- Advertisement -
32 C
Sidoarjo
BerandaJatimBupati Mojokerto Rapat Koordinasi Bahas Himbauan Panduan Ibadah bulan Ramadhan 1442...

Bupati Mojokerto Rapat Koordinasi Bahas Himbauan Panduan Ibadah bulan Ramadhan 1442 H

MOJOKERTO – Jelang Ramadhan setelah diterbitkan Surat Edaran MENAG RI dengan Nomor SE 03 tahun 202i tentang Panduan Ibadah Bulan Ramadhan serta Idul Fitri 1442 H/2021 M, Forkopimda melaksanakan rapat koordinasi Bersama Forkopimda dengan Ormas Islam membahas Himbauan Panduan Ibadah Bulan Ramadhan serta Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Bupati Mojokerto memimpin pelaksanaan Rakord dengan didampingi Wabub serta Pj, Sekda Mojokerto yang diikuti langsung Kapolres Mojokerto, Kapolresta Mojokerto, Dandim 0815, Ketua PN, Kejari Bersama ormas Islam diantaranya Ketua MUI, Ketua Muhammadiyah, Ketua LDII, serta Ketua PCNU di ruang Satya Bina Karya Pemkab Mojokerto. Kamis (08/04/21) sore.

Dalam sambutannya Bupati Mojokerto, Umat Islam tetap menjalankan kewajiban syari’at agama dengan toleransi teknis/tata cara (rukhshoh/keringanan) yang dibenarkan oleh Syari’at, Setiap orang wajib melakukan ikhtiar jaga kesehatan serta menjauhi setiap hal yang dapat menyebabkan terpapar penyakit, disebabkan hal itu merupakan bagian dari jaga target pokok beragama.

“Orang yang telah terpapar virus Corona, wajib jaga serta mengisolasi diri supaya tidak terjadi penularan pada orang lain, Baginya tidak diperbolehkan melakukan aktifitas ibadah sunnah yang membuka peluang terjadinya penularan, seperti jamaah shalat lima waktu/rawatib, shalat Tarawih serta shalat Idul Fitri di masjid atau tempat umum lainnya, serta menghadiri pengajian umum serta tabligh akbar,” Kata Ibu Ikfina

Tata Cara mengantisipasinya dalam hal menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan serta bulan Syawal yang melibatkan banyak orang (jama’ah) Dalam menjalankan ibadah Ramadhan serta Syawal, seyogyanya masing-masing pihak turut mendorong menciptakan serta jaga kondusifitas kehidupan keberagamaan dengan tetap mengedepankan ukhwah islamiyah, ukhwah wathoniyah, serta ukhwah basyariah.

“Senantiasa memperhatikan Instruksi Pemerintah Pusat serta Daerah setempat terkait pencegahan serta penanganan COVID-19. supaya tidak mudik ke kampung halaman sampai situasi dinyatakan normal oleh Pemerintah, Tetap tinggal di rumah selama situasi pandemi COVID-19 belum dinyatakan aman serta semoga Covid-19 segera berakhir,. Pungkas Bupati Ikfina.

Wakil Bupati Gus Barra menambahkan, “Biasanya yang menjadi polemik di masyarakat pada bulan suci Ramadhan yaitu pelaksanaan ibadah Tarawih serta dirapat ini kita dapat memutuskan apakah masyarakat setempat dapat melaksanakan Sholat Tarawih di masing-masing wilayah,” Kata Gus Barra

Sementara Kapolres Mojokerto memaparkan sesuai dengan surat edaran MENAG RI, pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan diperbolehkan serta tetap memperhatikan protokol kesehatan.

“Kita harus mentaati peraturan yang ada untuk upaya mencegah penyebaran Covid-19, terkait Vaksinasi juga masih dapat dilaksanakan di bulan suci Ramadhan sesuai dengan aturan serta Kami bekerja sama dengan Babinsa serta kepala Desa di tiap-tiap Desa akan melaksanakan pemantauan dalam ibadah puasa Ramadhan dengan tetap mengedepankan protokol Kesehatan”

“Kami mempunyai inovasi yang bernama MESRA yaitu Masyarakat Tertib Sehat Ramadhan dalam rangka pelaksanaan Bulan Ramadhan serta dapat bekerja sama dengan Forkopimda serta Ormas Islam,” Sebut AKBP Donny Alexander, SIK, MH. (Tono)

Sumber »

MUST READ
JANGAN LEWATKAN
- Advertisement -