Sabtu, 15 Mei 2021
29 C
Sidoarjo
Sabtu, 15 Mei 2021

Pilkada, Debat Paslon Masih Saling Menggugat

- Advertisement -
- Advertisement -

Oleh: H. Djoko Tetuko Abd Latief MSi

Pengurus SMSI Pusat/ Pimred

Debat kandidat pasangan calon (Paslon) Wali Kota serta Wakil Wali Kota Surabaya, masih terlihat menggugat atau mencari kelemahan pesaing. Gambaran itu nampak dari saling melempar pertanyaan pada sesama calon selalu menanyakan titik lemah dari Paslon.

Debat Perdana Eri Cahyadi-Armuji dengan Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno, diwarnai saling menggugat kelemahan lawan. Bukan menyampaikan visi serta misi membangun Surabaya ke depan, dengan paradigma baru.

Debat berlangsung Rabu malam (4/11/2020) sebagai bahan kajian bahwa penguasaan data APBD, Peta Pembangunan Prioritas, Pemulihan Ekonomi Lokal serta Nasional, Pelayanan Kesehatan serta Pendidikan, hanya kulit-kulitnya. Sedangkan sebagai titik lemah justru dipertajam. Inilah debat saling menggugat.

Sebelumnya, debat pasangan calon dalam Pilkada Serentak 2020, Selasa malam (3/11/2020), Tiga Paslon Kabupaten Sidoarjo, Bambang Haryo Sukartono – Taufiqulbar (1), Ahmad Muhdlor Ali – Subandi (2) serta Kelana Aprilianto – Dwi Astuti (3), ketika mendapat pertanyaan soal Lapindo sama-sama berpikir untuk destinasi wisata dengan berbagai pernyataan.

Padahal, Sesunggunya bukan itu jawaban sebagai calon kepala daerah, tetapi pendekatan dengan pemilik hak atas Lapindo serta pengembangan ke depan yang berkeadilan.

Demikian juga ketika saling mengajukan pertanyaan, bukan substansi membangun suatu daerah baru, atau terobosan baru mengubah Sidoarjo menjadi Metropolitan dengan basis perkampungan serta ekonomi kerakyatan. Karena potret di lapangan seperti itu.

Paslon Muhdlor – Subandi, memang lebih menguasai data serta lebih konkret dalam hal menyelesaikan persoalan di depan mata sebagai warisan permasalahan lama. Pasangan Kelana – Astuti, hanya lebih tenang dalam penguasaan panggung saja. Sedangkan Paslon Bambang – Taufiq terkesan menyamoaikan ide-ide standar. Tetapi tidak ada penguatan data tentang kekuatan APBD serta penggunaan dana itu untuk prioritas pembangunan apa?

Bahkan, di Kabupaten Kediri Paslon Bupati Kediri serta Wakil Bupati Kediri, Hanindhito Himawan bersama Dewi Mariya Ulfa (Hanondhito-Dewi), hanya menonjolkan menata Kampung Inggris, Kecamatan Pare.

Pasangan tunggal Kediri juga hanya menyampaikan permasalahan lama, bukan gagasan baru sebagai ide komprehenship, ide besar secara bersama membangun kota baru. Misalnya, Kediri Kerajaan Rakyat Sendiri serta Tertib (Kediri Kreatif).

Mengapa mencontohkan Kediri Kreatif, Kediri merupakan kota tua dengan simbol kerajaan tua Kadiri, ada sejarah Sri Agung Joyoboyo serta masih banyak sentuhan sebagai upaya kebangkitan kota tua ini.

Tentu potret debat tahap perdana mungkin masih belum maksimal menyampaikan visi serta misi dengan mengacu pada kekuatan anggaran serta potensi lokasi. Kita tunggu debat serta kampanye penuh dengan kesantunan tetapi berkualitas hebat serta bermartabat.

Itulah harapan pada para calon pemimpin daerah di era digital serba modern serta berwibawa karena kemampuan menata daerah dengan ramah serta berbudaya. (@)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -