Minggu, 16 Mei 2021
28 C
Sidoarjo
Minggu, 16 Mei 2021

Pasutri Terdakwa Perkara UU ITE Layangkan Mosi Tak Percaya ke PN Sidoarjo

- Advertisement -
- Advertisement -

SIDOARJO, -Dua terdakwa perkara dugaan pelanggaran Undang-undang ITE, Guntual serta Tuty Rahayu, menyatakan mosi tidak percaya pada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.

Mosi tidak percaya yang dituangkan dalam surat pernyataan setebal 13 halaman itu diberikan pada majelis hakim serta jaksa penuntut umum dalam agenda sidang eksepsi yang masih belum siap disampaikan itu.

Pantaun sidang, kedua terdakwa sempat bersitegang adu argumen dengan majelis hakim disebabkan minta surat pernyataan mosi tidak percaya itu dalam ruang sidang utama Delta Kartika, Senin (22/2/2021).

Perdebatan tersebut berakhir setelah majelis hakim memberikan kesempatan pada kedua terdakwa untuk membacakan mosi tidak percaya tersebut. Kedua terdakwa yang merupakan pasutri tersebut secara bergantian membacakan mosi tidak percaya itu.

Baca juga :  Segenap tim dari @infodarjo mengucapkan Selamat Idul Fitri 1442 H.Mohon maaf lahir serta batin....

Tutik Rahayu menyatakan bahwa pihaknya menyampaikan beberapa poin mosi tidak percaya. Ia menyebut diantaranya ketidak konsistenan majelis hakim yang dibacakan pada 28 Januari 2021 lalu.

Kedua, lanjut dia, soal hubungan langsung maupun tidak langsung yang melaporkannya. “disebabkan yang melaporkan kami ialah ketua pengadilan sidoarjo (era Wayan Karya) melalui surat tugas pada sekretaris,” sebutnya ketika didampingi penasehat hukumnya, Rommel Sihole.

Guntual menambahkan dirinya keberatan disidangkan di PN Sidoarjo. Ia menilai ada konflik kepentingan disebabkan yang melaporkan dirinya ialah ketua pengadilan setempat. Begitupun yang mengeluarkan penetapan majelis hakim ialah ketua pengadilan.

“Jadi akan sangat sulit kami mempercayainya,” ucapnya yang minta majelis hakim untuk mengundurkan diri disebabkan ada konflik kepentingan. Ia menyebut ada larangan dalam SKB, KUHAP serta Undang-undang tentang kekuasaan Kehakiman.

Baca juga :  BAKWAN SEENAK INI CUMA 10K RASANE NDUAGING LEMBUT PISAN.Gapaham lagi ini Paket Hemat 10K isi...

Perlu diketahui bahwa untuk yang kedua kalinya Guntual sebagai terdakwa serta diadili di PN Sidoarjo. Pertama dalam perkara dugaan gelar palsu sarjana hukum (SH) yang dilaporkan oleh Djoni Harsono serta The Riman Sumargo, pimpinan BPR Jati Lestari Sidoarjo.

Perkara tersebut divonis bebas oleh majelis hakim PN Sidoarjo pada Mei 2020 lalu. Sedangkan perkara yang kedua, Guntual kembali berurusan dengan PN Sidoarjo. Kali ini, ia bersama istrinya, Tutik Rahayu yang dilaporkan PN Sidoarjo pada 2018 silam.

Pelaporan terhadap Guntual Laremba serta Tutik itu berawal ketika putusan sidang BPR Jati Lestari, perkara pidana perbankan 28 Juni 2018 silam dengan terdakwa Djoni Harsono serta The Riman Sumargo, pimpinan BPR Jati Lestari Sidoarjo yang digelar di PN Sidoarjo.

Baca juga :  LEBARAN KALI INI KALIAN MAKAN APA REK? Sudah pasti makan Ketupat komplit bersama teman & keluar...

Ketika itu, sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Eko Supriyono membaca putusan terhadap seorang terdakwa dalam kasus BPR Jati Lestari. Pasutri yang merupakan korban itu kesal atas vonis onslag yang dijatuhkan tersebut.

Kesesalan itu direkam dengan ponsel lalu diunggah dalam akun facebook, hingga viral dijagat media sosial. Kasus tersebut saat ini sedang proses disidangkan di PN Sidoarjo. Majelis hakim PN Sidoarjo menjadwalkan dua pekan lagi untuk agenda eksepsi.

“Kami beri waktu dua pekan lagi, tanggal 8 Maret 2021 untuk eksepsi,” ucap Isnurul Syamsul Arif, Ketua Majelis Hakim.

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -