31 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaMasa Pandemi, Buruh Pabrik Rokok di Sidoarjo Terima BLT 10 Bulan

Masa Pandemi, Buruh Pabrik Rokok di Sidoarjo Terima BLT 10 Bulan

SIDOARJO, – Buruh pabrik rokok di Kabupaten Sidoarjo boleh bergembira. Sebab mereka dipastikan menerima bantuan langsung tunai (BLT) dari Pemkab Sidoarjo, bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Sidoarjo.

Para buruh pabrik rokok tersebut menerima bantuan Rp 300 ribu setiap orang setiap bulan. Total sebanyak 1.930 orang buruh pabrik rokok warga Sidoarjo yang akan menerima selama 10 bulan.

Penyaluran BLT dilakukan nontunai melalui BPR Delta Artha Kabupaten Sidoarjo. Realisasi pencairan terhitung mulai Maret sampai Desember 2021. Mereka menerimanya secara bertahap.

“Tahap pertama disalurkan untuk periode bulan Maret sampai Agustus 2021, tahap berikutnya disalurkan per bulan,” kata Asisten Administrasi Perekonomian serta Pembangunan Setda Sidoarjo Benny Airlangga.

Baca juga :  Hallo slurr…males kape nang pasar? pekoro mager ato opo ae …saiki @dawetbakeransda isok d…

Benny menerangkan, penyaluran BLT tersebut dalam rangka menjalankan amanat peraturan Menteri Keuangan nomer 206 tahun 2020 tentang penggunaan, pemantauan serta evaluasi DBHCHT.

“Pelaksanaan program pembinaan lingkungan sosial untuk mendukung bidang kesejahteraan masyarakat dilakukan melalui melalui kegiatan pemberitan BLT seperti ini,” jelasnya.

Wakil Bupati Sidoarjo Subandi mengharapkan pemberian BLT mampu meningkatkan kesejahteraan buruh pabrik rokok warga Sidoarjo. Dengan bantuan tersebut, lanjut dia, ia juga berharap daya beli masyarakat meningkat di masa pandemi Covid-19.

“Dengan begitu roda perekonomian di Kabupaten Sidoarjo akan terus berputar serta membaik di masa pandemi saat ini,” harapnya Selesai menyerahkan BLT pada buruh rokok di PR Cengkir Mas Desa Gempolsari Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Senin, (30/8/2021).

Baca juga :  Jual Satwa Liar Dilindungi, Warga Sidoarjo Dibekuk Polisi

Selain itu, Subandi juga minta pada perusahaan rokok untuk mematuhi peraturan yang ditetapkan. Menurut dia, legalitas serta perijinan wajib dikantongi.

“Dengan begitu perusahaan rokok dapat menjalankan usahanya dengan lancar. Tidak lagi menjadi kejar-kejaran aparat yang berwenang,” pintanya.

Bukan hanya itu, Subandi juga mendorong industri rokok membantu pemerintah dalam penerimaan negara dibidang tembakau serta cukai. Oleh karenanya diharapkan perusahaan rokok yang ada dapat bersinergi dalam pembangunan.

“Industri rokok ini membantu pemerintah dalam penerimaan negara dibidang tembakau serta cukai sehingga berkontribusi dalam pembangunan,” ucapnya.

Di sisi lain Wabup H Subandi mengungkapkan Kabupaten Sidoarjo akan berencana membangun Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT). Kawasan tersebut akan menampung industri rokok yang ada.

Baca juga :  nah para tretan, hari senin 11/10 kemarin di Puri Manggala Bhakti. Pemkot Probolinggo melaunchi…

“Dengan KIHT ini diharapkan tumbuh industri-industri bukan seperti tembakau campur, pengangkutan, itiket filter, pengemasan sehingga dapat menyerap tenaga kerja yang lebih baik,” pungkasnya.

Ernaningsih, salah satu pekerja atau buruh pabri rokok di wilayah Tanggulangin Sidoarjo mengaku senang menerima BLT, di tengah kondisi ekonomi keluarga yang cukup sulit.

“Lumayan dapat untuk menambah uang belanja. Soalnya di masa pandemi ini kebutuhan tetap tinggi tapi penghasilan justru menurun. Dagangan suami di bidang tas serta koper juga lagi sulit,” kata Ernaningsih.

Sumber »

Must Read

Related News