Kamis, 13 Mei 2021
30 C
Sidoarjo
Kamis, 13 Mei 2021

Petugas Rutan Ponorogo Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkotika dalam Botol Sampo

- Advertisement -
- Advertisement -

Petugas Rutan Kelas IIB Ponorogo berhasil menggagalkan upaya penyelundupan serbuk putih yang diduga narkotika, Jumat (6/11/2020). Barang haram tersebut dibungkus dalam botol sampo.

Hal ini diungkapkan Krismono Kakanwil Kemenkumham Jatim. Melalui rilis yang diterima PortalSidoarjo.com, Krismono menyebutkan bahwa upaya penyelundupan narkotika itu dilakukan sekitar pukul 11.45 WIB.

Aksi ini bermula dari dua pengunjung berinisial SR (25) serta DP (19) menitipkan barang serta makanan yang akan diberikan pada warga binaan lain. Sesuai protap yang ada, seluruh barang serta makanan diperiksa dengan teliti oleh Petugas Pintu Utama (P2U).

“Pada saat barang serta makanan melewati penggeledahan petugas, ada benda yang tidak wajar serta pengunjung tersebut terlihat gelisah,” katanya.

Krismono mengapresiasi kesigapan serta ketelitian dari jajarannya itu. Meski di akhir jam pelayanan, mereka tetap siaga serta menjalankan tugas sesuai SOP yang ada. Perlu diketahui bahwa pelayanan penitipan barang di Rutan Ponorogo dimulai pukul 08.00-12.00 WIB.

“Ini membuktikan bahwa jajaran kami tetap memberikan pelayanan terbaik namun tetap dengan penuh kewaspadaan,” katanya.

Lebih lanjut, Arya Galung Karutan Ponorogo menyebutkan bahwa ada tiga orang petugas P2U yang bertugas saat itu. Saat melakukan penggeledahan, Surya salah satu petugas merasa curiga dengan botol sampo yang keras.

“Saat petugas memegang botol sampo tersebut, tutupnya agak menyembul,” ucap Arya.

Dia pun membuka tutup serta menumpahkan isi botol tersebut. Nah, kecurigaan semakin besar ketika cairan sampo yang keluar sangat sedikit. Saat petugas menusuk botolnya, keluar serbuk putih halus.

“Petugas kami akhirnya membongkar bungkusan tersebut,” terang Arya.

Arya menjelaskan bahwa kedua pengunjung tersebut ialah residivis yang sering keluar masuk Rutan Ponorogo. Keduanya pernah mendekam di penjara karena kasus obat terlarang.

“Menurut pengakuan SR serta DP, barang tersebut ialah jenis pil double L yang ditumbuk halus,” lanjut Arya.

Selanjutnya, pihak rutan berkoordinasi dengan Polres Ponorogo. SR serta DP beserta barang bukti diserahkan ke Satresnarkoba Polres Ponorogo untuk pengembangan lebih lanjut.

“Kami serahkan sepenuhnya ke Polres Ponorogo sebagai mitra strategis kami di bidang pemberantasan narkotika,” tutupnya. (ang)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -