/*
*/
Selasa, 26 Januari 2021
25 C
Sidoarjo
Selasa, 26 Januari 2021
Sidoarjo Raya Tak Pernah Diberitahu Sidang Vonis Perkaranya, Pencari Keadilan Datangi PN Sidoarjo

Tak Pernah Diberitahu Sidang Vonis Perkaranya, Pencari Keadilan Datangi PN Sidoarjo

SIDOARJO, – Dalam rangka menyampaikan kekecewaannya, Andik Riyambada, salah satu warga Perum Pondok Mutiara Sidoarjo mendatangi Kantor Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Jum’at (20/11/2020).

Pria 41 tahun itu datang seorang diri dengan rasa kecewa disebabkan mendapat kabar perkara perdata objek sengketa rumah miliknya dengan pihak lain sudah divonis majelis hakim. Padahal, dirinya sebagai tergugat tidak pernah dikasih tahu jadwal vonis yang dijatuhkan tersebut.

“Setelah saya tanyakan di bagian PTSP (pelayanan terpadu satu pintu) ternyata sudah diputus. Lha makanya kami ke sini untuk mencari keadilan ini bagaimana,” ucap Andik, Selesai memastikan bahwa perkara tersebut sudah divonis majelis hakim PN Sidoarjo.

Andik menceritakan, awal mula rumah miliknya di Perum Pondok Sidoarjo berstatus sertifikat atas namanya seluas 96 meter persegi diperkarakan di PN Sidoarjo oleh Rojiun, penggugat tidak lepas dari urusannya waktu berada di dalam Rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng pada 2017 lalu.

Baca juga :  Gelapkan 4 Mobil Rental di Sidoarjo, Warga Sedati Ini Diringkus

“Saya terus terang saja ini berawal dari hutang piutang narkoba pada saat itu dipenjara di (Rutan) Medaeng,” ucap Andik, menceritakan awal mula persoalan dirinya serta istrinya, Iftahul Kurnia selaku tergugat yang digugat oleh Rojiun, penggugat untuk menguasai objek rumah tersebut.

Kemudian, lanjut dia, saat ditahan di Rutan Medaeng itu dirinya bergabung dengan kelompok Rojiun bin Sadenan untuk urusan transaksi sabu-sabu.

Perkenalan itulah, lanjut dia, sehingga diminta menjadi mediator untuk mendatangkan sabu-sabu seberat 1 Kg dari temannya bernama Afu, jaringan lintas Lapas dengan konsep seharga Rp 350 juta dari total barang yang dipesan tersebut.

“tetapi ternyata meleset disebabkan Afu sudah dilayar di (Lapas) Pamekasan,” jelas pria yang sudah memutuskan berhenti dari urusan narkoba itu.

Sejak meleset itulah, dirinya ditekan anak buah Rojiun di dalam sel tahanan bersama petugas sipir lalu disodori berkas pernyataan-pernyataan untuk tanda tangan.

Baca juga :  Perlintasan kereta tanpa palang pintu, masih banyak perlintasan kereta tanpa palang pintu di si...

“Waktu disodori itu saya dipaksa degan kondisi tertekan, dipukul serta disiksa segala macam hingga terpaksa menandatangani berkas yang disodorkan tersebut. Di antaranya diduga terkait surat pemindah tanganan rumah miliknya pada Rojiun,” ulas pria berlatar belakang arsitek itu.

Andik menegaskan bahwa sertifikat rumah miliknya itu hingga saat ini masih tetap namanya serta tidak pernah beralih pada siapapun termasuk pada Rojiun.

Bahkan, sertifikat rumah tersebut saat ini dijadikan barang bukti di penyidik Polresta Sidoarjo disebabkan dirinya melaporkan pihak Notaris Nunuk Handayani, disebabkan saat itu membawa sertifikatnya.

“Saat itu groupnya Rojiun mengajak saya disebabkan ada pembeli rumah saya. Akhirnya saya ajak janjian ke Notaris Nunuk serta sertifikat aslinya diserahkan istri saya pada notaris. tetapi akhirnya saya dibatalkan disebabkan saat itu masih ada sangkut pautnya dengan urusan saat di Rutan Medaeng,” jelasnya.

Setelah dibatalkan, Andik minta sertifikat tersebut pada notaris tetapi tidak diberikan. Ia pun akhirnya melaporkan pihak notaris ke pihak Polresta Sidoarjo hingga sertifikat tersebut disita hingga saat ini. meski begitu, ia jutru kaget adanya gugatan perkara nomor : 66/Pdt.G/2020 di PN Sidorjo yang diajukan Rojiun pada dirinya serta istrinya atas objek rumah yang ditempatinya saat ini.

Baca juga :  meski Turun, BOR Rumah Sakit Rujukan di Sidoarjo Masih 80 Persen Lebih

Lebih anehnya lagi, lanjut dia, sidang perdata itu tak tahu kalau sudah divonis pada Rabu (18/11/2020) kemarin meskipun ia sebagai tergugat. Apalagi, gugatan tersebut dimenangkan pihak penggugat.

“Jadi ini terkesan sidangnya kucing-kucingan,” jelasnya yang mengaku akan mengajukan banding atas upaya tersebut.

Sementara, Humas PN Sidoarjo Achmad Peten Sili ketika dikonfirmasi mengaku masih belum tahu perkara yang dikeluhkan oleh salah satu pencari keadilan itu.

“Tolong kasih waktu ya, kami tanya dulu pada majelis hakimnya serta panitera penggantinya,” katanya.

 



Sumber »

Komentar

Konten Terbaru