24 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaPolitik PemerintahanBelum adanya titik temu terkait polemik peruntukan makam warga Perumahan Makarya Binangun...

Belum adanya titik temu terkait polemik peruntukan makam warga Perumahan Makarya Binangun di De…

Belum adanya titik temu terkait polemik peruntukan makam warga Perumahan Makarya Binangun di Desa Janti Waru akhirnya membuat Bupati Sidoarjo turun tangan. Perwakilan kedua belah pihak dari kontra serta setuju dikumpulkan untuk dilakukan mediasi oleh Bupati Ahmad Muhdlor (Gus Muhdlor) di Kantor Balai Desa Janti, Waru. Dari hasil mediasi akhirnya kedua belah pihak setuju lahan fasum tersebut akan dialihfungsikan jadi makam warga. Rabu, (8/9/2021).

Bupati Alumni Fisip Unair itu menyampaikan hasil mediasi warga dari dua belah pihak sudah sepakat RTH tersebut akan dialihfungsikan menjadi tempat pemakaman warga Makarya Binangun.

“disebabkan warga Makarya Binangun tidak punya tempat pemakaman sendiri. Warga memang membutuhkan itu,”katanya.

Baca juga :  Lantik 11 Ketua PKK Kecamatan, Ning Sasha minta Semua Kompak Kerja untuk SidoarjoKominfo…

Dalam proses mediasi diketahui, warga yang menolak beralasan fasum saat ini yang akan dijadikan tempat pemakaman peruntukannya untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH). Mereka khawatir akan menyalahi aturan. Selain itu, fasum tersebut statusnya belum diserahkan ke pemerintah Kabupaten.

Bupati Gus Muhdlor yang memimpin mediasi akhirnya memberikan jalan keluar. Keberatan sebagian warga yang menolak akan dicarikan solusinya. Perubahan site plan fasum yang awalnya untuk RTH akan diubah menjadi tempat pemakaman.

“untuk lahan RTH nya ternyata pengembang belum menyerahkan ke pemkab, nanti pemkab akan mengambil alih. Setelah itu site plan akan diubah lewat Dinas Perumahan serta Pemukiman dari RTH menjadi tempat pemakaman supaya tidak menyalahi aturan,” jelas Bupati Gus Mudlor di depan warga perumahan Makarya Binangun.

Baca juga :  Bupati Sidoarjo Kirim Tenaga Medis, Obat, serta Makanan untuk Warga Terdampak Erupsi Semeru SID…

“Menurut Perbup nomor 16 tahun 2017 itu sudah jelas tentang Fasum, Pemkab dapat mengambil alih itu kalau kemudian tidak kunjung diserahkan, kalau tidak akan terbengkalai serta sebagainya,” tambah Gus Muhdlor.

Sementara itu, Andi salah satu perwakilan warga yang kontra selama ini memang membutuhkan kejelasan status fasum. Ia khawatir setelah dijadikan makam di kemudian hari ada tuntutan. Setelah dimediasi Bupati Sidoarjo ia akhirnya dapat menerima.

GIT/IR

Sumber » @pemkabsidoarjo

Must Read

Related News