31 C
Sidoarjo
BerandaJatimForkopimda Jatim Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru 2021

Forkopimda Jatim Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru 2021

 

 

SURABAYA,- Forkopimda Jawa Timur, Rabu (5/5/2021) pagi, menggelar Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru. Yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta serta didampingi Pangdam V Brawijaya serta Sekdaprov Jatim.

Kapolda Jatim Irjen Nico menyebutkan, Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur
terkait seperti TNI, Pemda, serta mitra kamtibmas lainnya.

“Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 H tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. Hal ini disebabkan disebabkan adanya peningkatan
aktifitas masyarakat khususnya menjelang akhir bulan suci Ramadhan serta hari raya Idul Fitri,” jelas Kapolda Jatim saat berikan arahan, Rabu (5/5/2021) pagi.

Forkopimda Jatim Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru 2021

1620190959 696 Forkopimda Jatim Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Semeru 2021

Pemerintah telah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H. Ini merupakan tahun kedua
Pemerintah mengambil kebijakan tersebut disebabkan situasi pandemi Covid-19.

“Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil melalui
berbagai macam pertimbangan, yaitu pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar
93% setelah pelaksanaan libur Idul Fitri pada tahun 2020/1441 H,” tambahnya.

Lanjut Kapolda, keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik sulit untuk ditahan. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, apabila Pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang.

“tetapi setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 7% atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik. Oleh disebabkan itu, kegiatan Operasi Ketupat-2021 harus dilaksanakan
dengan sungguh-sungguh oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai
hukum tertinggi,” lanjut dia.

Prioritaskan langkah-langkah preemtif serta preventif secara humanis, sehingga masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan. Laksanakan penegakan hukum sebagai upaya terakhir “ultimum remedium” secara tegas serta profesional terhadap pelanggar protokol kesehatan yang sudah berulang kali serta oknum-oknum masyarakat yang menimbulkan dampak
negatif kesehatan secara luas serta menciptakan klaster baru Covid-19.

“target yang ingin dicapai ialah masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman serta nyaman serta terhindar dari bahaya Covid-19. Dalam pelaksanaan Operasi Ketupat-2021, jumlah personel yang terlibat sebanyak 155.005 pers gabungan terdiri atas 90.592 personel Polri, 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya seperti satuan Polisi Pamong Praja, Dinas
Perhubungan, Dinas Kesehatan, pramuka, Jasa Raharja,” urai dia.

Personel tersebut akan ditempatkan pada 381 pos penyekatan untuk mengantisipasi masyarakat yang masih berniat serta akan melaksanakan mudik, 1.536 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan kamtibmas serta kamseltibcar lantas, serta 596 pos pelayanan serta 180 pos terpadu untuk
melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata.

“untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dalam negeri, segera maksimalkan kegiatan posko di terminal, bandar udara, pelabuhan, serta stasiun. Posko ini bukan hanya sekedar menjadi posko pengamanan serta pelayanan, tetapi juga berfungsi
untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, melalui,” jelasnya.

Dalam satu wilayah jangan berkunjung, kalau dapat di rumah saja. disebabkan penyebaran Covid-19 semakin berbahaya apabila berkumpul. Masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan melakukan WA dengan Vidcall dengan keluarga maupun menlfon keluarga.

“Hati serta pikiran dari masyarakat harus tertanam bahwa Covid-19 ini bahaya. Sehingga kami memohon pada masyarakat untuk betul-betul jaga protokol kesehatan. Sehingga dapat menahan diri untuk tidak melakukan mudik lebaran,” harapnya. (Mooch)

Sumber »

WhatsApp Image 2021 08 22 at 14.51.40

Must Read

WhatsApp Image 2021 08 22 at 14.51.40

Related News