Sabtu, 15 Mei 2021
29 C
Sidoarjo
Sabtu, 15 Mei 2021

KPK Tetapkan Tiga Tersangka Baru Kasus Korupsi PT DI

- Advertisement -
- Advertisement -

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga tersangka baru dalam pengembangan kasus korupsi penjualan serta pemasaran di PT Dirgantara Indonesia (DI) pada tahun 2007-2017.

Tiga tersangka itu, yakni Arie Wibowo (AW) Kepala Divisi Pemasaran serta Penjualan PT DI pada tahun 2007—2014 serta terakhir menjabat Direktur Produksi PT DI pada tahun 2014—2019, Didi Laksamana (DL) Dirut PT Abadi Sentosa Perkasa, serta Ferry Santosa Subrata (FSS) Dirut PT Selaras Bangun Usaha.

“Setelah menemukan bukti permulaan yang cukup, KPK melakukan penyelidikan, kemudian meningkatkan status perkara ke tingkat penyidikan, lalu menetapkan tersangka AW, DL, serta FSS,” kata Alexander Marwata Wakil Ketua KPK saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (3/11/2020), dilansir Antara.

Dalam penyidikan, KPK mencermati fakta-fakta yang berkembang sehingga ditemukan dugaan tindak pidana korupsi yang melibatkan tiga orang tersebut.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, kata Alex, dalam perkara yang sama telah masuk tahap penyidikan dengan tersangka Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) Budiman Saleh (BUS).

Sebelumnya, Budiman menjabat Direktur Aerostructure PT DI 2007—2010, Direktur Aircraft Integration PT DI 2010—2012, serta Direktur Niaga serta Restrukturisasi PT DI 2012—2017.

Selain itu, dua terdakwa yang saat ini menjalani proses persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung, yaitu mantan Budi Santoso Direktur Utama PT DI serta mantan Irzal Rinaldi Zailani Kepala Divisi Penjualan PT DI.

Untuk kasus korupsi di PT DI tersebut, diduga terjadi kerugian negara sekitar Rp202 miliar serta 8,6 juta dolar AS sehingga total kerugian negara sekitar Rp315 miliar.

Selain itu, tim penyidik juga telah memeriksa 108 saksi serta menyita aset berupa uang serta properti berupa tanah serta bangunan senilai Rp40 miliar. (ant/dfn/ipg)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -