- Advertisement -
25 C
Sidoarjo
BerandaJatimAkan Dilakukan Tindakan Tegas SR Lamongan-Gresik, Bila Terbukti ada Pungli di SPBU...

Akan Dilakukan Tindakan Tegas SR Lamongan-Gresik, Bila Terbukti ada Pungli di SPBU Karanglangit

LAMONGAN, — Salah satu anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Lamongan Jawa Timur, Rohman mendatangi kantor managemen SPBU di desa Karanglangit Lamongan, tepatnya jalan nasional Surabaya – Babat.

Kedatangan Rohman bertujuan untuk melakukan klarifikasi pada pihak managemen SPBU serta ditemui oleh Rizzal Endra Y bagian penerimaan setoran keuangan SPBU.

Saat dikonfirmasi, ia membenarkan kalau ada antrian pembelian BBM premium sehari sebanyak 30 an orang antrian kata Rizzal serta premiumnya cuma dibatasi saja serta sampai jam 14.00 WIB serta selain itu pertamax disebabkan tuntutan penjualan.

Kita atur antrian konsumen pembelian BBM serta diperbolehkan supaya tidak berkerumun serta ruwet, nanti kalau berkerumun kita ada tegoran dari pihak kepolisian,” ujar Rizzal sambil memegang bendel nomer urut antrian serta sempat nomernya antriannya ada yang terjatuh ke lantai.

untuk pembelian bawah curigen bagi pedagang bensin (BBM) eceran diperbolehkan beli serta ada surat keterangan dari desa. Sesuai klasifilasinya, menurut Rizzal bervariasi sesuai dengan kebutuhan konsumen disebabkan dagang ada yang sepi serta ramai.

Ketika ditanya setiap konsumen mengambil nomer antrian dimintai uang oleh oknum pegawai SPBU kalau nomernya jauh bayar berkisar antara Rp. 30 ribu, sedangkan kalau antrian nomernya pendek bayar Rp. 20 ribu.

Terkait hal tersebut Rizzal berkata Wow seraya diam serta menepis. Disampaikan besok datang saja lagi ke sini pagi jam 09.00 WIB disebabkan ini bukan bagian saya tapi bagian Pak Muflik soal pengadaan minyak (BBM). Skalian nanti kami cari.

Rizzal menambahkan bahwa enaknya dihadapkan saja untuk dikroscek (pihak konsumen serta pihak SPBU) hal tersebut tidak benar, dulu memang pernah ada komsumen antrian yang menawarkan uang tip atas inisiasi konsumen sendiri, tetapi pihak kami menolaknya. Kalau kami yang minta itu salah.

Rizzal kembali menjelaskan, kalau dulu saat ia yang menulis antrian ada permintaan, “Pak saya mintak nomer 2 serta memang dikasih uang, tapi kalau melakukan penatikan kami ndk mas.

Kemudian anggota salah satu LSM di Lamongan sebelum meninggalkan tempat memintak contak person, Rizzal enggan memberikannya, tetapi anehnya Rizzal malah memberikan nomer antrian nomer 1 (satu).

Sementara, Rohman salah satu anggota Lembaga Swadaya Masyarakat LP-KPK saat melakukan kroscek adanya dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum pegawai SPBU di desa Karanglangit, tepatnya dijalan nasional Surabaya – Babat.

Obyek persoalan, “Setiap konsumen saat mengambil nomer antrian dimintai uang oleh oknum pegawai SPBU kalau nomernya jauh bayar berkisar antara Rp. 30 ribu an, sedangkan kalau antrian nomernya pendek bayar Rp. 20 ribu an.

Sebelumnya, Rohman menerima aduan dari masyarakat / konsumen tersebut disebabkan banyak yang mengeluh, disebabkan adanya dugaan pungli di SPBU Karanglangit.

Mengutip dari aduan yang ada, “Ya angger kulak bengi jupok nomer 30rb awan oleh bensin 20rb per 120liter” (Ya kalau beli malam ambil nomer antrian Rp 30 ribu, siang dapat bensin Rp 20 ribu per 120 liter).

“Mafia bensin pungli pol2an iku. Nomer antri bayar

Gk antri gak oleh jupok nek gk entek antrianE. Begitu aduan para konsumen yang mengeluhkan tidakan oknum pegawai SPBU.

Rohman menegaskan supaya SPBU di Karanglangit jangan sampai berani melakukan pungutan liar (Pungli) terutama pada para konsumen.

“ Dalam waktu dekat ini kalau pihak SPBU tidak segera melakukan klarifikasi untuk menindak oknum pegawai SPBU yang nakal tersebut kami akan melaporkan manajemen SPBU tersebut ke pihak pertamina.

Sebab, puluhan konsumen merasa keberatan adanya pungutan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” kata Rohman, Kamis (22/04).

Jika memang ada tarif menurut Rohman, jika minta sewajarnya tidak mengapa, jangan sampai mematok setiap pengisian diminta Rp 20 ribu – Rp 30 ribu tentu ini memberatkan terutama bagi mereka yang ingin mendapatkan BBM ini secara adil.

Menurut Rohman, pihaknya tidak menyoal adanya atau tidak aktivitas pelangsiran yang penting masyarakat yang betul-betul membutuhkan minyak itu dapat terpenuhi.

tetapi, “Kalau memang BBM itu untuk masyarakat yang membutuhkan itu yang sangat kita harapkan, jangan sebaliknya justru dimanfaatkan sebagai paraktek pungli oleh oknum pegawai SPBU, untuk memperkaya diri,” tukasnya.

Rohman menyayangkan masih ada pungutan yang sangat tidak wajar pada warga yang mengisi BBM, selain itu ia juga mengingatkan pihak SPBU supaya benar-benar melayani masyarakat.

“Pihak SPBU mengetahui aturan tetapi jangan aturan itu justru mereka langgar sendiri, kalau begitu kita minta supaya ditindak tegas,” pungkasnya.

Sementara, Ardi selaku Sales Regional yang membawahi Wilayah Kabupaten Lamongan-Gresik, saat dimintai keterangan sejumlah wartawan ia angkat bicara, untuk premium tidak disebutkan ada batasan tertentu disebabkan bukan barang subsidi tetapi hanya penugasan dari pemerintah.

“Sepengetahuan saya hanya untuk konsumen kendaraan serta tidak sepatutnya diperjualbelikan secara eceran dengan jerigen dengan maksud mencari keuntungan,” tandas Ardi.

Terkait informasi dari beberapa masyarakat/Konsumen yang mengeluhkan adanya pungutan liar (pungli) yang Diduga dilakukan oleh Oknum Pegawai SPBU di Desa Karanglangit.

Saat membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) harus mengeluarkan biaya tambahan guna mengambil nomor antrian, Ardi mengatakan, baik terima kasih atas informasinya akan ditindaklanjuti. Dengan melakukan penindakan sesuai kontrak yang berlaku,” tegasnya.

(Iful)

Sumber »

MUST READ
JANGAN LEWATKAN
- Advertisement -