Sabtu, 15 Mei 2021
29 C
Sidoarjo
Sabtu, 15 Mei 2021

Gakumdu Dalami Video Kampanye Berbau SARA oknum Tokoh Agama di Sidoarjo

- Advertisement -
- Advertisement -

SIDOARJO, – Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bawaslu Sidoarjo mendalami video viral dugaan kampanye yang menjelekan pasangan calon lain dengan membawa isu Suku, Ras, Agama serta Antar golongan (SARA) oleh oknum tokoh masyarakat berinisial ZH ketika kegiatan rutinan salah satu ormas keagamaan di Tanggulangin, Sidoarjo.

“Kami (Gakkumdu) sepakat untuk mendalami video dugaan berbau SARA tersebut,” ucap Komisioner Bawaslu Divisi Penindakan Penanganan Pelanggaran Pemilu, Agung Nugraha ketika dikonfirmasi , Selasa (3/11/2020).

Pantauan , Tim Gakkumdu yang terdiri dari unsur Kepolisian, Kejaksaan serta Bawaslu terlihat duduk bersama di ruang klarifikasi Bawaslu Sidoarjo Jalan Pahlawan Sidoarjo. Ketiga unsur lembaga itu terpantau sejak siang hingga petang mendiskusikan terkait persoalan tersebut.

Baca juga :  LEBARAN KALI INI KALIAN MAKAN APA REK? Sudah pasti makan Ketupat komplit bersama teman & keluar...

“Ini tadi baru selesai. Tim Gakkumdu sepakat memutuskan mendalami dugaan pelanggaran tersebut,” aku Agung.

Meski demikian, Agung enggan menjelaskan lebih detail terkait materi yang didalami video viral berbau SARA itu. “Nanti ya,” akunya singkat.

Diberitakan sebelumnya, Daryanto, salah satu warga Kecamatan Wonoayu melaporkan video ceramah viral di group WhatsApp (WA) serta media sosial tersebut ke Panwascam Tanggulangin.

Dalam video berdurasi 2 menit 45 detik yang viral di WhatsApp serta medsos itu berisi ceramah tokoh agama di acara bulanan ormas keagamaan di kawasan Kecamatan Tanggulangin.

Tokoh agama salah satu ormas keagamaan terbesar di Sidoarjo, ZH, menyampaikan pada jamaah yang hadir, mengharuskan memilih pasangan calon asli dari Sidoarjo.

Baca juga :  SNACK CHICKEN CRISPY GURIH NAGIH.Menu Chicken Hitto ini ialah Chicken fillet yang digoreng c...

Perlu diketahui Pilkada Sidoarjo 2020 di ikuti tiga pasang calon bupati serta wakil bupati yang bertarung di pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang. Paslon nomor urut 1 , Bambang Haryo Soekartono (BHS)- Taufiqulbar yang diusung Patai Gerindra, PKS, Golkar, Demokrat serta PPP.

Paslon Nomor urut 2, Ahmad Muhdlor Ali- Subandi diusung Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serta Paslon nomor urut 3, Kelana Aprilianto-Dwi Astutik yang di usung PDI Perjuangan serta Partai Amanat Nasional (PAN).

ZH juga mempengaruhi jamaah dengan menyudutkan paslon lain dengan membawa isu SARA.

“Jika paslon (nomor #) yang jadi, di sana ada orang Partai #* nya, itu ada HTI nya. Jika paslon nomor # jadi, maka Bapak serta Ibu nantinya diajak pakai celanan cingkrang serta pakai cadar semua. Padahal kita ingin HTI menyingkir dari Sidoarjo,” kata ZH, dalam video tersebut yang ditunjukkan Daryanto.

Baca juga :  Lumpia dengan 3 varian rasa yang unik :Lumpia Original, isi telur , udang , ayam & rebung. Isi...

Masih dalam video tersebut, lanjut Daryanto, juga berisi ajakan agar tidak memilih paslon nomor urut lainnya yang didukung PDI Perjuangan serta Partai Amanat Nasional (PAN).

“Kalau Bapak serta Ibu pilih nomor urut @ itu didukung (partai lambang mata##i) . Itu ialah groupnya ormas (M) , jika nomor @ jadi, maka Bapak serta Ibu di langgar atau mushola serta masjid dilarang (doa) khunut,” kata Daryanto, meniru ucapan di video yang viral tersebut.



Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -