Minggu, 16 Mei 2021
29 C
Sidoarjo
Minggu, 16 Mei 2021

Gunung Sinabung Luncurkan Awan Panas 2.000 Meter

- Advertisement -
- Advertisement -

Natanail Perangin-angin Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo mengatakan Gunung Sinabung pada Kamis (5/11/2020) sekitar pukul 12.00 WIB erupsi serta meluncurkan awan panas setinggi 2.000 meter mengarah ke timur serta tenggara.

“Selain itu, asap kawah bertekanan lemah hingga sedang teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal serta tinggi 200-300 meter di atas puncak kawah,” ujar Natanail di Medan, Kamis.

Ia menyebutkan jumlah awan panas guguran dua, amplitudo 120 mm, serta durasi 164-184 detik.

“Cuaca cerah serta berawan. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur serta tenggara.Suhu udara 17-27 derajat Celcius,” katanya seperti yang dilansir Antara.

Sebelumnya, Gunung Sinabung erupsi pada Rabu (4/11/2020) sekitar pukul 12.00 WIB dengan meluncurkan awan panas setinggi 1.500 meter mengarah ke timur serta tenggara.

Teramati guguran dengan jarak luncur 500-1.000 meter mengarah ke timur serta tenggara.

Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal serta tinggi 50-200 meter di atas puncak kawah. Jumlah awan panas guguran 1 (satu), amplitudo 120 mm, durasi 155 detik.

Saat ini Gunung Sinabung berada pada status III (Siaga) dengan rekomendasi warga maupun petani agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius 3 Km dari Puncak Gunung Sinabung. Selanjutnya radius sektoral 5 Km untuk sektor selatan-timur, serta 4 Km untuk sektor timur-utara.

Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila ke luar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Masyarakat yang berada serta bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.(ant/tin)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -