/*
*/
Kamis, 25 Februari 2021
28 C
Sidoarjo
Kamis, 25 Februari 2021
Jatim Gunakan Ide Lokal, Karya Mahasiswi ITS Raih Penghargaan

Gunakan Ide Lokal, Karya Mahasiswi ITS Raih Penghargaan

Desain unik serta kreatif yang diciptakan oleh salah satu mahasiswa Departemen Desain Produk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) berhasil menembus kancah internasional.

Tak hanya menyabet juara pertama pada ajang Open Call Indonesia Creation (OCIC) 2020, 23 Oktober lalu, Nur Ameliyah Rizkiyah juga mendapatkan kesempatan untuk memamerkan karyanya yang berjudul Bapo Lounge Chair di Milan, Italia, tahun 2021 mendatang.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Himpunan Desainer Mebel Indonesia (HDMI) bersama ABBASOURCE ini setiap tahunnya dikhususkan untuk mencari desainer muda berbakat se-Indonesia. Setelah melewati serangkaian seleksi, beberapa peserta yang unggul akan diberangkatkan serta memamerkan karyanya di Future Fair Salone del Mobile, Milan, Italia.

Gadis yang akrab disapa Amel ini mengungkapkan, ada tujuh finalis yang berkesempatan menunjukkan karyanya di Milan. Namun tidak seperti yang lainnya, Amel mendapatkan kesempatan emas karena sebagai pemenang pertama. Tak hanya karyanya yang berangkat, ia turut berangkat ke salah satu kota yang terkenal akan ikon katedral Gothic ini. “Untuk pamerannya sendiri akan berlangsung pada bulan April 2021 mendatang,” katanya.

Baca juga :  Koperasi Kartika Suwoko Kodim 0812 Lamongan Gelar RAT Tahun 2020

Menurut Amel, karyanya tersebut terinspirasi dari tradisi Bapukung oleh masyarakat Banjarmasin, di mana bayi-bayi biasa dibedong dengan selendang gantung. Didesain dengan pemanfaatan rotan sebagai sumber daya alam melimpah di Indonesia, mahasiswi asal Gresik ini berusaha memberi gambaran baru pada desain mebel rotan menjadi lebih kontemporer.

“(Selain itu) Juga terinspirasi dari salah satu teman saya saat menunjukkan foto masih bayi serta dibedong menggunakan adat Bapukung, saya rasa itu unik serta akhirnya saya jadikan ide,” beber Amel kembali.

Pada rancangan desainnya, Amel menuturkan, ia telah mengeksplorasi material rotan rod yang belum pernah diterapkan sebelumnya di mebel-mebel rotan konvensional. Ini sekaligus menjadi inovasi desain yang baru serta keunggulan dari Bapo Lounge Chair. “Di sini saya berusaha menampilkan desain yang tetap membawa budaya serta material lokal Indonesia agar lebih dikenal dunia,” jelas mantan Kepala Inovasi serta Divisi Karya Himpunan Mahasiswa IDE (Desain Produk ITS) ini.

Baca juga :  Sering Terjadi Kasus Mafia Tanah, Polda Jatim Buka Hotline Pengaduan Berikut Nomor Telfonnya

Mahasiswi angkatan 2016 ini berujar bahwa Lounge Chair tentu mempunyai fungsi utama sebagai kursi santai. Harapannya, pengguna dapat merasakan kenyamanan layaknya bayi yang ada dalam gendongan Bapukung seperti inspirasinya.

Amel menjelaskan, pembuatan Kursi Bapo ini nantinya akan ditanggung penyelenggara lomba. Karena kompetisi ini dinaungi oleh marketplace bisnis furniture ABBASOURCE, tentu nantinya akan dikomersilkan sesuai misi ABBASOURCE untuk membawa produk Indonesia ke pasar global.

Setelah melewati berbagai tahap kurasi konsep desain, gambar teknik, uraian proses pembuatan serta penjurian sejak 3 September 2020 lalu, Amel mengaku mengalami beberapa kendala. Antara lain mencari tahu kemampuan material rotan ketika diaplikasikan dalam desain yang telah dibuat, harus tahu jenis karakter material rotan, serta tetap berusaha memasukan unsur ergonomis dalam kursi. “Sebenarnya ini sudah terancang lama, sudah dibuat sejak Januari lalu, tetapi kemudian saya develop lagi kurang lebih delapan bulan hingga dibuka pendaftaran lomba ini,” ungkapnya.

Baca juga :  Hut SPSI ke- 48

Amel mengharapkan, semoga dengan turut sertanya ia serta karyanya ke salah satu pameran furniture terbesar di dunia di Milan tersebut, ia bisa mendapatkan banyak ilmu serta inspirasi desain. “Ditambah juga termotivasi untuk terus berkarya hingga suatu saat nanti bisa punya brand furniture sendiri yang tak kalah mendunia,” pungkas Amel optimistis.(tok/dfn)

Sumber »

Komentar

Konten Terbaru