35 C
Sidoarjo
BerandaNasionalNusantaraSingapura Bebaskan Negara-Negara Besar dari Kewajiban Karantina

Singapura Bebaskan Negara-Negara Besar dari Kewajiban Karantina

SINGAPURA – Singapura membuka diri bagi semakin banyak negara terkait perjalanan bebas karantina pada saat negara kota itu berupaya membangun kembali statusnya sebagai pusat penerbangan internasional. Langkah itu juga diambil ketika Singapura sedang bersiap-siap menerapkan kehidupan baru untuk hidup berdampingan dengan COVID-19.

Mulai 19 Oktober, orang-orang yang sudah divaksin penuh dari delapan negara, termasuk Inggris, Prancis, Spanyol, serta Amerika Serikat, boleh memasuki negara pulau itu tanpa menjalani karantina jika mereka lolos tes COVID-19, kata pemerintah, Sabtu.

Pengumuman itu menandai langkah besar yang diambil Singapura dalam menjalankan strategi untuk melanjutkan posisi sebagai pusat hubungan internasional.

Singapura merupakan salah satu pusat kegiatan penerbangan serta keuangan dunia. Ribuan perusahaan global menempatkan kantor pusat di negara Asia Tenggara itu.

Baca juga :  Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Pastikan Kelancaran Pasokan BBM di SPBU

Program perjalanan yang dijalankan Singapura, terkait orang yang sudah divaksin penuh, sudah dimulai diterapkan pada September terhadap Jerman serta Brunei. Korea Selatan akan mendapat perlakuan serupa pada November.

Singapura, negara berpenduduk 5,45 juta jiwa, telah melaporkan infeksi tertinggi COVID-19 sebanyak lebih dari 3.000 kasus dalam beberapa hari belakangan ini. Hampir semua orang yang terinfeksi COVID tersebut tidak menunjukkan gejala atau mengalami gejala ringan.

Sekitar 83 persen dari penduduk negara itu sudah divaksin penuh. Persentase tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan Singapura akan mulai menjalani kehidupan baru serta dapat melonggarkan pembatasan jika perkembangan kasus COVID stabil, bahkan jika jumlahnya berkisar pada ratusan.

Baca juga :  Gerebek Gubuk Sabu di Sidorame, Amankan 50 Poket SS serta Alat Isapnya

“Kita akan butuh waktu setidaknya tiga bulan, serta mungkin enam bulan, untuk mencapai ke sana,” kata Lee ketika menyampaikan pidato pada rakyat Singapura.

“Kita mungkin harus kembali menginjak rem kalau kasus naik lagi terlalu cepat, supaya dapat melindungi sistem serta pekerja layanan kesehatan,” katanya.

Pemerintah telah mengumumkan langkah-langkah untuk membantu warga menyesuaikan diri dengan strategi hidup berdampingan dengan virus corona. Salah satu langkah yang dijalankan ialah mengizinkan sebagian besar Penderita COVID-19 untuk memulihkan diri di rumah. (antara/rek)

Sumber »

Must Read

Related News