Jumat, 16 April 2021
31 C
Sidoarjo
Jumat, 16 April 2021
JatimPresiden Joko Widodo secara daring buka munas IX LDII, ini pesanya

Presiden Joko Widodo secara daring buka munas IX LDII, ini pesanya

JAKARTA, – Munas IX LDII pagi ini dibuka oleh Presiden Joko Widodo secara daring dari Istana Negara, Jakarta. Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qaumas serta Sekretaris Negara Pratikno.

“Alhamdulillah kita sangat bersyukur bahwa kita mewarisi bhinneka tunggal ika dari para pendiri bangsa Indonesia. Walaupun kita berbeda, berbeda suku, berbeda agama, juga berbeda pandangan dalam keagamaan tetapi kita tetap saling menghormati, tetap bersatu, tetap rukun serta bersama-sama bergotong-royong,” terang Jokowi. Rabu, (07/4/2021).

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi juga mengingatkan pentingnya toleransi dalam beragama.

“Sikap toleran ialah sebuah keharusan. Saling menghargai segala perbedaan termasuk perbedaan keyakinan. Saling menghormati serta belajar dari orang lain, sehingga tercapai kesamaan sikap yang saling menghormati dalam perbedaan-perbedaan,” ucapnya.

Presiden Jokowi mengajak seluruh jajaran serta pimpinan serta keluarga besar LDII untuk selalu menyuarakan serta meningkatkan toleransi dalam kehidupan sosial keagamaan. mengedepankan keterbukaan dalam segala perbedaan, supaya dapat bergaul serta bergotong-royong termasuk dalam pandangan keagamaan.

“Sikap tertutup, sikap eksklusif ialah sikap yang tidak sesuai dengan bhinneka tunggal ika. Sikap tertutup akan memicu serta meningkatkan intoleransi, akan merusak sendi-sendi kebangsaan kita.

Praktek-praktek keagamaan yang eksklusif, yang tertutup harus kita hindari disebabkan sikap ini pasti akan memicu penolakan-penolakan, serta akan menimbulkan pertentangan-pertentangan,” imbuh Mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

untuk itu, lanjut Jokowi, pemerintah berkomitmen serta akan terus berupaya untuk mendorong moderasi beragama.

“Sikap-sikap yang tidak toleran, apalagi yang disertai dengan kekerasan fisik maupun verbal harus hilang dari bumi pertiwi Indonesia. Sikap keras dalam beragama yang menimbulkan perpecahan dalam masyarakat tidak boleh ada di negeri yang kita cintai ini,” tegasnya.

Jokowi memaparkan komitmen LDII yang menganut paradigma baru, yang terbuka, toleran, serta berbhinneka tunggal ika.

Baca juga :  Sampah Menumpuk Timbulkan Bau Tak Sedap, Camat Sukorame: Percuma Kalau Diangkut

“Yang sangat menghormati agama lain, yang sangat menghormati umat Islam yang mempunyai pandangan keagamaan yang berbeda, yang bersedia bekerjasama dengan ormas-ormas Islam lainnya, serta tentu saja jangan ada sedikitpun pandangan untuk menjauh dari kelompok-kelompok Islam yang lainnya,” sambung Mantan Walikota Solo ini.

Presiden memberikan empat poin pesan terkait moderasi beragama organisasi keagamaan. Pertama, organisasi keagamaan harus punya komitmen kebangsaan yang kuat. hal ini terkait dengan mengedepankan penerimaan prinsip-prinsip berbangsa yang tertuang dalam konstitusi kita, menjunjung tinggi ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, serta tata kehidupan berbangsa serta bernegara.

Poin kedua, organisasi keagamaan harus menjunjung tinggi sikap toleransi pada sesama, menghormati perbedaan, memberi ruang orang lain untuk berkeyakinan, mengekspresikan keyakinan serta menyampaikan pendapat, serta menghargai kesetaraan serta perbedaan serta bersedia bekerja sama.

Poin ketiga, organisasi keagamaan harus memiliki prinsip anti kekerasan, menolak tindakan yang menggunakan cara-cara kekerasan, baik kekerasan fisik maupun kekerasan verbal.

Poin terakhir, organisasi keagamaan harus menghargai tradisi serta budaya lokal masyarakat Indonesia yang sangat bhinneka, ramah serta terbuka terhadap keberagaman tradisi, yang merupakan warisan leluhur. Organisasi keagamaan juga diharapkan dapat ramah serta terbuka terhadap seni serta budaya masyarakat lokal dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika sebagai bangsa Indonesia.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP LDII, KH Chriswanto Santoso memberikan laporan secara daring pada Presiden Jokowi dari lokasi Munas IX LDII di Ponpes Minhaajurrosyidin, Jakarta.

Dalam pidatonya, Chriswanto juga menyampaikan empati serta dukungan pada pemerintah atas kondisi bangsa saat ini.

