32 C
Sidoarjo
BerandaJatimAksi Premanisme di Lamongan, Kapolres tidak ada Ruang di Wilayahnya

Aksi Premanisme di Lamongan, Kapolres tidak ada Ruang di Wilayahnya

LAMONGAN, – Aksi premanisme di Lamongan Jawa Timur. Akubat ulah mereka tersebut, salah seorang anggota Polri menjadi korban kekerasan serta diduga dilakukan oleh belasan pemuda. Saat ini berhasil diamankan oleh anggota Polres Lamongan.

Akibat ulah tindakan aksi premanisme tersebut, maka perbuatannya tidak dapat ditolelir apapun alasannya termasuk alasan disebabkan sakit hati atau ketersinggungan.

“Saat ditempat kejadian perkara Sedayulawas sampai ada seorang anggota polisi yang jadi korban perlawanan saat hendak melerai aksi kekerasan saat itu.

Para pelaku yang melakukan aksi premanisme ini diduga akibat terpengaruh minuman keras. disebabkan menurutnya, saat kejadian di Labuhan Sedayulawas Kecamatan Brondong tersebut salah petugas menjadi korban.

Pihaknya tidak akan memberikan ruang gerak aksi premanisme dilakukan belasan pemuda pada saat menjelang berbuka puasa serta waktu sahur.

Kita tidak akan memberikan ruang serta waktu bagi aksi premanisme. Termasuk dari kalangan manapun serta siapapun

“Kita bergerak cepat, tidak akan memberi ruang sedikitpun bagi para preman. Sebanyak 6 orang menjadi korban kebrutalan para preman desa tersebut.

Saat ditangkap ada yang mencoba berusaha untuk kabur tetapi polisi berhasil mengamankan 12 preman di 3 lokasi kejadian.

Aksi di Pelabuhan Sedayulawas, beber AKBP Miko, menyebabkan seorang terluka, dengan 4 tersangka, satu diantaranya anak dibawah umur.

Diwilayah Paciran tepatnya di jalan raya Deandels Desa Kranji Paciran menjelang makan sahur melibatkan 2 orang dewasa serta seorang anak – anak.

Proses persidangan bagi anak – anak dibawah umur akan diterapkan perlakukan hukumnya untuk anak,” ungkap AKBP Miko Indrayana saat press release yang didampingi Kasat Reskrim, AKP Yoan Septi Hendri di halaman Mapolres Lamongan pada Senin (26/04).

Selain itu, aksi kekerasan premanisme ini tidak hanya terjadi di Sedayulawas Brondong serta wilayah Paciran saja.

Kejadian pengeroyokan di Bluluk ini dilakukan 6 orang yakni lima diantaranya dewasa serta seorang masih anak – anak hingga mengakibatkan 3 orang mengalami luka – luka.

Aksi premanisme yang diduga dilakukan belasan pemuda tersebut, akhirnya anggota Polres Lamongan juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni sebatang kayu, batu, pakaian serta barang bukti lainnya.

Atas perbuatannya tersebut, para pelaku dijerat pasal 170 ayat (2) KUHP, pasal 214  KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara,” pungkasnya

(iful)

Sumber »

MUST READ
JANGAN LEWATKAN
- Advertisement -