Kamis, 13 Mei 2021
32 C
Sidoarjo
Kamis, 13 Mei 2021

Pengakuan pimpinan Syiah di Sampang, Begini Penjelasanya

- Advertisement -
- Advertisement -

SAMPANG – Menjelang Pengucapan ikrar kembali ke Ahlussunnah Wal Jamaah (Suni) reporter RadarBangsa.co.id Group Siberindo.co berhasil mewawancarai Ustadz Tajul Muluk al Ali Murtadho pimpinan Syiah di Sampang yang bertahan bersama pengikutnya di pengungsian Rumah Susun (Rusun) Puspa Agro Jemundo Sidoarjo

Melalui fasilitas voicemail WhatsApp selasa 3/11 Ustadz Tajul panggilan akrab Tajul Muluk al Ali Murtadho mengungkapkan kronologi keinginan untuk kembali pada ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah (Suni)

Dijelaskan niat itu atas inisiatif sendiri serta tidak ada peran dari siapapun yang mempengaruhinya, serta muncul setelah melakukan perenungan yang mendalam dari berbagai sudut pandang maupun pengalaman selama bergabung dengan Komunitas Syiah
“Saat itu saya sedang dalam proses pencarian serta petualangan karena saya termasuk orang yang terbuka dalam pikiran sehingga tidak mudah percaya selama masih belum mengetahuinya,” katanya

Ditegaskan kembali waktu itu Ia masih dalam proses pencarian jati diri untuk memahami keyakinan yang diterima serta belum sepenuhnya menganut ajaran Syiah

Namun sudah mulai di justifikasi seolah penganut ajaran Syiah sampai terjadi pengusiran bersama pengikut yang lain

“Karena Komunitas Syiah menerima keberadaan kami barulah terjadi interaksi serta komunikasi intens hingga dianggap menjadi bagian dari mereka,”tuturnya

Setelah merenung serta mempertimbangkan pendapat dari Majelis Ulama timbul keyakinan yang kuat untuk kembali ke ajaran nenek moyang yang dulu pernah dianutnya bersama keluarga karena merasa tidak ada kecocokan dengan paham yang dijalani selama ini

Ia mengaku keinginan yang kuat itupun pernah disampaikan pada Bripka Eko Purwanro selaku Liaising Officer (LO) Polres Sampang yang selama ini mengawal serta mendampingi di Rusun Puspa Agro Jemundo Sidoarjo

Ustadz Tajul kemudian meminta bantuan pada Bupati Sampang untuk memfasilitasi kenginan berikrar kembali ke ajaran Suni bersama pengikut yang lain

Dari keinginan yang kuat itu, Ia berjanji akan patuh serta memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh para Tokoh maupun Ulama Madura khususnya di Sampang

Disebutkan langkah yang dilakukan sebelum melakukan ikrar bersama yakni memutuskan hubungan dengan Komunitas Syiah, menolak kegiatan dari para pentolan Syiah di tempat pengungsian, menolak menghadiri undangan dari para warga Syiah, memindahkan putra putri ke Ponpes penganut Ahlussunah Wal Jamaah serta melindungi warga pengikut dari dokrin yang mengarah pada paham Syiah terutama terhadap anak anak

Waktu disinggung tentang langkah kedepan pasca Pengucapan ikrar yang akan dilakukan kamis 5/11 di Pendopo Trunojoyo terutama terkait upaya pemulangan, Ia mengaku memasrahkannya pada Pemerintah baik Pusat, Propinsi maupun Kabupaten

Menurutnya harapan itu tetap ada walaupun bukan menjadi perioritas sebab Ia bersama pengikutnya masih tercatat sebagai warga masyarakat setempat yang dibuktikan dengan KTP serta memiliki tanah di tempat asal

Selain itu Ia bersama pengikut yang lain sangat merindukan suasana seperti dulu hidup berdampingan dengan damai menjalankan kehidupan menuju peradaban yang lebih baik

Tetapi, kembali ditegaskan tetap patuh serta mengikuti langkah yang akan dilakukan oleh Pemerintah kedepannya

Ia bersama para pengikut yang lain yakin serta percaya bahwa Pemerintah tidak akan berdiam diri serta membiarkan warga nya hidup dalam pengungsian selamanya pasca Pengucapan ikrar kembali ke ajaran Suni

Sebelum mengakhiri ungkapannya, Ia bergumam akan membayar hutang pada ALLOHnSWT serta masyarakat Sampang serta menjadikannya sebagai momentum mengakhiri konflik yang berkepanjangan

Ustadz Tajul pun mengakhirinya dengan permintaan maaf serta ucapan terima kasih pada Pemkab, Forkopimda, Kemenag Ulama serta Tokoh masyarakat atas bantuan serta fasilitasi rencana Pengucapan ikrar.

(Zainul/Her)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -