28 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraWagub Emil Dardak Sebut Anak Muda Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi

Wagub Emil Dardak Sebut Anak Muda Jadi Lokomotif Pertumbuhan Ekonomi

SURABAYA –  Pemuda merupakan salah satu harapan untuk pemulihan perekonomian Jawa Timur pasca pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu. Apalagi peran pemuda dinilai mampu menjadi elemen penting dalam pilar-pilar pertumbuhan ekonomi di Jatim.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak. Berdasarkan sensus 2020, kaum milenial tercatat sebanyak 25,87 persen dari 270,20 juta penduduk Indonesia. Sedangkan, generasi Z tercatat sebanyak 27,94 persen dari total penduduk tanah air.

“Anak muda ini merupakan kaum produktif saat ini. Jadi mereka ialah lokomotif pertumbuhan Jawa Timur yang berkontribusi dalam stabilitas perekonomian. Jadi mereka inilah yang harus jadi pusat fokus kita,” katanya, Minggu (10/10).

Mantan Bupati Trenggalek ini menambahkan adanya kaum milenial serta generasi Z sebagai penduduk produktif menimbulkan pergeseran pada sektor serta bidang yang diminati masyarakat. Terlebih, seluruh dunia masih menghadapi pandemi sehingga dituntut untuk menyesuaikan diri. “Sektor yang berpotensi meningkat di tengah pandemi ialah tekstil, kimia farmasi serta alat kesehatan. Lalu makanan serta minuman, elektronik, jasa telekomunikasi, serta jasa logistik. Terutama elektronik serta digitalisasi sistem. Ini yang jadi primadona di kalangan anak muda disebabkan dengan modal sedikit berupa internet serta smartphone, seseorang dapat sangat produktif serta menggaet target pasar juga komunitas yang loyal,” terangnya.

Baca juga :  MENTERI PPN: Nama Ibu Kota Negara yang Baru di Kaltim ialah Nusantara

Pergeseran ini, lanjut Emil, telah diidentifikasi serta difasilitasi Pemerintah Provinsi Jatim. Yakni melalui program Millennial Job Center (MJC) di lima Bakorwil yang telah mewadahi 2.648 talent pada 2020. “Setelah itu ada juga Dream Team Science Techno Park yang mewadahi pembentukan start-up potensial. Di dalamnya nanti ada pembinaan riset produk komoditas unggulan, fasilitas pemantapan produk, teknis, komersial, serta pembiayaan sehingga anak muda dapat siap serta memiliki cukup knowledge,” tuturnya.

Emil berharap dengan program ini  mahasiswa serta anak muda dapat mewarnai perkembangan ekonomi Jawa Timur. Baik dalam keikutsertaan di lapangan kerja, atau bahkan mempelajari tren yang ada.  Ia juga mengajak mahasiswa untuk menyikapi kebijakan publik yang ada serta berpartisipasi dalam diskusi dengan pemerintah. Ajakan itu diharapkan supaya terjadi komunikasi sehat di berbagai lini.

Baca juga :  Skuad Green Force Persebaya Paling Tajam di Liga 1

“Pemerintah memang sudah berupaya keras untuk memulihkan perekonomian. Tapi tetap dibutuhkan suara anak muda untuk perbaikan. Jadi tidak apa-apa bagi mahasiswa untuk mengkritisi pemerintah. Bukan untuk ber-suuzdon, tapi untuk menciptakan diskusi mendalam yang akan menjadi feedback bagi kami,” katanya.

Sementara berdasarkan data BPS  Jatim, ada kenaikan 7,05 persen dari triwulan pertama ke triwulan kedua 2021 pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) serta Pertumbuhan Ekonomi Jawa Timur. Yakni PDRB Jawa Timur mencatat 59,78 persen pada konsumsi rumah tangga, 17,42 persen impor luar negeri, 5,44 persen konsumsi pemerintah, 25,98 persen PMTB/Investasi, serta 14,72 persen impor luar negeri. Potensi ekonomi Jatim terletak pada sektor industri pengolahan, pertanian serta ketersediaan infrastruktur. Sebab Jatim terletak pada jantung penghubung antara barat serta timur Indonesia. (mus/opi)

Baca juga :  Fajar Arifianto Isnugroho Jadi Dirut RPH Surabaya

Sumber »

Must Read

Related News