/*
*/
Kamis, 4 Maret 2021
30 C
Sidoarjo
Kamis, 4 Maret 2021
Sidoarjo Raya Merasa Tak Jual Rumah, Ahli Waris Ajukan Gugatan Perdata ke Pengadilan Sidoarjo

Merasa Tak Jual Rumah, Ahli Waris Ajukan Gugatan Perdata ke Pengadilan Sidoarjo

SIDOARJO – Kasus sengketa tanah berikut bangunannya seluas 351 m2 di RT 4/RW 2, Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, kian memanas. Persetgeruan pihak tergugat dan penggugat, terus berlanjut.
Gatot Sugiono mewakili pihak penggungat kini memasang banner berukuran lebar di depan rumah yang dipersengketakan bertuliskan ‘Pemberitahuan Sebidang Tanah dan Bangunan Rumah Sesuai Hak Milik (SHM) No 6 Masih Dalam Proses Sengketa Perdata Dengan Regester No 291/Pdt.6/2020/PN Sidoarjo pada Pengadilan Negeri Sidoarjo.
Pemasangan banner warna kuning dengan tulisan mencolok warna merah serta hitam dan biru itu merespons pemasangan plakat yang dilakukan pihak tergugat. H Samsul Huda selaku pihka terguggat sebelumnya memasang plakat bertuliskan “Tanah dan Banguna Ruma Ini Milik H Samsul Huda Sesuai Dengan Bukti Sertifikat Hak Milik (SHM) No 06.’

Sengketa Rumah1

“Kepemilikan sah obyek tanah dan bangunan rumah ini kan memang masih dalam proses sengketa perdata di pengadilan. Mengenai keabsahan pemiliknya masih menunggu hasil sidang di PN Sidoarjo. Tidak bisa mengklaim begitu saja,” tegas Gatot Sugiono menjelaskan alasan pemasangan banner di halaman depan tanah dan bangunan rumah yang dipersengketakan, Minggu (7/11).
Gatot yang kala itu didampingi keluarga dan beberapa temannya sesama anggota Pemuda Pancasila mengaku tidak enak ketika pihak tergugat memasang plakat yang intinya mengklaim sebagai pemilik sah tanah dan bangunan rumah yang dipersengketakan. Karena itu, dia lantas memasang banner yang menyebut kalau obyek yang dipersengketakan masih dalam proses gugatan sidang perdata.
“Saya gak enak saja, sama orang-orang kampung. Nanti dikira memang sudah tidak ada masalah. Padahal kenayatannya kan memang masih dalam proses persidangan. Terlebih, di pekarangan ini kan ada ada bagian tanah dan rumah bangunan lain yang tidak ikut menjadi obyek sengketa,” lanjutnya.
Sidang perdana kasus sengketa tanah berikut bangunannya seluas 351 m2 di RT 4/RW 2, Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo dengan regester No 291/Pdt.6/2020/PN digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Rabu (4/11). Rencananya sidang lanjutan akan digelar dua minggu setelah sidang perdana.
Sengketa berawal dari rencana H Sadi Ashari, mertua Gatot Sugiono yang akan membuka usaha dengan mencari pinjaman dana. Ketika itu;lah, muncul Suri Harjo yang menawarkan pinjaman dana dengan jaminan sertifikat tanah dan bangunan rumah milik H Sadi yang saat itu masih dijadikan agunan di BPR Jati Lestari Sesuai kesepakatan, Suri Harjo lantas membantu menebuskan sertifikat yang diagunkan di BPR Jati Lestari sebesar Rp 70 juta serta memberika pinjaman dana kepada H Saidi sebesar Rp 80 juta.

Baca juga :  Produksi Kerupuk Dicampur Boraks, Pasutri Asal Sidoarjo Dibekuk

Sengketa Rumah3

“Namun, setelah sertifikat yang dijadikan agunan diambil, uang Rp 80 juta yang dijanjikan tidak pernah diberikan. Beberapa kali kami tagih, juga tidak pernah dikasih. Terakhir, kepemilikan tanah dan bangunan rumah malah berpindah-pindah tangan. Sampa empat kali dan terakhir adalah H Samsul Huda. Tapi yang pasti, kami tidak pernah merasa menjualnya kepada siapapun,” terang Gatot lagi.
Persoalan mulai muncul ketika H Samsul Huda melaporkan Edi Suroso (masih keluarga Gatot Sugiono) ke kepolisian dengan tuduhan menempati rumah miliknya tanpa izin. Laporan H Samsul Huda berlanjut ke proses persidangan dan akhirnya Edi Suroso divonis bersalah dan harus menjalani pidana kurungan.
“Sebelum kami menempuh jalur hukum melaporkan secara perdata, sudah beberapa kali mencoba mencari penyelesaian secara kekeluargaan. Kami tidka ingin ramai-ramai dan menawarkan beberapa opsi. Namun niat baik kami tidak pernah direspons baik-baik, sampai akhirnya kami melaporkannya secara perdata,” tegasnya.
Selain memasang banner berukuran bersar, Gatot Sugiono dengan dibantu beberapa temannya sesama anggota Pemuda Pancasila hingga saat ini juga melakukan penjagaan. Beberapa anggota Pemuda Pancasila nampak bergerompol di teras rumah dan pekarangan rumah yang dipersengketakan. Sebagian lagi, berkerumun di luar pekarangan. (rie)

Komentar

Konten Terbaru