26 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaSosialisasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Kabupaten Sidoarjo Digencarkan

Sosialisasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Kabupaten Sidoarjo Digencarkan

SIDOARJO, – Upaya pencegahan serta pemberantasan peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sidoarjo terus digencarkan. Pihak Kominfo Kabupaten Sidoarjo, sebagai leading sektor sosialisasi terus turun ke masyarakat.

Sosialisasi tersebut gencar dilakukan bertujuan supaya masyarakat mengenal ciri-ciri rokok yang legal serta ilegal, supaya mengetahui  rokok itu dikatakan palsu, cukai palsu.

“Ini penting pengetahuan bagi masyarakat, disebabkan itu merugikan negara,” ucap Kabid Pengelolaan Informasi serta Komunikasi Publik, Kominfo Kabupaten Sidoarjo, Kusdianto ketika memberikan sambutan, Kamis (16/9/2021).

Sambutan disampaikan Kusdianto itu dalam acara sosialisasi ketentuan di bidang cukai ‘Pemberantasan Rokok Ilegal  di Kabupaten Sidoarjo TA 2021’ yang digelar di Pendopo Balai Desa Ketajen, Kecamatan Gedagan, Kabupaten Sidoarjo, Kamis (16/9/2021).

Acara sosialisasi dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT) tersebut dihadiri puluhan orang dengan tetap jaga protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Sementara dalam sosialisasi tersebut sejumlah narasumber dihadirkan.

Mereka di antaranya Tita Puspita Lundiana serta Rizki Satria dari Kantor Bea serta Cukai Sidoarjo. Kemudian, Karyono dari Satpol PP serta Yudo dari Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga :  Hampir 7 Bulan, Hasil Autopsi Jenazah Bongkaran Makam di Delta Praloyo Sidoarjo Belum Keluar

Awas!!! Ancaman Pidana Bagi Rokok Ilegal

Sejumlah narasumber yang dihadirkan dalam acara sosialisasi tak henti-hentinya mengingatkan pada masyarakat tentang bahaya rokok ilegal. Ciri – ciri rokok ilegal ialah rokok yang tidak dilekati cukai, rokok dilekati cukai palsu, rokok dilekati cukai bekas serta rokok yang dilekati pita cukai punya rokok lain.

Selain itu, bagi perusahaan yang mengedarkan rokok ilegal atau memalsukan cukai, bahkan sampai mengedarkan ada ancaman pidananya.

“Ancaman dipidana minimal satu tahun serta maksimal lima tahun serta ada dendanya juga. Itu diatur dalam Undang-undang nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai yang diubah dalam Undang-undang nomor 39 tahun 2007,” ucap narasumber dari Kantor Bea serta Cukai Sidoarjo, Tita Puspita Lundiana.

Rizki Satria, narasumber Kantor Bea serta Cukai Sidoarjo menambahkan, pihaknya minta masyarakat ikut berperan aktif untuk dapat melaporkan ke Bea serta Cukai jika menemukan rokok ilegal degan ciri-ciri yang telah dipaparkan.

Baca juga :  #infoHati2 atau hindari kemacetan slurr…khusus tenggulunan candi serta sekitarnyadaerah teng…

Pihak Bea serta Cukai juga akan memberikan reward pada masyarakat yang berani memberkan informasi awal.

“Kami akan berikan reward yang pantas untuk bapak serta ibu ketika memberikan informasi pada kami. Informasi lewat nomor pengaduan yang ada di website kami serta lewat media sosial. Itu nanti akan kami tindak lanjuti,” jelasnya.

Narasumber dari Satpol PP Sidoarjo, Karyono,  mengungkapkan, pihaknya terus gencar keliling ke pasar-pasar serta sejumlah lapak untuk mendeteksi peredaran rokok palsu. Bahkan, pihaknya telah menyebar sejumlah informan untuk mendeteksi peredaran tersebut.

“Ketika nanti ditemukan adanya peredaran. Maka kami segera berkoordinasi dengan Kantor Bea serta Cukai Sidoarjo untuk langsung ke lapangan,” ungkapnya.

Manfaat Dana DBHCT Bagi Masyarakat

Tindakan tegas serta terukur dari tim penindakan Bea serta Cukai Sidoarjo, bagi peredaran rokok ilegal di Kota Delta bukan tanpa alasan. Justru hal itu akan semakin menyadarkan pengusaha maupun masyarakat tentang pentingnya rokok yang legal maka pendapatan negara naik.

Baca juga :  Polisi Bongkar Prostitusi Terselubung di Sidoarjo, Tiga Orang Ditangkap

Jika pendapatan dari rokok naik, maka semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebab dari anggaran tersebut akan dikembalikan lagi ke masyarakat lewat DBHCT.

“Lewat DBHCT ini masyarakat terbantukan,” ucap Yudo, salah satu narasumber yang juga menjabat Kasubbag Perekonomian Kabupaten Sidoarjo.

Yudo mengungkapkan, pihak Pemkab Sidoarjo menerima alokasi DBHCT sebesar Rp 19 miliar pada tahun 2021. Alokasi tersebut saat ini difokuskan untuk kesejahteraan karyawan pabrik disebabkan kondisi pandemi Covid-19

“Berdasarkan aturan untuk BLT Buruh Pabrik di Sidoarjo,” jelasnya.

Ia berharap, pada tahun 2022 mendatang DBHCT dapat diperuntukkan untuk masyarakat umum lagi.

“untuk pelatihan-pelatihan,” jelasnya.

meski demikian, saat ini pihak Pemkab Sidoarjo tengah merancang Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Rencananya, kawasan yang akan di tempatkan di wilayah Kecamatan Krian itu akan menampung bagi masyarakat yang berminat untul menjadi pengusaha rokok.

“Tempat kami fasilitasi, kita belikan mesin, kalau perlu karyawan kita bina,” jelasnya.

 

Sumber »

Must Read

Related News