- Advertisement -
28 C
Sidoarjo
BerandaJatimKapolres Pelabuhan Tanjung Perak Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru Tahun...

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru Tahun 2021

Surabaya – Polres Pelabuhan Tanjung Perak Apel Gelar Pasukan dalam rangka Operasi Keselamatan Semeru Tahun 2021, bertempat di depan Mako, pada hari Senin tanggal 12 April 2021 dimulai pukul 07.55 – 08.25 wib.

Apel Gelar Pasukan dipimpin Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum, serta didampingi Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Anggi Saputra Ibrahim, serta diikuti Danramil 0830/03 Pabean Cantian Mayor Inf Heri Susanto, 1 Pleton PJU & Kapolsek Jajaran, 1 Pleton Pama, 2 Pleton Anggota Satsabhara, 1 Pleton Anggota Satlantas, 1 Pleton Gabungan Anggota Satreskrim, Satresnarkoba serta Satinntelkam, 1 Regu Anggota Polwan, 1 Pleton Anggota Kodim 0830/SU, 1 Regu Anggota Pomal, 1 Regu Anggota Dishub serta 1 Regu Petugas PMK.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, Operasi Keselamatan Semeru Tahun 2021 dilaksanakan selama 14 hari terhitung mulai tanggal 12 April 2021 s/d 25 April 2021.

“Operasi keselamatan dengan kita tandai penyematan pita operasi pada anggota perwakilan,” kata AKBP Ganis.

Lanjut Kapolres, Mengawali sambutan ini, marilah kita memanjatkan puji serta syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, disebabkan atas segala rahmat serta karunia-nya, kita dapat hadir pada apel gelar pasukan dalam rangka “Operasi Keselamatan Semeru” tahun 2021, dalam keadaan sehat wal’afiat.

“Sebelum menyampaikan amanat ini saya selaku pimpinan mengucapkan terima kasih serta penghargaan yang sebesar-besarnya pada seluruh anggota serta instansi terkait atas tugas serta pengabdiannya dalam rangka pencegahan Covid-19 di wilayah Jawa Timur sehingga penyebaran Covid-19 dapat dikendalikan,” tuturnya.

untuk menjadi perhatian bagi peserta apel supaya lebih fokus permasalahan di bidang lalu lintas, disebabkan dewasa ini telah berkembang dengan cepat serta dinamis. Hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor serta populasi penduduk, yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

“Perkembangan transportasi juga telah menginjak era digital, dimana operasional order angkutan publik sudah berada dalam genggaman (cukup menggunakan handphone). Modernisasi ini perlu diikuti dengan inovasi serta kinerja polri khususnya polantas, sehingga mampu mengantisipasi segala dampak yang akan timbul dari modernisasi transportasi tersebut. Polisi lalu lintas terus berupaya melaksanakan program prioritas kapolri untuk mentrasformasi menuju polri yang “PRESISI”, ungkapnya.

Pelaksanaan operasi keselamatan tahun ini masih sama dengan tahun sebelumnya khususnya pada tahun 2020, dimana saat ini masih dalam situasi pandemi, meskipun penularan Covid-19 di jawa timur mengalami trend penurunan, tetapi demikian harus tetap diwaspadai mengingat penyebaran virus ini sangat cepat serta hingga saat ini belum ditemukan obat medis yang dapat menyembuhkan secara langsung.

“disebabkan keberhasilan menekan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur ini tidak lepas dari kebijakan ppkm mikro yang hingga saat ini masih dilaksanakan diitambah dengan kegiatan sosialisasi 3M serta 3T yang cukup masif serta kegiatan vaksinasi yang saat ini sudah sebagian besar diberikan pada tenaga kesehatan, tenaga pelayanan publik serta lansia,” jelasnya.

IMG 20210412 WA0069IMG 20210412 WA0071

Kondisi seperti ini harus tetap dipertahankan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan terutama menjelang Ramadhan serta Idul Fitri 1442 H, dimana diperkirakan apabila kebijakan yang telah dilakukan tersebut dilakukan pelonggaran terutama terkait aktivitas masyarakat yang menimbulkan kerumunan, maka akan berakibat menimbulkan lonjakan penyebaran Covid-19 seperti yang terjadi pada pasca libur Natal 2020 serta Tahun Baru 2021 yang lalu.

