Sabtu, 15 Mei 2021
32 C
Sidoarjo
Sabtu, 15 Mei 2021

Zona Kuning Covid-19 di Jatim Menurun

- Advertisement -
- Advertisement -

Kalau sebelumnya ada 19 daerah di Jatim berwarna kuning atau risiko rendah penularan Covid-19, awal pekan ini zona kuning di Jatim turun menjadi 13 daerah.

Setidaknya ada enam daerah di Jatim yang kembali berwarna oranye dalam peta risiko Satgas Covid Pusat atau tergolong dalam risiko sedang penularan Covid-19.

Dokter Windhu Purnomo Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair mengatakan, sebenarnya warna oranye itu hampir sama dengan merah.

“Zona oranye itu sebenarnya risiko penularannya tidak jauh berbeda dengan zona merah. Hanya sedikit lebih rendah. WHO tidak mengenal oranye, hanya merah, kuning, serta hijau,” katanya pada PortalSidoarjo.com, Sabtu (7/11/2020).

Windhu ingin menegaskan, dengan turunnya jumlah daerah di Jatim yang berstatus zona kuning semua pihak di Jatim belum saatnya menganggap Covid-19 ini segera selesai.

Dia tegaskan, perbandingan masyarakat yang terjangkit Covid-19 dengan total penduduk Jatim juga belum menunjukkan kemungkinan munculnya herd immunity (kekebalan kelompok).

Herd immunity itu muncul kalau 70 persen jumlah penduduk sudah terjangkit. Jatim ini yang terdeteksi baru 54 ribu orang,” katanya seraya mengakui kasus Covid-19 seperti gunung es.

Dia berharap masyarakat tetap melaksanakan semua anjuran pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan. Sedangkan untuk Pemprov, agar meningkatkan testing serta tracing.

Dokter Makhyan Jibril Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim mengatakan, menurunnya zona kuning di Jatim karena adanya target baru dari Satgas Pusat.

Baru-baru ini, kata dia, Satgas Pusat menerapkan target baru penerapan tes Covid-19 dengan metode swab test-PCR dalam jangka waktu mingguan.

“Target dari pusat itu 40 ribu tes PCR setiap minggu. Jatim memang belum memenuhi meskipun sudah meningkat. Rata-rata antara 25 ribu sampai 30 ribu dalam seminggu,” katanya.

Tidak hanya di tingkat provinsi, target test diterapkan per daerah di Jatim. Karena itulah, kata Jibril, sejumlah daerah yang tadinya kuning kembali berwarna oranye.

“Karena sejumlah daerah di Jatim dianggap belum memenuhi target ini. Ada sejumlah perubahan memang dalam 15 indikator penentuan peta risiko itu,” kata Jibril.(den/tin)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -