Jumat, 14 Mei 2021
31 C
Sidoarjo
Jumat, 14 Mei 2021

Siapkan Mitigasi Bencana, Pemkot Surabaya Siaga di Wilayah Rawan Genangan Aliran Sungai

- Advertisement -
- Advertisement -

SURABAYA – Setelah sebelumnya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau langsung kesiapan perahu, kini dilanjutkan dengan penyiapan mitigasi bencana, terutama di wilayah-wilayah yang rawan genangan aliran sungai. Ini merupakan langkah siap siaga menghadapi potensi datangnya hujan lebat serta angin kencang selama peralihan musim atau pancaroba.

Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana (BPB) serta Linmas Kota Surabaya sudah menggelar rapat koordinasi mitigasi bencana, khususnya di wilayah rawan genangan akibat aliran air sungai. Rapat koordinasi yang digelar di kantor BPB Linmas itu menghadirkan 15 kecamatan yang merupakan daerah aliran sungai (DAS) Surabaya.

Kepala BPB Linmas Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan mitigasi ini untuk mengantisipasi bencana yang berdampak pada warga yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS). Makanya, pada 15 kecamatan yang ikut dalam rapat koordinasi itu, ia meminta agar mereka melakukan pemetaan risiko bencana di sekitar sungai di Surabaya.

“Misalnya, pemetaan bencana yang pernah terjadi seperti tanah atau plengsengan longsor, banjir, orang hanyut atau tenggelam,” kata Irvan di ruang kerjanya, Rabu (4/11/2020).

Adapun 15 Kecamatan yang diminta khusus untuk siaga itu ialah Kecamatan Karang Pilang, Kecamatan Jambangan, Kecamatan Wonokromo, Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Pakal, serta Kecamatan Asemrowo.

Kemudian Kecamatan Bulak, Kecamatan Rungkut, Kecamatan Gunung Anyar, Kecamatan Genteng, Kecamatan Wiyung, Kecamatan Krembangan, Kecamatan Dukuh Pakis, Kecamatan Sukomanunggal, serta Kecamatan Tenggilis Mejoyo.

Menurut Irvan, 15 kecamatan itu diminta aktif memeriksa ketinggian serta debit air sungai pada pintu air serta rumah pompa. Selain itu, kelurahan juga diminta mengaktifkan Kelurahan Siaga Bencana. “Ibu wali kota meminta kelurahan melakukan sosialisasi serta patroli secara berkala, khususnya menjelang musim penghujan serta angin kencang,” katanya.

Selain itu, Irvan juga memastikan bahwa Wali Kota Risma juga meminta kecamatan serta kelurahan di sekitar DAS untuk memperhatikan kelompok rentan seperti difabel, lansia, ibu hamil, serta anak-anak agar mendapat pertolongan khusus saat terjadi bencana.

“Kecamatan serta kelurahan menyiapkan lokasi yang aman untuk tempat evakuasi sementara. Penyusunan SOP evakuasi di tingkat RT/RW sampai kecamatan harus dibuat,” katanya.

Selain aparat kecamatan serta kelurahan, Dinas PU Bina Marga serta Pematusan juga diminta melakukan pengecekan rutin terhadap rumah pompa atau pompa-pompa air yang ada di Surabaya. Bahkan, ia juga meminta pompa-pompa yang sudah siap dioperasikan itu, dapat bekerja dengan baik, sehingga dapat mengatur debit air.

“Pokoknya nanti diusahakan dapat meminimalisir genangan di rumah-rumah warga. Jadi, ayo kita jaga wilayah kita masing-masing,” pungkasnya. (q cox)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -