29 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaHukum KriminalVaksin Rabies serta Flu Burung Diluncurkan di Surabaya  

Vaksin Rabies serta Flu Burung Diluncurkan di Surabaya  

SURABAYA – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mencanangkan Indonesia bebas rabies pada tahun 2030. Hal tersebut disampaikan pada peringatan World Rabies Day di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, Jumat (8/10).

“Ini sejalan dengan target global yang diprakarsai oleh WHO, Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), Badan Pangan serta Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO), serta Global Alliance for Rabies Control (GARC),” katanya.

Syahrul menyebut, rabies merupakan masalah kesehatan bersama di Indonesia. untuk itu, dia mengajak semua pemerintah daerah serta masyarakat untuk terlibat langsung dalam program pengendaliannya dengan mengedepankan implementasi One Health. “Tahun ini Indonesia dipercaya untuk memimpin G20. Implementasi One Health ialah salah satu komponen penting kepemimpinan Indonesia,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Syahrul juga me-launching dua vaksin serta satu serum buatan anak bangsa, yakni vaksin rabies, vaksin flu burung hingga serum flu babi. Ia mengaku bangga serta akan melaporkan temuan ini ke Presiden Joko Widodo. “disebabkan dua vaksin serta satu serum ini merupakan temuan yang pertama di dunia,” katanya.

Baca juga :  PANDEAN sidoarjonang sidoarjo onok beberapa spot heritage , salah siji e pandean.nang pandea…

Pertama, vaksin rabies bernama Neorobivet, yang merupakan karya asli anak bangsa. Vaksin ini sudah terregistrasi serta terverifikasi untuk vaksin pada anjing, kera, hingga kucing. Vaksin kedua, vaksin Afluvet Hilow. Vaksin ini merupakan vaksin kombinasi yang mengandung virus H5N1 atau Flu Burung serta H9N2 atau Avian Influenza. Vaksin ini juga dapat memberikan perlindungan pada virus AIH5N1.

Ketiga, serum flu babi bertajuk Scovet ASF. Serum ini merupakan yang pertama di dunia, disebabkan selama 50 tahun penelitian, vaksin flu babi belum juga ditemukan. Selain itu, serum ini juga sudah diujicobakan di sejumlah babi ternak serta memiliki efektivitas hingga 52 persen.

“Kalau vaksin sudah diuji serta serum melalui proses yang panjang. Vaksin flu burung ini menjadi kebanggaan Indonesia,” jelasnya.

Baca juga :  Pelabuhan Tanjung Perak Mulai Dibangun Belanda Tahun 1910

Syahrul mengaku menciptakan vaksin hingga serum ini melalui proses yang tidak mudah. Peneliti harus masuk ke lab, diuji berkali-kali. “Kalau salah-salah dapat kita kena virus yang membahayakan kehidupan. Pak Dirjen Peternakan, saya apresiasi. Jika ini didengar Presiden pasti bangga banget disebabkan belum ada di dunia,” ungkapnya

Ia berharap vaksin ini dapat memberi manfaat yang besar pada masyarakat. Sebab, virus-virus ini memiliki sifat zoonosis atau dapat menular ke manusia. “Jangan anggap satu virus tidak dapat menjadi 100 atau satu juta menjadi dua juta. Pengalaman dengan Covid-19 ini kita sudah dua tahun, semua pakai masker. Kita lawannya virus yang tidak kelihatan serta dapat masuk ke semua sektor. Ini ialah bagian untuk mengingatkan kita bahwa rabies menjadi tantangan bagi kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Baca juga :  Yes! Chelsea Islan Akhirnya Terima Lamaran Politisi Golkar

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan serta Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementan Nasrullah mengatakan pihaknya telah mengalokasikan vaksin serta operasional pengendalian rabies, khususnya untuk wilayah tertular dengan risiko tinggi. Kawasan risiko tinggi diupayakan mendapat alokasi vaksin sebanyak 70 persen populasi hewan penular rabies. “Sedangkan untuk daerah risiko rendah serta bebas, alokasi vaksin cukup untuk vaksinasi tertarget serta vaksinasi darurat,” katanya.

Nasrullah berharap pemerintah daerah juga mendukung program ini. Tak hanya itu. Pihaknya juga menggandeng mitra kerja internasional seperti FAO, AIHSP, serta USAID dalam pengendalian serta penanggulangan rabies. “Kerja sama dengan kementerian serta Lembaga sebenarnya sudah berjalan baik, khususnya dengan Kemenkes, KLHK serta Kemenko PMK. Ini perlu terus dipertahankan serta diperkuat supaya target Indonesia bebas rabies 2030 dapat tercapai,” pungkasnya. (mus/rek)

Sumber »

Must Read

Related News