32 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraDiadili disebabkan Tipu Istri Narapidana Rp 150 Juta supaya Hukuman Ringan

Diadili disebabkan Tipu Istri Narapidana Rp 150 Juta supaya Hukuman Ringan

SURABAYA – Terdakwa J. Hendrik Kriswantoro diadili di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Surabaya disebabkan telah menipu Zumaroh, istri terpidana Sutopo yang saat itu minta untuk diuruskan perkaranya.

Ceritanya, Sutopo ditangkap anggota Polrestabes Surabaya pada 28 Maret 2019 lalu disebabkan penyalahgunaan narkoba. Sutopo ketika itu ditangkap di rumahnya di Jalan Karangrejo Lama setelah membeli dua gram sabu-sabu dari seorang narapidana di Lapas Kelas I Surabaya di Porong.

Hendrik awalnya menawarkan dapat menguruskan kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat Sutopo. Terdakwa meyakinkan bawah hukuman Sutopo dapat diringankan. Asalkan, Zumaroh setor sejumlah uang kepadanya. “Terdakwa menjanjikan proses perkaranya akan dipercepat serta diringankan serta dijatuhi pidana maksimal enam sampai tujuh bulan penjara,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Putu Eka Wisniawati saat membacakan surat dakwaan dalam sidang.

Baca juga :  Hallo rek mulai saiki ati-ati yo rek akeh laporan nang mimin nek saiki akeh begal nang sidoarjo…

Zumaroh pun sepakat. Dia tidak masalah meskipun harus membayar sejumlah uang. Apalagi Hendrik berjanji akan mengembalikan uangnya apabila hukumannya tetap tinggi. Zumaroh akhirnya mempercayakan pada Hendrik untuk mengurus kasus suaminya supaya segera bebas.

Hendrik kemudian minta Rp 25 juta pada Zumaroh. Uang itu alasannya akan dipergunakan oleh timnya untuk bekerja mengurus kasus suaminya. Zumaroh mengiyakan. “Berapapun biaya yang dikeluarkan akan disiapkan oleh Zumaroh asalkan Sutopo dapat segera keluar dari penjara,” katanya.

Hendrik ingin uang diserahkan secara tunai, tanpa lewat ditransfer. Dia bahkan mengantar Zumaroh ke bank untuk mengambil uang tabungannya. Setelah uang diserahkan, Hendrik memberikan kuitansi tanda terima. tetapi, uang itu ternyata masih belum cukup. Berselang sepekan, Hendrik minta uang lagi Rp 50 juta. “Dengan alasan untuk mengubah pasal di kepolisian,” ucapnya.

Baca juga :  Boezem Karangpoh Jadi Solusi Banjir di Kawasan Tandes

Permintaan uang terus berlanjut. Hendrik kembali minta Rp 10 juta. Alasannya, untuk mendapatkan surat dokter rehabilitasi. Setelah itu, dia minta lagi Rp 65 juta. Kali ini alasannya untuk diberikan pada jaksa penuntut umum. Totalnya, Rp 150 juta sudah diberikan Zumaroh pada Hendrik.

Ternyata janji Hendrik meleset. Berdasar data sistem informasi penelusuran perkara, jaksa penuntut umum Anggraini menuntut Sutopo pidana lima tahun penjara serta denda Rp 800 juta subsider tiga bulan penjara. Majelis hakim lantas menjatuhkan hukuman pidana selama empat tahun penjara. Selain itu, denda Rp 800 juta subsider sebulan kurungan.

Hukuman itu tidak sesuai dengan janji Hendrik yang menyatakan Sutopo hanya dihukum maksimal enam sampai tujuh bulan penjara setelah menyerahkan uang. Sutopo sempat menempuh upaya hukum banding hingga kasasi, tetapi kandas. Hukumannya tetap tinggi. Uang Zumaroh juga tidak dikembalikan. Jaksa Putu mendakwa Hendrik menipu Zumaroh.

Baca juga :  140 PMI dari Malaysia Tiba di Bandara Juanda 22 Januari

Hendrik yang tidak didampingi pengacara tidak keberatan dengan dakwaan jaksa. tetapi, dia mengaku sudah berusaha mengembalikan uangnya. “Tapi, mohon maaf itu uangnya Rp 145,5 juta disebabkan sudah saya kembalikan Rp 4,5 juta,” ujar Hendrik. (gin/jay)

Sumber »

Must Read

Related News