Rabu, 2 Desember 2020
28.4 C
Sidoarjo
Rabu, 2 Desember 2020
Jatim PPK Harus Jadi Pendorong Perilaku Imparsialitas PNS

PPK Harus Jadi Pendorong Perilaku Imparsialitas PNS

Oleh : Drs. Pudjo Sigit Sularso

Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) diharapkan bisa mendorong terciptanya perilaku imparsialitas PNS di lingkungannya yang dimanifestasikan tidak hanya dalam momentum politik seperti Pilkada yang akan berlangsung 9 Desember mendatang saja, tetapi juga dalam hal pelayanan publik, pengambilan serta implementasi kebijakan serta manajemen PNS.

Peran PPK tentu bisa melayani serta mempersatukan para PNS yang berada di lingkungannya, terutama dalam hal mengantisipasi dinamika perkembangan global, termasuk dampak dalam menghadapi pandemi Covid-19 harus bisa menekankan tiga hal, yakni Build digital capabilities, develop competences, serta improve professionalism, sehingga para PNS bisa fokus dalam pelayanan publik.

Momentum politik seperti Pilkada bulan Desember, sudah harus menjadi momen untuk mengikatkan kinerja seorang PNS/ASN pada birokrasi, maka dia harus loyal terhadap janjinya, loyal pada publik, serta loyal melayani masyarakat tanpa melihat latar belakang politiknya.

Selain itu, mereka harus selalu jaga netralitas, disebabkan PNS/ASN banyak dipayungi oleh regulasi, jaga sikap netral serta impartial dalam bekerja. Sikap netral atau impartial itu hukumnya wajib bagi PNS, sedang tugas utamanya ialah pelayanan publik.

Pelanggaran PNS/ASN masih terus terjadi hingga saat ini menjelang 15 hari pencoblosan, sudah ada 850 lebih PNS/ASN yang dilaporkan melakukan pelanggaran, bahkan sudah diprediksi pelanggaran netralitas PNS/ASN akan meningkat dalam masa kampanye di berbagai daerah yang menyelenggarakan Pilkada.

Pejabat pemenang Pilkada diharapkan tidak memilih berdasarkan kedekatan politik tetapi kepatutan kinerja serta kompetensi yang harus diutamakan, sebab bila hanya berdasarkan kedekatan politik justru akan berdampak membahayakan kinerja di pemerintahan.

Urgensinya penegakan nilai dasar, kode etik, kode perilaku, serta asas netralitas  PNS/ASN supaya penyelenggaraan pemerintahan berjalan dengan baik serta lancar.

untuk itu Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) harus merekomendasikan pemberian sanksi bila ada PNS/ASN yang melanggar norma regulasi yang telah diberikan.

PPK harus memberikan secara adil serta tidak boleh memihak, tentu hal ini akan terjadi perubahan ketika tercipta PNS/ASN yang profesional dalam melaksanakan kewajiban sebagai pelayan masyarakat.

PPK bisa menciptakan PNS yang ptofesional bila pengisian atau pimpinan organisasi perangkat daerah berkompeten, mereka harus bisa membimbing serta mewujudkan PNS yang baik, meningkatkan kinerja pemerintah sehingga masyarakat terlayani dengan semakin baik.

Pemerintah daerah tentunya sudah harus bisa mendorong sistem suksesi dengan metode manajemen talenta, sehingga tidak ada lagi politisasi dalam birokrasi.

Dalam Undang-Undang nomor 5 tahun 2014, kebijakan serta manajemen ASN harus berdasarkan pada Kualifikasi, kompetensi, serta kinerja secara adil serta wajar tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, serta atau kondisi kecacatan.

Peran PPK dalam UU 5 tahun 2014 diharapkan bisa mengembangkan peran ASN dalam organisasi perangkat daerah, sehingga bisa melahirkan, mencetak, memelihara, sekaligus juga bisa mengembangkan para PNS/ASN berada dalam organisasi supaya bisa memberikan kontribusi yang besar pada induk organisasinya serta diharapkan setiap individu ASN bisa ikut bisa berkembang kinerjanya.

*Penulis ialah mantan PNS / Dewan Redaksi optimistv.co.id

Sumber »

Komentar

Muhdlor Ali

Konten Terbaru

Wajik tetel sepasang…

Wajik tetel sepasang Chat ---> WhatsApp : 087702876369

Kepala BNPB akan Tinjau Kondisi Lumajang Selesai Erupsi Gunung Semeru

Doni Monardo Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan meninjau langsung kondisi beberapa daerah di Lumajang, yang terdampak erupsi Gunung Semeru, sore nanti, Rabu...

Posted @withregram • @juliyanti7788 Pengen mencoba rasanya seperti apa masakan …

Posted @withregram • @juliyanti7788 Pengen mencoba rasanya seperti apa masakan khas thailand satu ini, ternyata enak serta wangi, apalagi pas digoreng wanginya dimana²😁😘 . . . AYAM PANDAN @juliyanti7788...

Info sehat, ﷽⁣ Ada beberapa cara dalam mencuci buah serta sayuran supaya terhindar dari pestisida⁣ 1. Air Cuka⁣…

﷽⁣ Ada beberapa cara dalam mencuci buah serta sayuran supaya terhindar dari pestisida⁣ 1. Air Cuka⁣ 2. Soda Kue⁣ 3. Air Kunyit⁣ 4. Bubuk Garam⁣ 5. Kupas Kulit⁣ ⁣ __________________________⁣ ___________________⁣ Sharing Time⁣ ⁣ Setiap hari...

Jangan Lewatkan

Kepala BNPB akan Tinjau Kondisi Lumajang Selesai Erupsi Gunung Semeru

Doni Monardo Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan meninjau langsung kondisi beberapa daerah di Lumajang, yang terdampak erupsi Gunung Semeru, sore nanti, Rabu...

Pemerintah Resmi Mengurangi Jumlah Hari Libur Akhir Tahun

Muhadjir Effendy Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia serta Kebudayaan mengatakan, libur akhir tahun 2020 dikurangi tiga hari.Dengan pengurangan tersebut, libur akhir tahun yang sebelumnya...

Command Center Meralat Data Korban Kecelakaan yang Meninggal di Lidah Wetan

Andrayani (51) meninggal dunia dalam kecelakaan di Lidah Wetan, Selasa (1/12/2020) siang.Data korban ini sekaligus meralat pemberitaan sebelumnya. Di mana data sebelumnya diberikan oleh...

Kobaran Api Hanguskan Gudang Kayu Mebel Bekas serta Dua Mobil di Mojokerto

Sebuah gudang penyimpan kayu mebel bekas di Kota Mojokerto hangus terbakar. Kobaran api turut membakar dua mobil avanza serta honda jazz milik warga yang...