Kamis, 13 Mei 2021
26 C
Sidoarjo
Kamis, 13 Mei 2021

Karimunjawa Jepara Ditetapkan Sebagai Cagar Biosfer oleh UNESCO

- Advertisement -
- Advertisement -

Kawasan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, ditetapkan Organisasi PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, serta Kebudayaan (UNESCO) sebagai cagar biosfer sebagai guna meningkatkan berbagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati di daerah itu.

“Penetapan oleh UNESCO pada akhir 28 Oktober 2020 tidak hanya Karimunjawa, melainkan Karimunjawa Jepara Muria yang mencakup Kabupaten Jepara, Kudus, serta Pati,” kata Farikhah Elida Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Rabu (4/11/2020) seperti dilansir Antara.

Ia mengungkapkan penetapannya bersamaan dengan dua cagar biosfer baru di Indonesia yang diumumkan dalam sidang ke-32 International Coordinating Council (ICC) Man and the Biosphere (MAB) UNESCO tahun 2020, Rabu (28/10).

Pengajuan Karimunjawa sebagai cagar biosfer, kata dia, sudah dilakukan sejak 2017, sedangkan tahapannya berlangsung hingga 2,5 tahun, mulai dari penyiapan proposal, data konferensi di LIPI, pembuatan film nominasi cagar biosfer, hingga pengiriman dokumen pengusulan nomine cagar biosfer ke MAB UNESCO di Nigeria.

Data yang dibutuhkan, mulai dari RPJMD, RTRW, kondisi geografis, sosial, ekonomi serta budaya, letter of agreement yang ditandatangani pemerintah daerah serta dinas terkait, serta surat rekomendasi dari Gubernur Jawa Tengah.

“Untuk total luasan di Karimunjawa mencapai 746.412,54 hektare,” katanya.

Terkait dengan alasan pengusulannya sebagai zona cagar biosfer, di antaranya karena merupakan hujan hutan tropis dataran rendah, hutan mangrove, ekosistem hutan pantai, ekosistem padang lamun, terumbu karang dengan spesisfikasi luas terumbu karang mencapai 7.487,55 hektare, serta jenis mangrove yang ada di Karimunjawa sebagian besar termasuk kelas mangrove sejati.

Terkait dengan alasan penamaannya Karimunjawa Jepara Muria, hal itu untuk mengenalkan potensi Jepara yang memiliki pulau serta Pegunungan Muria pada dunia internasional.

Ia mengungkapkan cagar biosfer merupakan kawasan yang terdiri atas ekosistem darat, pesisir, serta laut yang diakui keberadaannya di tingkat Internasional sebagai bagian dari Program Man and Biosphere (MAB) UNESCO.

“Cagar biosfer tersebut sebagai konsepsi pengelolaan kawasan yang mengintegrasikan kepentingan konservasi sumber daya alam hayati serta ekosistemnya dengan kepentingan pembangunan sosial ekonomi yang berkelanjutan sebagai upaya untuk mewujudkan keseimbangan hubungan antara manusia dengan alam serta lingkungannya,” katanya. (ant/dfn/ipg)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -