Jumat, 16 April 2021
32 C
Sidoarjo
Jumat, 16 April 2021
JatimRampak Sarinah Tulungagung berkesenian Tradisional sebagai Ekspresi berkebudayaan

Rampak Sarinah Tulungagung berkesenian Tradisional sebagai Ekspresi berkebudayaan

TULUNGAGUNG – Setelah berlatih menari selama 2 bulan, para ibu Rampak Sarinah kemarin, Rabu (07/4/21) menunjukkan kebolehannya dalam menari Gambyong khas Tulungagungan, yaitu Gambyong Mari Kangen.

Sekretaris Rampak Sarinah Tulungagung, Mudrikah menjelaskan bahwa, selain menari, para ibu juga berlatih kerawitan serta panembromo. Semua kegiatan dilakukan secara swadaya dengan membayar iuran untuk operasional latihan.

Seusai melihat penampilan para ibu tersebut, Kabid Pembinaan SDM Dispora Kab Tulungagung, Heri Purnomo Spd memberikan tantangan pada para ibu Rampak Sarinah untuk menari masal di acara Agustusan atau Hari Ibu tahun 2021 ini.

Wakil Ketua Rampak Sarinah Tulungagung, Astinawati langsung menerima tantangan tersebut.

“Kita siap, mau 100, 300 atau 500 penari, Rampak Sarinah Tulungagung sanggup. Kita mengajukan konsep menari sebagai Olah Raga Budaya,” tegas Astina meyakinkan.

Baca juga :  Wakil Ketua PWNU Jatim Gagas Ikrar Toleransi Tolak Kekerasan

Ada 27 ibu anggota Rampak Sarinah yang menarikan Gambyong Mari Kangen kemarin meramaikan pembukaan Festival Dalang Cilik Tulungagung 2021 di pelataran Taman Budaya.

Mereka mengenakan kebaya putih, berselendang merah, berkain batik corak sekar jagat serta bersanggul sunggar serta semua menunjukkan wajah cerah gembira saat menari.

Di saat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan serta Olah Raga Kab Tulungagung, Hariyo Dewanto Wicaksono yang juga menyaksikan penampilan mereka memberikan apresiasi yang tinggi.

“Ini menarik, para ibu sekarang juga aktif teribat di seni budaya. Pengembangan serta pelestarian seni tradisional akan lebih mudah dilaksanakan oleh mereka,” papar Hariyo bersemangat.

Pagelaran Gambyong tersebut disambut hangat juga oleh para tamu yang lain yang sebagian ialah ASN pegawai Pemda Tulungagung. Ririn Wikanti dari Kantor Inspektorat, Reni dari Bappeda, serta juga Yun (Kepala Sekolah SMPN 1 Kedungwaru) menyatakan minat mereka untuk ikut latihan menari dengan para ibu Rampak Sarinah.

Baca juga :  Pemusnahan Barang Bukti Hasil Ops Pekat 2021 Polres Magetan

Dari kalangan penari sendiri yaitu, Deffi misalnya, menyatakan, tambah bersemangat untuk melanjutkan berlatih tari. Ia berharap, semakin banyak para ibu ikut berlatih kesenian tradisional Tulungagungan, disebabkan selain dampaknya bagus untuk teraphi kesehatan mental selama pandemi.

Eva Sundari (Direktur Institut Sarinah) serta Heru Santosa (Anggota Fraksi PDIP DPRD Kab Tulungagung) sebagai pembina Rampak Sarinah menyambut gembira kesuksesan pagelaran gambyong tersebut.

“Para anggota Rampak Sarinah harus dapat mempraktekkan strategi trisakti untuk diri sendiri sehingga dapat pula mengajarkan prinsip tersebut pada putra-putrinya,” ucap Eva Sundari.

Heru Santosa menambahkan bahwa, ajaran BK harus dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Para ibu ialah pihak yang paling efektif untuk menyebar ajaran BK melalui role models diri mereka sendiri. Insyallah, kelak para putra-putri mereka akan dapat menjalankan praktek Trisakti saat menjadi pemimpin Bangsa serta negara kita,” lugas Heru Santosa.

Baca juga :  Mushola Nur Qomari di desa Sidokare diresmikan Wakil Bupati Sidoarjo

Eva Sundari juga menegaskan bahwa, para Ibu Rampak Sarinah akan didorong untuk mulai menjalankan prinsip berdikari di Bidang Ekonomi. Ia mendukung rencana Rampak Sarinah Tulungagung untuk menyelenggarakan latihan membuat roti serta keripik sayuran untuk membekali para anggota memulai bisnis rumahan.

(Ari)

Sumber »

Komentar

Konten Terbaru