- Advertisement -
31 C
Sidoarjo
BerandaSidoarjo RayaSidang Guru di Sidoarjo, Saksi Kunci Ungkap Mobil Diserahkan Pelapor

Sidang Guru di Sidoarjo, Saksi Kunci Ungkap Mobil Diserahkan Pelapor

SIDOARJO, -Sidang perkara dugaan penggelapan serta pencurian bodi mobil Toyota Corona 1976 yang didakwakan pada Mujib Edikara, guru SMK Kosgoro 1 Balongbendo, Sidoarjo mengungkap fakta menarik.

Agustini Hariyanti, Kepala Sekolah SMK Kosgoro 1 Balongbendo Sidoarjo yang notabenya sebagai saksi kunci mengungkap, mobil tersebut masuk inventaris sekolah.

“Inventarisir saat itu dibuat saat Ibu Fifa (mantan Kepsek). Itu sebelum saya menjabat Kepsek,” kata perempuan yang menjabat Kepsek mulai 2018 hingga 2022 itu saat bersaksi di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu (28/4/2021).

Selain itu, Hariyanti juga menegaskan jika dirinya sejak ditunjuk serta mendapat mandat menjadi kepsek sempat menanyakan pada Suwandi tentang kepemilikan mobil tersebut.

Sebab, ia mengetahui sejarah mobil tersebut milik Suwandi yang diserahkan saat istrinya Fifa Musmulyati menjadi Kepala Sekolah (Kepsek). Mobil itu diserahkan untuk praktek siswa SMK Kosgoro.

Pertanyaan yang disampaikan Hariyanti pada Suwandi dilakukan sebelum Hariyanti memimpin rapat untuk menjual bodi mobil yang kondisinya sudah rusak serta tak layak pakai di bawah tiang bendera halaman sekolah.

“Saya sempat tanyakan, Pak Wandi mobilnya gimana, jenengan (kamu) bawa pulang atau gimana?,” tanya Hariyanti saat itu pada Suwandi. “Kan sudah diserahkan ke sekolah,” ucap dia menirukan jawaban Suwandi saat itu.

Baca juga :  MARBLE PUDING 150K AJA .Tampilannya eye catching banget deh super istimewa. Marble Puding in...

Keterangan diserahkan itu ternyata didengar Suwandi yang hadir dalam ruang sidang. Suwandi yang notabenya pelapor atas perkara itu langsung reaksi. “Bohong, Pak,” ucap Suwandi yang saat itu sedang menyaksikan sidang.

Ungkapam Suwandi itu membuat Harijanto, Ketua Majelis Hakim geram hingga mengusir dari ruang sidang. “Saudara keluar,” perintah Harijanto hingga kembali melanjutkan sidang.

Hariyanti mengaku dirinya yang saat itu mengundang rapat para guru disebabkan baru ditunjuk sebagai kepala sekola. Ia pun harus punya program kerja, salah satunya membahas upacara bendera.

“disebabkan selama ini tidak ada acara bendera,” akunya. Sementara di bawah tiang bendera ada bodi mobil tidak terpakai untuk praktek siswa serta sudah berkarat. Menurut dia, kalaupun bodi mobil itu didorong tidak dapat disebabkan patah. “Kalaupun dipindahkan juga tidak ada tempat,” jelasnya.

Sehingga, sambung dia, bodi mobil itu disepakati bersama dalam musyawarah rapat untuk dijual disebabkan bodi mobil itu tidak dipergunakan praktek serta sudah tidak ada nilainya. “Yang dipergunakan praktek mesinnya saja,” ucap dia.

Kesepakatan itu akhirnya menunjuk Mujib Edikara untuk mencarikan pembeli. “Kita gak menyuruh, tapi saat rapat temen-temen bilang Pak Mujib saja,” ungkapnya.

Baca juga :  Kalbe Consumer Health melalui Kalpanax & Entrostop, Gelar Penyemprotan Disinfektan di Pasar Sid...

Bodi mobil pun akhirnya dijual hingga laku seharga Rp 1,2 juta. “Uangnya itu masuk sekolah,” sebutnya. Ia mengaku baru mengetahui jika penjualan itu disoal oleh Suwandi. “Saya baru tau ketika dipanggil Polsek,” jelasnya.

Sementara dalam sidang sebelumnya mengungkap fakta hukum mobil tersebut diserahkan oleh Suwandi. Hal itu ditegaskan Fifa Musmulyati, mantan istri yang juga mantan Kepsek yang menerima penyerahan mobil pada tahun 2015.

Fifa menceritakan saat itu mantan suaminya menyampaikan niat menyerahkan mobil Corona ke sekolah untuk dipergunakan praktek siswa. Niat itu disampaikan saat berada di kamar. Usulan itu muncul dari mantan suaminya.

Bahkan, Fifa mengaku saat itu juga mengiyakan permintaan mantan suaminya atas pertimbangan mobil tersebut dari pada tidak terpakai di bengkel wilayah Kecamatan Wonoayu. Fifa mengaku mobil dalam keadaan mati itu lalu diderek ke sekolahan.

Pihak sekolah yang membayar derek seharga Rp 500 ribu. Itu ditegaskan ada bukti kwitansinya di bendahara sekolah. Bukan hanya itu, Ibu dua anak itu juga menegaskan saat ada akreditasi tahun 2016, mantan suaminya itu yang mengusulkan jika mobil tersebut dimasukan ke dalam inventaris sekolah.

Baca juga :  Hai . Mitra sunatan ada event baru ini.. Private Khitan Dewasa VVIP di Fave Hotel Rungkut Surab...

meski demikian, Fifa yang sudah bercerai pada tahun 2019 itu tak tau jika mobil tersebut yang mesinnya dipergunakan praktek siswa serta bodi mobil tak layak justru diminta kembali oleh mantan suaminya itu. Fifa baru mengetahui saat dipanggil serta diperiksa oleh penyidik Polsek Balongbendo.

Suwandi, selaku pelapor menyoal bodi tersebut disebabkan mengklaim masih memiliki BPKB serta STNK hanya meminjamkan saja mobil tersebut. Pelaporan itu pada Agustus 2020 lalu atau sekitar setahun setelah pelapor bercerai dengan mantan istrinya yang pernah menjabat sebagai Kepsek SMK Kosgoro 1 Balongbendo.

Fifa pun heran disebabkan mobil yang diserahkan serta disaksikan juga saat itu oleh para guru pada akhirnya diklaim mantan suaminya hanya dipinjamkan. Kini, kasus tersebut justru berbuah pahit bagi Mujib Edikara, guru SMK Kosgoro 1 Balongbendo.

Mujib yang hanya menjalankan perintah serta tak menikmati sepeserpun hasil penjualan itu harus diadili di PN Sidoarjo. Ia didakwa pasal 372 KUHP tentang penggelapan serta atau pasal 362 KUHP tentang pencurian atas bodi mobil Toyota Corona 1976.

Sumber »

MUST READ
JANGAN LEWATKAN
- Advertisement -