- Advertisement -
28 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaBerbaju Ala Pejuang, Komunitas Onthel Kuno di Sidoarjo Bercengkerama dengan Anak Yatim

Berbaju Ala Pejuang, Komunitas Onthel Kuno di Sidoarjo Bercengkerama dengan Anak Yatim

SIDOARJO, -Momen bulan Ramadan dimanfaatkan komunitas sepeda onthel kuno yang tergabung dalam wadah Pelestari Onthel Kebo Anggrem Sidoarjo (Pokas) untuk bercengkerama dengan anak panti asuhan yatim piatu, da;am kegiatan bakti sosial (baksos), Minggu (2/45/2021).

Gaya bercengkerama komunitas yang memiliki lebih 50 anggota onthel aktif itu cukup unik. Ya, mereka mengenakan baju ala pejuang hingga petani, ketika menemui anak yatim piatu panti asuhan yang berada di Yayasan Al-Habibah di RT 11, RW 4, Desa Kenongo, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo.

Sebelum menemui puluhan anak yatim piatu yang diasuh ustaz Musthofa tersebut, para anggota komunitas onthel kuno itu rela mengayuh sepeda kunonya menuju lokasi acara sambil membawa sembako hingga kebutuhan lain untuk anak yatim piatu.

Baca juga :  Perangi Narkoba, Polresta serta BNNK Sidoarjo Kompak Pasang Banner Pencegahan

“Alhamdulillah, dengan semangat Ramadan kami meluangkan waktu untuk berbagi dengan anak-anak yatim piatu ini,” kata Ketua Pokas Sidoarjo Nasripan, Minggu (2/5/2021).

Budi Susanto, Wakil Ketua Pokas Sidoarjo menambahkan bahwa bakti sosial pada anak yatim piatu ialah bentuk dharma bhakti pencinta onthel kuno pada sesama.

“Jadi kami tidak hanya sekedar ngontel, tetapi kita juga peduli dengan anak yatim serta duafa. Bahkti sosial ini murni dari iuran anggota onthel kami,” jelasnya.

Soal pakaian ala pejuang yang dikenakan saat bercengkrama dengan anak yatim piatu, Budi menjelaskan baju ala tentara hingga pejuang yang dipergunakan semua anggota ialah bentuk dari melestarikan sejarah. Itu diperkenalkan pada anak yatim piatu.

Baca juga :  Tertabrak Truk di Sidoarjo, Warga Ngarjo Mojokerto Tewas

“Jadi sebelum tahun 45, jaman perjuangan rata-rata kendaraannya sepeda onthel kuno yang sekarang ini masih tetap kita lestarikan. Ini bentuk melestarikan sejarah lampau,” jelas pria yang juga aktif di serikat buruh itu.

Musthofa, Pengasuh Panti Asuhan Yayasan Al-Habibah mengaku sempat kaget dengan kedatangan para anggota komunitas sepeda onthel kuno dengan baju ala pejuang saat tiba di tempatnya. tetapi, ia mengapresiasi disebabkan hingga saat ini masih tetap ada yang melestarikannya.

“Kami sangat mengapresiasi. Kami juga bersyukur serta berterima kasih atas santunan yang diberikan membantu 60 anak yatim yang ada di sini. Semoga mendapat balasan rezeki yang barokah,” pungkasnya.

Sumber »

MUST READ
JANGAN LEWATKAN
- Advertisement -