/*
*/
Kamis, 21 Januari 2021
30 C
Sidoarjo
Kamis, 21 Januari 2021
Jatim LIPI Ungkap Corona Varian Baru 70% Lebih Cepat Menyebar serta Menular

LIPI Ungkap Corona Varian Baru 70% Lebih Cepat Menyebar serta Menular

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengungkap bahwa virus corona varian baru lebih cepat menyebar serta menular. Corona varian baru yang ditemukan di beberapa negara, ternyata memiliki beberapa kesamaan mutasi dengan varian di Inggris.

Sugiyono Saputra peneliti di Pusat Penelitian Biologi LIPI mengatakan, varian-varian baru yang muncul merupakan bagian dari siklus hidup virus itu sendiri. Ia akan muncul seiring waktu disebabkan virus akan terus berubah melalui mutasi.

Menurutnya, terkadang varian baru muncul serta yang lainnya menghilang. tetapi ada juga yang muncul serta kemudian bertahan.

“Perbedaan varian baru SARS-CoV-2 dengan varian sebelumnya ialah pada banyak tidaknya mutasi pada nukleotida (materi genetik) yang terjadi sehingga membentuk klaster atau lineage tersendiri,” kata Sugiyono seperti yang dilansir dari laman LIPI, Rabu (13/1/2021).

Kecepatan penyebaran ini dapat dilihat saat corona jenis baru yang pertama kali dideteksi di Inggris sekitar bulan September, lalu di Afrika Selatan juga muncul varian lain yang terdeteksi sejak awal Oktober. serta ternyata, virus yang ditemukan di Afrika memiliki beberapa kesamaan mutasi dengan varian di Inggris.

Varian yang ditemukan di Inggris dinamakan VUI 202012/01 (Variant Under Investigation, year 2020, month 12, variant 01), digolongkann dalam cluster B.1.1.7 lineage. Sedangkan yang ditemukan di Afrika Selatan dinamakan 501Y.V2 serta digolongkan dalam B.1.351 lineage.

Varian SARS-CoV-2 yang berasal dari Inggris ini dinilai 70% lebih mudah menular dibandingkan varian yang pernah muncul sebelumnya, tulis LIPI.

Sugiyono menyontohkan, seperti pada VUI 202012/01 telah terjadi multiple mutations pada spike protein. Yang artinya, secara total, telah terjadi pergantian atau substitusi sebanyak 29 nukleotida jika dibandingan dengan strain SARS-CoV-2 dari Wuhan.

Mutasi yang terjadi pada spike protein ini akan berefek pada receptor binding yang bertanggung jawab terhadap kemudahan masuknya partikel virus ke dalam sel inang, sehingga lebih mudah menginfeksi.

Anggia Prasetyoputri Peneliti Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI mengatakan, varian-varian baru yang bermunculan di beberapa negara terlihat menonjol disebabkan varian telah tersebar secara massif serta cepat menular.

meski hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan varian baru tersebut dapat meningkatkan resiko kematian ataupun menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Anggia menambahkan,  tidak ada perbedaan pada cara penyebaran varian baru tersebut. Rute utama transmisi ialah sama, yakni melalui respiratory droplet serta aerosol.

Word Health Organisation (WHO) juga sangat waspada terhadap kemunculan varian-varian baru ini. Secara rutin, WHO akan menilai apakah varian SARS-CoV-2 tersebut dapat mengakibatkan perubahan dalam penularan, gejala klinis serta keparahan, atau mungkin juga berdampak pada tindakan pencegahan, termasuk diagnostik, terapeutik serta vaksin.

Hingga sekarang, studi mendalam terkait efek mutasi ini masih terus dilakukan oleh banyak ilmuwan.(tin/lim)

Sumber »

Komentar