30 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaHukum KriminalMendag Lutfi Perkuat Kerja Sama Tingkatkan Perdagangan Internasional

Mendag Lutfi Perkuat Kerja Sama Tingkatkan Perdagangan Internasional

JAKARTA – Pemerintah Indonesia berkomitmen memperkuat kerja sama dengan berbagai negara di dunia untuk meningkatkan perdagangan internasional dengan terus mencari peluang ekspor komoditas Indonesia ke pasar internasional. Langkah ini ditempuh Menteri Perdagangan RI Muhammad Lutfi dengan melakukan kunjungan kerja ke Paris, Perancis pada 5—6 Oktober 2021 untuk menghadiri Pertemuan Dewan Menteri OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD Ministerial Council Meeting).

Keikutsertaan Indonesia dalam kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai negara di dunia serta membahas berbagai isu perdagangan terkini. Dalam kunjungannya, Mendag turut didampingi Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono.

Dalam pembahasan Building A Green Future, terutama dalam perdagangan carbon, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat bertemu Dewan Menteri OECD menyebutkan Indonesia berpotensi sebagai negara superpower dunia.

“Indonesia berpotensi menjadi carbon offset superpower di dunia melalui perdagangan karbon sukarela secara internasional. tetapi, kerja sama internasional diperlukan untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah serta sektor swasta dalam rangka pengembangan kerangka regulasi kebijakan yang efektif,” jelas Mendag Lutfi.

Dalam sesi Building A Green Future, Indonesia secara tegas juga menyampaikan komitmennya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebagaimana tercantum dalam kesepakatan Paris Agreement. Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah melalui kebijakan carbon pricing.

Dalam pertemuan Dewan Menteri OECD, Mendag menghadiri sesi-sesi pleno tingkat menteri, yaitu sesi Building a Green Future yang membahas Innovation and Inclusive Pathways to Net-Zero, sesi Building an Inclusive Future yang membahas Promoting an Inclusive Digital Transformation, serta mengadiri kegiatan working lunch dengan tema Promoting Trade for All.

Hal lain yang dibahas pada Building a Green Future ini, yaitu upaya mendorong agenda pemulihan ekonomi yang kini juga dikemas untuk mendukung agenda transisi menuju ekonomi hijau, inovasi, serta peluang ekonomi baru bagi para pekerja. untuk mencapai upaya pemulihan ekonomi yang dipadukan dengan pencapaian target net zero emission, tentunya memerlukan kerja sama internasional. Hal ini dapat dilihat dari beberapa inisiatif yang diluncurkan beberapa negara seperti Green Deal (Uni Eropa), Build Back Better World (G7), Beyond Zero initiative (Jepang), serta Blue Dot Network (Amerika Serikat, Jepang, serta Australia).

Baca juga :  Gubernur Jatim Khofifah minta Daerah Maksimalkan Vaksinasi

Sedangkan, dalam sesi working lunch, para menteri memastikan manfaat perdagangan dapat dirasakan seluruh pihak lapisan masyarakat serta lingkungan. Pada dasarnya, para menteri menyadari bahwa adanya urgensi untuk mengembangkan kebijakan perdagangan yang dapat berkontribusi atas permasalahan sosial, ekonomi serta lingkungan, termasuk antara lain perlindungan kesejahteraan pekerja, wanita serta anak-anak, serta kompetisi, subsidi, kelestarian lingkungan, serta target pembangunan berkelanjutan.

Pertemuan Bilateral

Di sela rangkaian kegiatan Pertemuan Dewan Menteri OECD, Mendag Lutfi melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan negara-negara sahabat, yaitu Kazakhstan, Prancis, Amerika Serikat, Kanada, Spanyol, Uni Eropa, serta juga dengan Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala.

Pada hari pertama (5/10), Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan serta Integrasi Kazakhstan Bakhyt Sultanov. Dalam pertemuan ini, kedua Menteri membahas rencana persiapan pelaksanaan Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-12 WTO di Jenewa pada Desember tahun ini, dimana Kazakhstan akan menjadi Chair pada kegiatan tersebut. Kedua Menteri juga membahas isu-isu strategis yang dapat dilakukan untuk dapat mencapai konsensus pada KTM ke-12 mendatang, antara lain isu pertanian, subsidi perikanan (fisheries subsidies), HAKI, serta isu-isu terkini lainnya.

Berikutnya, Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Luar Negeri serta Daya Saing Ekonomi Prancis Franck Riester. Pertemuan membahas penguatan hubungan perdagangan bilateral serta investasi kedua negara antara lain terkait diversifikasi produksi nikel, energi terbarukan, akses pasar produk ban, serta TV digital. Selain itu, kedua Menteri juga mendiskusikan kelanjutan perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUE-CEPA), persiapan KTM WTO ke-12 serta G20, serta beberapa isu perdagangan lainnya.

