26 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraAtlet Binaraga Jatim Dicurangi, Ketua DPD RI Protes Keras

Atlet Binaraga Jatim Dicurangi, Ketua DPD RI Protes Keras

SURABAYA– Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menyesalkan perlakuan tidak sportif terhadap atlet-atlet binaraga Jawa Timur yang berlaga di PON XX Papua.

LaNyalla yang juga sebagai Ketua Dewan Penyantun KONI Jatim minta hal itu terus disuarakan ke induk organisasi tertinggi KONI pusat serta Kementerian Pemuda serta Olahraga sebagai pembina olahraga nasional.

“Sangat disesalkan terjadi kecurangan di event besar sekelas PON. Harusnya semua menjunjung tinggi nilai sportifitas, fair play serta mengutamakan persatuan serta kesatuan. Sangat memprihatinkan menurut saya kalau sportivitas sudah dikesampingkan,” ujar Senator asal Jawa Timur itu, dalam siaran persnya di Surabaya, Minggu.

LaNyalla saat menerima pengaduan dari atlet binaraga Jatim yang berlaga di PON XX Papua di Gedung KONI Jawa Timur, minta induk olahraga binaraga yang menaungi yakni PBFI (Perkumpulan Binaraga serta Fitnes Seluruh Indonesia) untuk bertanggungjawab terkait permasalahan itu.

Baca juga :  Ibu Tega Buang Bayinya di Simolawang gegara Pacarnya Kabur

“Harus diselesaikan persoalan ini supaya tak muncul preseden buruk seolah-olah prestasi dapat diatur atau dipermainkan oleh oknum-oknum,” katanya.

Para atlet yang hadir dalam pertemuan antara lain Misnadi, Komara Ditayana, Akbar, Dedi Rahmono serta Pelatih Kepala yang juga Manager Atlet Binaraga Jatim, Raja Siahaan.

Raja menjelaskan banyak kecurangan yang jelas sangat kentara dalam pertandingan final yang berlangsung di Auditorium Universitas Cenderawasih tersebut. Raja sebagai pelatih kepala sudah melakukan protes keras tetapi tidak ada tanggapan serta dewan juri seakan melarikan diri.

“Keputusan dewa juri pada pertandingan itu merugikan tim Jatim. Misalnya atlet kami Misnadi yang sebenarnya sudah mendapat medali di kelas 70 kg, saat akan naik panggung untuk menerima medali tahu-tahu namanya tidak dipanggil,” katanya.

Baca juga :  Kementerian PUPR Berencana Bangun Tol Bawah Air di IKN Kaltim

Selain Misnadi, kecurangan juga menimpa Komara di kelas 80 kg. Komara yang sudah 4 kali meraih medali emas di ajang PON serta merupakan andalan Jatim gagal mempersembahkan medali emas disebabkan dikalahkan keputusan dewan juri.

“Saat itu sempat ricuh di arena pertandingan. Kami pertanyakan keputusan dewan juri, kami minta data penilaian dibuka supaya transparan. Tapi dewan juri tidak dapat memberikan jawaban serta malah mengadu ke petugas keamanan,” ujar Raja.

disebabkan kesal, menurut Raja, tim binaraga Jatim mengembalikan dua medali perunggu yang didapat di kelas 65 kg atas nama Kariyono serta 80 kg atas nama Komara Ditayana.

“Di level PON saja panitia berani berbuat curang seperti itu, apalagi di level ke bawah. Mungkin kami akan melakukan mosi tidak percaya ke PP PBFI,” katanya. (antara/rek)

Baca juga :  Diduga Terima Suap Rp300 Juta dari Bandar Narkoba, Kapolres Medan Dicopot

Sumber »

Must Read

Related News