- Advertisement -
25 C
Sidoarjo
BerandaJatimPolresta Sidoarjo Ajak Netizen Gencarkan informasi peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri...

Polresta Sidoarjo Ajak Netizen Gencarkan informasi peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 2021

SIDOARJO, Jatim.siberindo.co – Polresta Sidoarjo terus mensosialisasikan aturan pemerintah tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 2021. Kali ini dengan mengajak warganet (netizen) di wilayah Kabupaten Sidoarjo supaya aktif mengedukasi masyarakat di media sosial, terkait upaya pengendalian penyebaran Covid-19 yakni mengeluarkan surat edaran larangan mudik.

Ps. Kasubag Humas Polresta Sidoarjo Ipda Tri Novi Handono, Jumat (23/04/2021), menyampaikan pada puluhan netizen Sidoarjo, supaya turut menggiatkan informasi di media sosial terkait segala informasi peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 2021.

“Larangan mudik berkaca pada kejadian gelombang kedua lonjakan kenaikan kasus Covid-19 di India, akibat mobilitas masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. disebabkan itu, pemerintah kita berupaya kejadian di India tidak terjadi di Indonesia, mengingat kasus Covid-19 di wilayah kita sudah terus menurun,” jelas Ipda Tri Novi Handono.

Maka, supaya program baik pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini dapat berjalan lancar. Kita gandeng berbagai pihak, untuk mensosialisasikannya serta mengedukasi masyarakat termasuk terus disiplin protokol kesehatan 5M.

Amel, Netizen ILS mengatakan, banyak konten positif yang berisi larangan mudik serta pengendalian Covid-19. Ia bersama para netizen menyatakan siap gencar menyebarluaskan informasi tersebut pada masyarakat, melalui akses jejaring sosial.

Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 terus melakukan pengetatan mobilitas Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) terkait larangan mudik guna menekan penyebaran virus corona.

Pengetatan mobilitas tersebut tertuang dalam Addendum Surat Edaran (SE) Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah serta Upaya Pengendalian Penyebaran Covid-19 selama Bulan Suci Ramadhan 1442 Hijriah.

Dalam addendum itu mengatur pengetatan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri selama H-14 peniadaan mudik (22 April-5 Mei 2021) serta H+7 peniadaan mudik (18 Mei-24 Mei 2021). Selain itu, addendum Satgas Covid-19 juga mengatur tentang perjalanan PPDN pada masa peniadaan mudik pada moda transportasi udara, laut, kereta api, transportasi umum darat, serta transportasi darat pribadi.

(Ries/Bay)

Sumber »

MUST READ
JANGAN LEWATKAN
- Advertisement -