Kamis, 13 Mei 2021
30 C
Sidoarjo
Kamis, 13 Mei 2021

Cerdas Menjawab

- Advertisement -
- Advertisement -

Opini: H Mursidi, Ketua MPC PP Sidoarjo

DEBAT publik di telivisi lokal Jatim telah berlalu. Tiga paslon Pilkada Sidoarjo 2020 pun sudah tampil dengan harapan bisa menguatkan simpati melalui retorika politik. Beragam gagasan dan  program prioriras disampaikan meski hanya beberapa menit.

Tak mudah bagi paslon Pilkada menggelar gagasan tentang kesejahteraan dan optimalisasi pelayanan. Namun, publik sebagai penikmat acara itu setidaknya sudah bisa memperoleh gambaran sosok pemimpin yang nantinya layak memimpin Sidoarjo.

Pada kesempatan itu, Pasangan Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik juga sudah mengungkapkan gagasannya bila diberi amanah untuk memimpin Sidoarjo. Meski terlihat santai, namun saya menangkap keduanya terlihat cerdas setiap kali saat harus memberi menjawab. Kalau boleh diistilahkan, keduanya ‘Cerdas Menjawab.’

Di awal, semua paslon memang tampak siap untuk menghadapi debat publik perdana ini. Namun terlihat paslon Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik-lah yang paling konsisten performanya hingga akhir acara. Hal ini dibuktikan dari pemaparan program hingga melibas habis pertanyaan lawan.

Di saat pandemi corona, misalnya, bagaimana masyarakat diajak kerja bareng untuk berdamai dengan keadaan. Bekerja dan bekerja sedang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan hidup. Berkreasi dan berinovasi dibutuhkan untuk menciptakan daya saing produk dan membuat sumbet penghasilan alternatif.

Namun agar semua proses itu bisa berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan dampak buruk bagi diri sendiri atau orang lain;  pahamilah protokol kesehatan. Ini penting agar virus covid  bisa terjendalikan.

Paslon nomor urut 3 (Kelana Aprilianto dan Dwi Astutik) terkesan kompak dalam merespons pertanyaan dan saat menjawab. Memang hal ini belum bisa menjadi indikator kemenangan. Namun publik bisa melihat kekompakan itu. Ini merupakan cermin positif dan bisa diharapkan begitu saat nanti membuat keputusan terkait kebutuhan dan kepentingan publik.

Mas Kelana –sapaan akrab Kelana Aprilianto– dan Dwi Astutik sebagai salah satu pelakon acara debat publik telah menampilka gagasan bukan sekadar lips retorika politik belaka. Program yang disampaikan riil.

Sebagian besar merupakan representasi kebutuhan warga Sidoarjo. Khususnya, untuk menjadikan emak-emak sebagai motor dalam rangka menguatkan penghasilan keluarga dan penggerak ekonomi lokal. (*)

 

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -