniannya tersebut terlihat saat sekutu memberi ultimatum pada seluruh rakyat Surabaya untuk menyerah pada 10 November 1945. tetapi, lanjutnya, Gubernur Soerjo berani menolak mentah-mentah ultimatum tersebut serta memilih berperang melawan sekutu. Sekian waktu berlalu, tanggal 10 November lantas diperingati sebagai Hari Pahlawan.

“Gubernur Soerjo telah diangkat menjadi Pahlawan Nasional serta namanya pun diabadikan sebagai nama jalan utama didepan Gedung Negara Grahadi, di Surabaya. Oleh sebab itu wajib kita teladani jasa beliau serta para pahlawan nasional lainnya, tentu sesuai dengan tantangan zaman yang kita hadapi saat ini,” katanya. (mus/opi)

Baca juga :  Sepi Peminat, Dua Direksi PD Pasar Surya Masih Kosong

Sumber »

Must Read

Related News