36 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaPolitik PemerintahanSebanyak 5.000 pelajar SMA/SMK sekolah serta santri Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten...

Sebanyak 5.000 pelajar SMA/SMK sekolah serta santri Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Sidoar…

Sebanyak 5.000 pelajar SMA/SMK sekolah serta santri Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Sidoarjo mendapat vaksinasi Covid-19. Salah satunya pelajar Madrasah Aliyah As Syafi’iyah Kedensari Tanggulangin serta santri Ponpes Al-Muayyad Wates Tanggulangin.

Ratusan santri Pelajar Ponpes yang berada di Kecamatan Tanggulangin tersebut mendapatkan vaksin Sinovac dosis pertama. Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali S.IP, hadir meninjau pelaksanaan vaksinasi massal untuk 500 santri serta pelajar yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN) di Ponpes Al-Muayyad Wates Tanggulangin, Selasa, (31/8).

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor menyampaikan terima kasihnya pada BIN Jatim atas pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar di Kabupaten Sidoarjo. Hal seperti ini menurutnya bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat vaksinasi. Gus Muhdlor mengatakan kedepan vaksinasi bagi pelajar seperti ini juga akan diprioritaskan di jenjang SMP.

Baca juga :  Kunjungan Menteri Kelautan serta Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono ke Pulau Lusi membawa kabar …

“Kenapa kemudian SMP, disebabkan itu yang menjadi yuridis kabupaten,”ucapnya.

Dikatakan Gus Muhdlor, kurang lebih ada 100 ribu pelajar SMP di Kabupaten Sidoarjo yang akan menerima Vaksinasi serta secara bertahap pelajar yang divaksin usia 12 sampai 18 tahun. tetapi saat ini kendalanya ada pada ketersediaan vaksin merk Sinovac. Pasalnya hanya vaksin Sinovac yang dapat disuntikkan pada pelajar.

“Kemarin kita komunikasi dengan Kabinda, kita dapat supplay 7 ribu sehari untuk menyasar semua SMP-SMP swasta, semoga itu terealisasi,”ucapnya.

untuk menambah ketersediaan vaksin Sinovac bagi pelajar, Gus Muhdlor juga akan berkoordinasi dengan daerah lain. Stok vaksin Astrazeneca yang banyak diperoleh Kabupaten Sidoarjo akan ditukar dengan vaksin Sinovac dari Kota Surabaya.

Baca juga :  Upaya pemberantasan rokok ilegal di Kabupaten Sidoarjo gencar dilakukan Pemkab Sidoarjo. Sepert…

“Kita kemarin coba nego untuk tukar disebabkan kita lebih banyak vaksin Astrazeneca, vaksin astra ini notabenenya tidak dapat disuntikkan ke anak-anak usia 12 sampai 18 tahun,”ucapnya.

Dalam kesempatan itu Kabinda Jawa Timur, Marsma TNI Rudy Iskandar mengatakan selain melaksanakan vaksinasi bagi pelajar, institusinya juga melaksanakan vaksinasi door to door di Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo. GIT/IR.

Sumber » @pemkabsidoarjo

Must Read

Related News