30 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaTuntut Keadilan, Istri Terdakwa Penipuan di Sidoarjo Adukan Oknum Jaksa serta Hakim...

Tuntut Keadilan, Istri Terdakwa Penipuan di Sidoarjo Adukan Oknum Jaksa serta Hakim ke Sejumlah Institusi

SIDOARJO, –Wajah Igne Permana (49), masih terlihat sedih. Tepat Selasa (27/7/3031), ibu tiga anak sudah 7 hari ditinggal pendamping hidupnya, Heru Suyanto, yang tak lain suaminya, pada 21 Juli 2021 lalu.

Perempuan yang tinggal di Padukuan Selautan RT 013, RW 003, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo itu sangat terpukul dengan kepergian suaminya untuk selamanya, apalagi ia tak dapat mendampingi saat detik-detik terakhir kepergiannya.

tetapi lebih terpukul lagi bagi Igne, mendiang suaminya, Heru Suryanto alias Ken meninggal masih berstatus terdakwa perkara dugaan penipuan serta merasa mendapatkan perlakuan tak adil, merasa dizalimi oknum jaksa serta hakim.

“Saya kecewa dengan proses hukum pada suami saya. Kami menuntut keadilan, kami minta pihak-pihak terkait untuk diproses. Ini supaya tidak terjadi pada pihak lain,” ucap Igne Permana, didampingi kuasa hukumnya, Yunus Susanto.

Proses hukum yang dinilai janggal itu, dijelaskan Yunus Susanto, berawal setelah putusan sela perkara kliennya nomor Perkara No. 390/Pd.B/2021/PN.Sda dikabulkan majelis hakim PN Sidoarjo.

Dalam amar putusan sela itu, Yunus menjelaskan majelis hakim yang diketuai Agus Pambudi, Hakim Anggota Harijanto serta Joedi mengabulkan eksepsi yang diajukan tersebut.

“Majelis hakim menyatakan keberatan dari terdakwa melalui penasihat hukum terdakwa Heru Suyanto alias Ken tersebut diterima. Majelis hakim menyatakan Surat Dakwaan Penuntut Umum Nomor Register Perkara : PDM-94/Sidoa/Epp.2/05/2021 tertanggal 2 Juni 2021 batal demi hukum,” jelas dia.

Baca juga :  Sosialisasi Pemberantasan Rokok Ilegal di Kabupaten Sidoarjo Digencarkan

Selain itu, sambung dia, majelis hakim juga memerintahkan mengembalikan berkas perkara ini pada penuntut umum. serta Ketua Majelis Hakim memerintahkan terdakwa segera dibebaskan dari tahanan setelah putusan ini diucapkan.

“Putusan sela ini dibacakan pada 29 Juni 2021, sekitar pukul 15.00 WIB. Ini jelas amar putusan majelis hakim dalam sidang terbuka untuk umum,” ucap dia.

Masih menurut Yunus, putusan yang memerintahkan supaya kliennya segera dikeluarkan dari tahanan yang ditahan di Rutan Mapolresta Sidoarjo itu tak pernah terlaksana.

Justru, saat dia bersama keluarga minta pada jaksa untuk menjalankan putusan tersebut diminta supaya menunggu di Kantor Kejari Sidoarjo.

“Saya di WA (Whatapps) pukul 16.15 WIB itu hari yang sama. Lalu kami diberitahu lagi supaya menunggu di Rutan Mapolresta Sidoarjo kurang lebih sampai jam 19.00 WIB,” jelasnya.

Selang setengah jam, tepatnya pukul 19.30 WIB, Yunus mengaku jika jaksa yang menangani perkara itu beserta rombongan staf kurang lebih 6 orang tiba di Rutan Polresta Sidoarjo serta bertemu dirinya serta langsung masuk ke rutan.

“Lalu (jaksa) menyampaikan ke saya. Selamat malam Pak Yunus, kami saat ini tetap melakukan penahanan terhadap klien bapak atas dasar Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Sidoarjo yang sekaligus merangkap Ketua Majelis Hakim yang baru, dengan menunjukkan penetapannya,” jelasnya menirukan ucapannya.