Baca juga :  350 Anggota PWI Jatim akan Pilih Ketua Baru pada 17 November secara Hybrid

Selanjutnya, Mendag Lutfi bertemu dengan Head of United States Trade Representative (USTR) Ambassador Katherine Tai. Pertemuan membahas beberapa isu perdagangan multilateral yang strategis, antara lain terkait subsidi perikanan, perdagangan jasa, penguatan WTO, serta isu terkini di forum multilateral. Selain itu, turut dibahas persiapan pelaksanaan perundingan Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) ke-18 yang akan dilaksanakan November tahun ini.

Kemudian, Mendag Lutfi juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Usaha Kecil, Promosi Ekspor serta Perdagangan Internasional Kanada Mary Ng. Kedua negara sepakat memulai perundingan pertama Indonesia-Canada CEPA (ICA-CEPA) pada awal 2022. Pihak Kanada menginformasikan, saat ini tengah dalam proses internal di parlemen sebelum dimulainya perundingan.

Mendag Lutfi menyampaikan harapan supaya ketentuan-ketentuan yang berpotensi menjadi isu perundingan dapat disepakati secara pragmatis serta kolaboratif. Sementara itu, terkait hubungan bilateral kedua negara, Kanada mengutarakan keinginan mendapatkan akses pasar untuk produk daging sapi serta perhatian sektor swasta Kanada yang memenuhi ketentuan standar halal di Indonesia tanpa memberikan hambatan perdagangan.

Memulai hari ke-2 OECD MCM Paris (6/10), Mendag Lutfi bertemu dengan Menteri Industri, Perdagangan, serta Pariwisata Spanyol Maria Reyes Maroto. Menteri Maroto mengawali pertemuan dengan menyambut positif proses perundingan Indonesia-EU CEPA yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua pihak. Mendag Lutfi menyampaikan harapan supaya Spanyol dapat turut memberikan dorongan politis pada pihak Uni Eropa untuk dapat segera mendapatkan kemajuan pembahasan sebelum putaran 11 perundingan IEU-CEPA dilaksanakan pada November 2021.

Spanyol juga menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu prioritas bagi ekspansi bisnis serta perdagangan pelaku usaha Spanyol. untuk itu, direncanakan kunjungan Menteri Maroto dalam waktu dekat bersama dengan perwakilan bisnis (trade mission) untuk meningkatkan hubungan perdagangan kedua negara khususnya di sektor infrastruktur, air serta sanitasi, renewables, serta sektor lainnya.

Baca juga :  Bisnis Lesu, Juragan Kos di Pabean Sedati Ikut Jual Ekstasi

Mendag Lutfi menyambut baik rencana tersebut serta menyampaikan kepentingan Indonesia untuk mendapatkan investasi serta transfer teknologi dalam rangka menghindari persoalan Middle-Income Trap supaya dapat menjadi negara penghasil serta pengekspor produk bernilai tambah.

Selanjutnya, Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Executive Vice President Uni Eropa Valdis Dombrovskis. Pertemuan membahas dua hal, yaitu Indonesia-EU CEPA serta persiapan KTM WTO ke-12. Mengenai perundingan IEU-CEPA, Mendag Lutfi menyampaikan bahwa komunitas bisnis Indonesia memiliki minat yang tinggi terhadap penyelesaian perundingan tersebut. tetapi, belakangan ini hubungan perdagangan bilateral kedua negara diwarnai beberapa isu yang mempengaruhi dinamika perundingan.

Kedua pihak sepakat untuk memberikan mandat pada para negosiator untuk memperoleh kemajuan signifikan pada putaran ke-11 perundingan IEU-CEPA pada 8—12 November 2021 mendatang secara daring.

Mendag Lutfi serta EVP Dombrovskis direncanakan akan kembali bertemu di sela-sela KTM WTO ke-12. Selain itu, pihak Uni Eropa mengharapkan dukungan Indonesia atas proposal Trade and Health Initiative sebagai salah satu outcome dari KTM ke-12 WTO. Indonesia mengakui bahwa dalam upaya mengatasi pandemi, kesepakatan terkait fleksibilitas ketentuan perjanjian Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs) tetap diperlukan khususnya bagi negara berkembang guna mendapatkan akses vaksin.

Sedangkan, untuk menjalin konsensus mengenai beberapa isu prioritas pada KTM WTO ke-12, Mendag Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Dirjen WTO Ngozi Okonjo-Iweala. Dalam pertemuan ini, Indonesia menyatakan kesiapannya untuk melakukan konsolidasi dengan negara berkembang anggota WTO khususnya guna mencari kesamaan untuk isu pertanian, subsidi perikanan, serta TRIPs waiver. (*/jay)

Sumber »

Must Read

Related News