“LDII turut merasakan beratnya permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah saat ini. Kehadiran pandemi Covid-19 sejak awal tahun lalu serta masih berlanjut sampai sekarang, benar-benar telah memukul mundur capaian target-target pembangunan pada berbagai sektor khususnya kesehatan serta perekonomian,” katanya.

Baca juga :  Pengasuh Ponpes Dukung Polda Jatim Berantas Narkoba

Menurut Chriswanto, dampak pandemi ini, pertumbuhan ekonomi turun drastis. pengangguran terbuka meningkat. Akibatnya kemiskinan juga meningkat. Lebih memprihatinkan lagi, jumlah penduduk yang meinggal akibat Covid juga meningkat. yaitu sekita 40ribuan.

untuk itu tambah Chriswanto, LDII mengajak untuk berpikir serta bekerja keras supaya menghasilkan strategi-strategi pembangunan yang tepat supaya target-target pembangunan yang telah dicanangkan dalam Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024 segera dikembalikan pada trajectory atau jalur semula. Yaitu tingkat pertumbuhan ekonomi kembali ke kisaran 6%.

“untuk itu semua pihak harus bangkit, berpikir serta bekerja keras secara gotong-royong, tidak hanya pemerintah tetapi semua komponen bangsa, termasuk LDII,” lanjut mantan Ketua DPW LDII Jawa Timur ini.

Selanjutnya, Chriswanto menyatakan, untuk menyikapi pandemi Covid-19 ini, dengan cara kerja yang kreatif, inovatif, serta out of the box. Bukan cara kerja yang biasa saja.

“Kepengurusan LDII yang baru harus segera dibentuk. Personil kepengurusan LDII yang baru harus segera ditetapkan supaya LDII dapat bekerja dengan cara-cara baru yang kreatif, inovatif serta lebih tepat lagi.

Dengan pengurus baru serta SDM-SDM baru inilah diharapkan kontribusi maksimal dalam membantu pemerintah untuk bangkit serta maju di era pandemi ini dapat segera terwujud,” katanya.

Sejalan dengan konteks di atas, Munas IX LDII yang bertemakan “Penguatan SDM Profesional Religius untuk Ketahanan serta Kemandirian Bangsa Menuju Indonesia Maju”.

“Melalui tema ini LDII akan melakukan penguatan organisasi supaya lebih cepat, dengan memperkuat SDM profesional religius supaya kontribusi LDII pada pemerintah dapat meningkat secara signifikan,” katanya.

Baca juga :  Wakil Ketua PWNU Jatim Gagas Ikrar Toleransi Tolak Kekerasan

Menurut Chriswanto, melalui SDM profesional religius itulah, maka delapan klaster program LDII yang telah ditetapkan dalam Rakernas LDII 2018 dapat dikelola secara kontekstual, lebih sesuai dengan era pandemi ini, serta hasilnya dapat cepat dirasakan oleh masyarakat.

Program kerja pertama ialah Kebangsaan, yang bertujuan membangun nasionalisme supaya persatuan serta kesatuan bangsa dapat terus terjaga termasuk mencintai produk bangsa sendiri.

Kedua, Keagamaan, yang bertujuan meningkatkan nilai-nilai religiusitas bagi umat Islam. termasuk membangun toleransi beragama. Ketiga, Pendidikan, yang mendorong pendidikan karakter khususnya karakter profesional religius dapat dijadikan sebagai life long education.

Keempat, Ekonomi, yang mendorong ekonomi syariah termasuk percepatan pemulihan serta membangkitkan kembali ekonomi di era pandemi ini. Kelima, Pangan serta Lingkungan Hidup, yang bertujuan membangun kemandirian pangan dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.

Keenam, Kesehatan, yang mendorong penggunaan obat tradisional atau herbal. Ketujuh, Tekonologi Digital, untuk memanfaatkan teknologi digital dalam berbagai bidang pembangunan. Kedelapan, Energi Baru Terbarukan, yang mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil termasuk untuk mengurangi emisi karbon serta mengurangi efek rumah kaca.

“Kedelapan program di atas bukanlah perencanaa, tetapi LDII telah membuat beberapa pilot project di beberapa daerah sesuai kondisi keunggulan daerah tersebut,” ungkap Chriswanto.

Ketua Panitia, Rully Kuswahyudi menyatakan, Munas IX LDII dihadiri 3.750 peserta secara daring serta luring dari kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Mereka mengikuti dari 457 studio mini.

Undangan yang hadir di lokasi mencapai 200 orang meliputi para ulama, perwakilan DPW LDII dari 33 provinsi, serta undangan. Sebelum hadir di lokasi, para peserta wajib melalui tes swab antigen serta jaga protokol kesehatan.

(Ari)

Sumber »

Komentar

Konten Terbaru