“Selain itu adanya kebijakan pemerintah terkait kebijakan larangan mudik lebaran tahun 2021 perlu didukung secara optimal dengan melakukan sosialisasi secara masif pada masyarakat supaya mereka mengerti serta paham bahwa kebijakan tersebut untuk kepentingan kita bersama supaya penyebaran Covid-19 di Indonesia serta Jawa Timur khususnya dapat dikendalikan sehingga ke depan bangsa kita sudah bebas dari pandemi Covid-19,” terangnya.

Peserta apel yang kami hormati, berdasarkan hasil anev pelaksanaan ops keselamatan tahun 2019 serta 2020 baik pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan, dimana untuk laka lantas mengalami penurunan sebanyak 19,85 % sedangkan untuk pelanggaran sebanyak 40,36 %.

“Walaupun data laka lantas serta pelanggaran lalu lintas mengalami penurunan tetapi permasalahan dibidang lalu lintas sewaktu-waktu dapat berkembang dengan cepat serta dinamis, hal ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah kendaraan bermotor serta populasi penduduk yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas,” imbunya

Selain itu permasalahan lain ialah masih tingginya angka pelanggaran lalu lintas selama pandemi, hal tersebut didasarkan pada anev penindakan serta pelanggaran lantas E-TLE periode bulan Januari sd Maret 2021 sebanyak 5.046 pelanggar yang didominasi oleh pelanggaran menerobos traffic light, pelanggaran marka serta penggunaan sabuk pengaman.

“Hal tersebut perlu adanya edukasi yang intens pada masyarakat khusunya pada kaum milenial supaya lebih tertib berlalu lintas sehingga keamanan serta keselamatan masyarakat dalam berlalu lintas dapat terwujud,” harapnya.

Peserta apel yang saya hormati, oleh disebabkan itu dalam rangka cipta kondisi kamseltibcarlantas menjelang bulan Ramadhan serta Idul Fitri 1442 H/2021 serta di tengah pandemi virus corona (Covid-19) di wilayah Jawa Timur, maka Polda Jatim beserta jajarannya melaksanakan Ops Keselamatan Semeru 2021 dengan mengedepankan kegiatan preemtif serta preventif disertai gakkum secara selektif prioritas.

“Operasi keselamatan ini akan dilaksanakan selama 14 hari di mulai tanggal 12 sd 25 April 2021, dengan kuat personel sebanyak 3.706 personel dengan perincian Polda Jatim sebanyak 390 personel serta satwil jajaran sebanyak 3.316 personel, dimana sasaran dari operasi ini antara lain masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan serta masyarakat yang tidak disiplin dalam berlalu lintas serta masyarakat yang belum memahami tentang larangan mudik lebaran tahun 2021,” paparnya.

Peserta apel yang berbahagia, apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal serta dapat berhasil sesuai dengan target serta sasaran yang telah ditetapkan khususnya dalam rangka mendukung krbijakan pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19 serta meningkatkan kesadaran serta kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas.

Sebelum mengakhiri sambutan ini, ada beberapa penekanan pada para peserta apel, sebagai berikut :

1. Laksanakan deteksi dini, aksi serta intervensi dini terhadap seluruh potensi kerawanan terkait kamseltibcarlantas serta penyebaran covid 19 supaya pelaks Operasi dapat optimal serta tepat sasaran.
2. Laksanakan kegiatan edukasi kamseltibcarlantas pada masyarakat secara intens khususnya pada kaum milineal sehingga dapat menekan angka pelanggaran serta kecelakaan lalu lintas.
3. Lakukan koordinasi secara intens dengan berbagai pihak dalam rangka kegiatan sosialisasi larangan mudik lebaran pada masyarakat sehinga masyarakat dapat patuh serta taat terhadap kebijakan pemerintah tersebut.
4. Jaga kesehatan serta tetap pedomani protokol kesehatan dalam pelaksanaan tugas supaya para anggota yang bertugas di lapangan dapat menjalankan tugas secara optimal.
5. Tingkatkan kewaspadaan dalam menjalankan tugas guna antisipasi adanya aksi teror dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Demikian sambutan saya, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan bimbingan serta perlindungan-nya pada kita semua, dalam melanjutkan tugas serta pengabdian pada masyarakat, bangsa serta negara,” pungkasnya. (Mooch)

Sumber »

MUST READ
JANGAN LEWATKAN
- Advertisement -