Baca juga :  Terlilit Utang disebabkan Judi, Warga Pasuruan Curi Mobil Juragan Bakso di Sidoarjo

Bagi Yunus, munculnya penetapan serta perpanjangan penahanan baru itu sangat janggal, apalagi, hanya ada selisih jam saja.

“Klien kami belum pernah dikeluarkan dari tahanan, tapi kok tiba-tiba muncul penetapan serta perpanjangan penahanan. Ini bagi kami sangat janggal sekali disebabkan begitu cepat,” ungkapnya.

Selain itu, Yunus juga menyesalkan, selama kliennya menjadi tahanan baru serta dititipkan di Mapolresta Sidoarjo, beberapa hari kemudian kliennya menderita sakit sesak napas.

“Sudah kondisi sesak napas serta kadar oksigen dalam darah klien di bawah 80, juga belum ditolong secepatnya. Baru kami desak kemudian klien dilarikan ke RS Delta Surya hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Sidoarjo serta ternyata positif Covid-19,” jelasnya.

Saat berada di RSUD Sidoarjo, kliennya meninggal dunia, tepatnya pada 21 Juli 2021 pukul 8.30 WIB. Yunus mengaku, sempat berkomunikasi dengan jaksa yang menangani perkara tersebut.

“Semua komunikasi kami ada, saat itu dibilang kondisi klien kami membaik. Padahal, sudah meninggal dunia. Sampai meninggal pun, tidak ada jaksa yang bertakziah atau mendatangi rumah keluarga klien saya. Kami sangat kecewa, jelasnya.

Sementara atas persoalan itu, pihak keluarga terdakwa melayangkan surat ke sejumlah institusi untuk melaporkan oknum jaksa serta hakim yang dinilai telah menyalahi undang-undang serta merengut hak asasi manusia (HAM) hingga suaminya meninggal dunia.

Baca juga :  Dua Begal Bersenjata Samurai di Sidoarjo Ditangkap Polisi

“Kami sudah untuk laporan yang sudah kami kirimkan serta tujukan ke Jaksa Agung, Jamwas, Komisi Kejaksaan, Ombudsmen, Komisi III DPR RI serta Komnas HAM,” ucap Yunus Susanto, Kuasa Hukum Igne Permana ketika jumpa pers dengan wartawan di wilayah Sidoarjo, Senin (26/7/2021).

“Kami juga berkirim surat ke Ketua Mahkamah Agung, Bawas MA serta Komisi Yudisial,” tambah Yunus sambil menunjukan berkas laporan pada wartawan.

Yunus menjelaskan oknum yang dilaporkan yang memegang perkara kliennya yaitu GH, selaku jaksa pertama serta RD, selaku jaksa kedua. “Kalau hakim yang kami laporkan ialah Ketua PN Sidoarjo,” jelasnya.

Ia menerangkan, pelaporan yang sudah dibuat serta dikirimkan ke sejumlah institusi tersebut disebabkan ada konspirasi antara Jaksa serta Ketua PN Sidoarjo atas perkara kliennya.

Di mana, lanjut dia, para penegak hukum tersebut ada konspirasi tindakan sewenang-wenang serta ketidak profesionalan menangani perkara tersebut.

“Kami tidak mempersoalkan pokok perkara. Kami menyoal terkait proses tahapan serta prosedur yang dilakukan sewenang-wenang pada klien kami hingga klien kami meninggal dunia,” jelasnya.

Pihak PN Sidoarjo ketika dikonfirmasi terkait persoalan itu akan segera memberikan klarifikasi melalui bagian humas. “Langsung ke humas,” ucap Ketua PN Sidoarjo M Muchlis. Begitupun dengan pihak Kejari Sidoarjo.

Sumber »

WhatsApp Image 2021 08 22 at 14.51.40

Must Read

WhatsApp Image 2021 08 22 at 14.51.40

Related News