/*
*/
Selasa, 26 Januari 2021
24 C
Sidoarjo
Selasa, 26 Januari 2021
Jatim Tim Kemensos Dampingi Keluarga Korban Sriwijaya Air

Tim Kemensos Dampingi Keluarga Korban Sriwijaya Air

Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan pendampingan keluarga korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 hingga tuntas, termasuk penguatan supaya mereka dapat kembali menata hidup.

“Pendampingan ini melanjutkan pelayanan yang sudah berlangsung sejak identifikasi keluarga korban di daerah asal, pemberangkatan ke Jakarta, ketibaan di pusat krisis di Bandara Soetta, sampai ke akomodasi yang disediakan pihak operator,” kata Sunarti Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, dilansir Antara, Kamis (14/1/2021).

Kemensos menurunkan 15 orang dalam tim pendamping dari Korps Pelopor Perdamaian untuk melakukan pendampingan tersebut.

“Anggota yang sudah terlatih serta berpengalaman terus mendampingi para keluarga korban selama proses pencarian, pengenalan jasad sampai pengebumian, serta nantinya pengurusan asuransi serta santunan, serta penguatan untuk melanjutkan hidup serta kehidupannya,” kata Dr. Puji Pujiono, MSW Koordinator LDP Pelopor Perdamaian Kemensos.

Baca juga :  KPU Lamongan Membuka 891 Kotak Suara, untuk Persiapan Perselisihan Hasil Pilkada tahun 2020

Dia menjelaskan, pendampingan berlangsung dalam beberapa tahap, yaitu pengenalan serta pelibatan, di mana anggota melakukan kontak serta kesepakatan hubungan pendampingan dengan pihak keluarga.

Dalam kaitan dengan hal itu, kata dia, juga dipertimbangkan pemberian pertolongan pertama psikososial serta penatakelolaan kegundahan serta kecemasan akibat kecelakaan itu.

Pengkajian kebutuhan, katanya, anggota bersama keluarga meninjau situasi mereka selama proses pascakecelakaan, termasuk tantangan sosial anggota keluarga yang ditinggalkan di kampung halamannya, serta mengidentifikasi tugas-tugas praktis yang perlu dilaksanakan oleh keluarga, mengingat proses ini kompleks serta penuh tekanan.

Perencanaan, kata dia, anggota serta keluarga membangun kesepakatan tentang apa yang perlu dilakukan, kapan, bagaimana serta di mana supaya keluarga dapat menunaikan proses-proses yang dibutuhkan

Baca juga :  49 Korban Jatuhnya Sriwijaya Air Teridentifikasi

Pendampingan, dimana anggota Pelopor Perdamaian melaksanakan rencana yang sudah dibuat bersama keluarga korban sampai dengan pengurusan klaim asuransi serta santunan dengan memanfaatkan hubungan pertolongan itu sendiri, pengerahan dukungan dari dinas-dinas sosial serta korps Pelopor Perdamaian di daerah asal maupun unsur-unsur pelayanan lain dari Kemensos.

Penilaian, katanya, keluarga korban serta anggota bersama-sama meninjau proses serta hasil kerja sama mereka dalam hubungan pendampingan serta pertolongan, serta mengidentifikasi tugas-tugas baru yang harus dilakukan setelah pengebumian korban.

Pengakhiran, di mana anggota serta keluarga sepakat untuk bertransisi menuju pemulihan dengan menentukan tugas-tugas lanjutan, menemukan pembelajaran dari musibah ini untuk secara positif menjadi pijakan pemulihan. Dalam kaitan ini, memastikan bahwa jaringan pelayanan Kemensos tetap mendukung selama diperlukan.

Baca juga :  Polda Jatim Tangkap Tersangka Penipuan Jual Beli Tanah

Ia mencontohkan, Pelopor Perdamaian hari ini mendampingi keluarga salah satu korban Sriwijaya Air yang telah berhasil diidentifikasi ke RS Polri Kramatjati.

Setelah jenazah diserahterimakan pada keluarga korban, kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju pemakaman di Tanah Kusir Jakarta Selatan diiringi oleh keluarga.

Dalam proses ini, anggota Pelopor Perdamaian turut mengiringi menuju ke pusara. Pelopor Perdamaian mendampingi keluarga hingga jasad korban dikebumikan. (ant/ang)

Sumber »

Komentar

Konten Terbaru