29 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaHukum Kriminal7 Museum di Surabaya Siap Dibuka, Tunggu Sertifikasi CHSE

7 Museum di Surabaya Siap Dibuka, Tunggu Sertifikasi CHSE

SURABAYA – Persiapan pembukaan tempat-tempat wisata terus dilakukan. Setelah taman hutan raya (tahura) serta kebun raya mangrove, museum di Surabaya sedang menunggu sertifikat Cleanliness, Health, Safety and Enviromental Sustainability (CHSE).

Ada tujuh museum yang dikelola Pemkot Surabaya, yakni Museum Sepuluh November, Museum WR Supratman, Museum Surabaya, Museum HOS Tjokroaminoto, Museum dr Soetomo, Museum pendidikan, serta Museum Olahraga Surabaya. Ada pula Museum Tugu Pahlawan yang sangat diminati pelajar, mahasiswa, serta komunitas pencinta sejarah.

untuk mendapatkan sertifikat CHSE, Dinas Pariwisata serta Kebudayaan (Disbudpar) Surabaya harus melakukan pengurusan sertifikat melalui Kementeri Pariwisata serta Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Kepala UPTD Tugu Pahlawan, Museum, Balai Pemuda serta THR Disbudpar Kota Surabaya Rusdi Ismet mengatakan, tujuh museum itu sudah diasesmen Kemenparekraf untuk mendapatkan sertifikat CHSE.

Baca juga :  STY Bilang Timnas U-23 Masih Punya Peluang di Leg Kedua Kontra Australia

Asesmen tersebut meliputi SOP protokol kesehatan (prokes), kapasitas ruangan, penanganan apabila ada pengunjung ada yang sakit hingga penggunaan energi (listiri serta air). “Saat ini tinggal menunggu hasil penilaian untuk mendapatkan sertifikat CHSE,” kata Rusdi Ismet.

7 Museum di Surabaya Siap Dibuka Tunggu Sertifikasi CHSESEMANGAT PAHLAWAN: Diorama di Museum Tugu Pahlawan, Surabaya, yang menggambarkan perjuangan heroik arek-arek Suroboyo melawan tentara sekutu serta Belanda. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Pihaknya berharap lulus asesmen sehingga sertifikat CHSE dapat segera dikantongi. “Semua persyaratan asesmen sudah kami lengkapi. Kami berharap dapat mendapatkan sertifikat CHSE,” katanya.

Menurut dia, pandemi Covid-19 saat ini belum mereda 100 persen meski terus melandai. disebabkan itu, sertifikat CHSE sangat penting sebagai daya tarik pengunjung supaya tidak waswas saat mengunjungi museum atau tempatwisata lainnya.

Baca juga :  Prabowo Serahkan Dua Kapal Angkut Tank ke TNI AL

Selain itu prokes, seperti pembatasan jumlah pengunjung hingga penggunaan masker harus ditaati. “Dengan adanya CHSE, maka pengunjung atau wisatawan merasa tenang. serta, ini akan menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke museum,” ungkap Rudi.

Selain itu, pihaknya sudah mengirimkan persetujuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendapatkan scan barcode dalam aplikasi PeduliLindungi. Nantinya pengunjung yang masuk wajib sudah divaksin serta terdaftar di aplikasi PeduliLindungi. “Sudah kami kirimkan ke Kemenkes untuk QR barcode,” imbuhnya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Surabaya terkait asesmen sebelum museum dibuka. Rudi optimistis hasil asesmen tidak berubah. “Prosedur prokes serta penjualan tiket juga secara online,” katanya.

Baca juga :  Surabaya Terpilih sebagai Kota dengan Udara Terbersih se-ASEAN

Mengenai batasan usia pengunjung, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kota Surabaya apakah diperbolehkan usia di bawah 12 tahun masuk ke museum atau tidak. Termasuk pembatasan jumlah pengunjung maksimal 25 persen kapasitas normal. “Jadi, kami menunggu instruksi pembukaan museum,” jelasnya.

meski belum dibuka, pihaknya rutin melakukan perawatan bendabenda sejarah tersebut. Perawatan dilakukan setiap hari. Petugas membersihkan bagian dalam gedung serta luar gedung. Pihaknya juga melakukan tur secara virtual. (rmt/rek/jay)

Sumber »

Must Read

Related News