/*
*/
Kamis, 21 Januari 2021
30 C
Sidoarjo
Kamis, 21 Januari 2021
Jatim Dekan FK se-Jatim untuk Pernyataan Sikap Hadapi Covid-19

Dekan FK se-Jatim untuk Pernyataan Sikap Hadapi Covid-19

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) se-Jawa Timur membuat pernyataan sikap menghadapi pandemi Covid-19 yang berkelanjutan hingga 2021, melalui sebuah rapat yang digelar secara virtual, Sabtu (9/1/2021).

Pernyataan sikap menghadapi Covid-19 tersebut dibuat oleh 13 pimpinan FK se-Jatim yakni FK Universitas Airlangga, FK Universitas Brawijaya, FK Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, FK Universitas Hang Tuah, FK Universitas Negeri Jember, FK Universitas Muhammadiyah Malang serta FK Universitas Islam Malang.

Selain itu,  FK Universitas Katolik Widya Mandala, FK Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, FK Universitas Ciputra, FK Universitas Surabaya, FK Universitas Muhammadiyah Surabaya, serta FK Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

Prof. dr. Budi Santoso, SpOG Dekan FK Unair mengatakan pernyataan sikap tersebut berisi keprihatinan serta duka cita atas meningkatnya kasus Covid-19 yang telah banyak memakan korban jiwa baik pada tenaga kesehatan maupun masyarakat umum di Indonesia.

“Kami juga mengapresiasi serta mendukung seluruh tenaga kesehatan baik medis maupun non-medis yang telah berjuang dalam penanganan kasus Covid-19,” kata Budi, dilansir Antara.

Dalam pernyataan sikap ini juga mengimbau pada para tokoh masyarakat untuk tetap menjadi panutan pada komunitasnya dalam hal pencegahan penularan serta penanganan Covid-19.

“Kami juga mendorong pada masyarakat untuk tetap waspada serta disiplin serta senantiasa menerapkan protokol ‘5M’ (memakai masker, mencuci tangan, jaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas serta interaksi),” katanya.

Melalui pernyataan sikap itu para pimpinan. FK se-Jatim juga mendukung upaya pemerintah serta mendorong masyarakat untuk terlibat secara aktif dalam pelaksanaan “3T” (test, trace, treat) serta vaksinasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Terakhir, mengimbau pada seluruh institusi pendidikan untuk tetap mengutamakan keselamatan peserta didik, tenaga pendidik serta tenaga kependidikan.

“Gerakan yang dilakukan 13 dekan ini merupakan gerakan moral, menyatukan pendapat, yang menjadi sasaran kami ialah tentu masyarakat untuk kita himbau tetap melaksanakan ‘5M’, ‘3T’,” ucapnya.

meski merupakan gerakan moral, Prof. Budi menyebut pernyataan sikap ini diharapkan mampu untuk memberikan motivasi supaya semua lapisan masyarakat mau, melakukan yang terbaik dalam penanggulangan Covid-19.

Imbauan ini akan disebarkan secara resmi ke instansi-instansi, stakeholder, pemuka agama serta tokoh masyarakat.

Sementara itu, dr. Handayani Dekan FK Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) yang hadir dalam forum tersebut mengungkapkan dukungan serta imbauan dari pernyataan para dekan FK ini bukan sesuatu yang membutuhkan gerakan.

Menurutnya, sudah ada lembaga-lembaga yang secara langsung memiliki otoritas dari pemerintah di tiap provinsi serta kabupaten untuk menangani Covid-19. Setiap institusi juga telah memiliki Satgas Covid-19.

“Tetapi meskipun sudah diatur sedemikian rupa ternyata kasusnya masih tetap meningkat, bahkan kematiannya tetap tinggi. Sehingga kami merasa perlu untuk menambahi lagi. Istilahnya menambahi power dari apa yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah maupun tokoh-tokoh masyarakat sekarang ini,” katanya. (ant/ang)

Sumber »

Komentar