Jumat, 16 April 2021
31 C
Sidoarjo
Jumat, 16 April 2021
JatimDosen Asal Magetan, Kenalkan Kasusastran serta Kabudayan Jawa Melalui Buku

Dosen Asal Magetan, Kenalkan Kasusastran serta Kabudayan Jawa Melalui Buku

MAGETAN – Kisah inspiratif datang dari sosok Sigit Sapto Nugroho, warga Desa Ngujung kecamatan Maospati Kabupaten Magetan Jawa Timut, yang berprofesi sebagai dosen ilmu hukum di salah satu universitas di Kota Madiun.

meski berlatar belakang hukum, Kecintaanya terhadap kebudayaan Jawa membuatnya tergugah untuk andil dalam kehidupan “Kawruh Kasusatran lan Kabudayan Jawa”. Sigit menyatakan jika pihaknya mencintai kebudayaan Jawa dengan cara menulis. Beberapa buku tentang kajian filologi Jawa juga ditulisnya.

Dikutip dari Arya Media, mengupas Kasusastran Jawa ialah bagian dari caranya untuk mengenalkan pengetahuan baik sastra serta budaya ke khalayak umum.

“Intinya cinta budaya, kemudian saya tuangkan ide dalam berbagai hal salah satunya menulis buku”, paparnya pada Arya Media, Minggu (14/02).

Baca juga :  Melalui Mahasiswa Papua Jadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas

Menurut Sigit, dengan menulis secara tidak langsung juga memberikan sumbangsih pengetahuan pada pembaca. Embrio idenya berasal dari kehidupan sekitar, bahkan ketika mendengarkan radio pun pihaknya menyempatkan diri untuk menyuplik ide.

“Ide itu tidak sengaja, kadang dari radio dari warung, ada hal unik saya catat lalu mencoba untuk mengeksplornya”, ungkap Sigit pada Arya Media (14/02).

Bermisi “Sedekah Kawruh”, berbagi ilmu sekaligus mengajak untuk tidak melupakan jati diri bangsa ialah pedomannya dalam menulis. Kurang lebih ada 40 buku yang terbit, mulai dari sastra serta budaya, modul perkuliahan, dll. Sigit juga menuturkan jika masa pandemi ini pihaknya menulis 16 buku, salah satunya berjudul Laku serta Ngelmu Spiritual Jawa.

Baca juga :  Cegah Zat Berbahaya, Dinkes Kota Kediri Sidak Penjual Musiman

“Kurang lebih ada 40 buku karya saya. serta saat pandemi ini, saya berhasil menulis 16 buku yang beberapa diantaranya mengupas kasusastran Jawa”, pungkasnya. (Bgs/Ren)

Sumber »

Komentar

Konten Terbaru