Jumat, 16 April 2021
31 C
Sidoarjo
Jumat, 16 April 2021
JatimKurun Waktu Tiga Minggu Polres Lamongan Ungkap Sembilan Kasus Narkoba

Kurun Waktu Tiga Minggu Polres Lamongan Ungkap Sembilan Kasus Narkoba

LAMONGAN – Kurun waktu tiga minggu dari periode 22 Januari sampai 15 Februari 2021, Satreskoba Polres Lamongan mampu mengungkap sembilan kasus penyalahgunaan narkoba dengan meringkus 11 orang sebagai tersangkanya.

AKBP Miko Indrayana S.I.K, Kapolres Lamongan mengatakan, tingginya penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Lamongan, membuat jajaran Satreskoba Polres Lamongan bekerja ekstra keras untuk mencegah serta memutus peredaran serta penggunaan obat obatan yang merusak anak bangsa.

“Dari pengungkapan ini kami menyita 60,33 gram sabu, 130 butir pil carnopen, 99 butir pil double L. Mayoritas para tersangka ini yang kami tangkap ialah di wilayah pantura Brondong serta Paciran, yang lainnya tersebar 2 tersangka TKP Lamongan kota, 2 tersangka TKP Modo, 1 tersangka TKP Karangbinangun,” kata AKBP Miko saat pers rilis di Polres Lamongan didampingi AKP Akhmad Khusen S.H., M.H Kasat Reskoba Polres Lamongan, seperti dikutip petisi.co grup siberindo.com, Rabu (24/2/21).

Baca juga :  Pemusnahan Barang Bukti Hasil Ops Pekat 2021 Polres Magetan

untuk barang bukti terbanyak memang dari TSK MR alias Gerandong yang diringkus dengan barang bukti 55,04 gram asal Brondong pantura.

Mantan Kapolres Kediri itu mengungkapkan, satu hal yang akan kita laksanakan, dengan mengevaluasi terkait pengungkapan kasus ini, baik modusnya, lokasinya maupun jenis narkobanya.

Tentunya ini akan dirapatkan, bersama stakeholder terkait, guna menentukan cara bertindaknya harus bagaimana, untuk pemberantasan narkoba di wilayah hukum Kab. Lamongan. Penangkapan narkoba ini tidak hanya pengungkapan, tidak hanya upaya represif dari petugas saja, akan tetapi juga itu kerjasama dengan instansi terkait, termasum di dalamnya ialah warga masyarakat.

“Kami juga menyampaikan apresiasi yang tinggi pada warga masyarakat, bahwa pengungkapan kasus ini ialah sebagin besar dari informasi masyarakat,” imbuhnya.

Baca juga :  Melalui Mahasiswa Papua Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

Sementara itu, pasal yang kita sangkakan pada pengedar ini UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Yang kedua UU no 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman maksimal hukuman 15 tahun penjara,

“Sedangkan untuk antisipasi kami sendiri, sesuai perintah Kapolri supaya tidak ada anggota Polri khususnya jajaran Polres Lamongan sampai ke Polsek. Kami juga sudah melaksanakan tes urine serta pemeriksaan ke rumah juga ke asrama anggota yang hasilnya ialah nihil,” pungkasnya. (ak)

Sumber »

Komentar

Konten Terbaru