Kamis, 13 Mei 2021
30 C
Sidoarjo
Kamis, 13 Mei 2021

Sang Petarung

- Advertisement -
- Advertisement -

Opini Oleh: H Mursidi, Ketua MPC PP Sidoarjo

KELANA Aprilianto (Mas Kelana).  Pengusaha kelahiran 1971 ini, pernah ikut kontestasi Pilkada Pasuruan 2013.  Ketidak-beruntungan itu tak menyurutkan niat dan tekadnya membesarkan Partai Hanura.  Kepercayaan menjadi ‘komandan’ alias Ketua DPD Partai Hanura Jawa Timur dianggap sebagai amanah.  Penggiat wawasan Kebangsaan Jawa Timur ini pun diminta Ketum DPP Partai Hanura Dr. Oesman Sapta mencalonkan diri sebagai bakal calon wakil gubernur (bacawagub) dan terlibat langsung dalam  Pilgub Jawa Timur 2018.

Mas Kelana merupakan inspirasi bagi kami. Menurut saya, dia petarung tangguh dan memiliki kemampuan berhitung yang cermat dan jeli.  Biasanya, para bakal calon bupati lebih memilih ‘tiarap’ bila tak bisa mengantongi rekomendasi. Begitu pula calon bupati yang memperoleh ‘surat tugas’ berangkat bertarung di arena Pilkada.  Kalah bertarung atau gagal raih dukungan suara terbanyak memilih istirahat dulu.

Pengusaha penggemukan sapi Lemosin dan pemilik otobus Handoyo ini bukan sosok yang gampang menyerah.  Pernah saya ngobrol bareng calon bupati nomor urut 3 ini;  mungkin sekitar 30 menit. Dia pantas jadi pemimpin. Selama bincang-bincang, ternyata tipikalnya lebih suka mendengar atau menampung pemikiran dan aspirasi mitra bicara.  Ini mengesankan,  Mas Kelana orang yang cukup hati-hati dalam mengambil keputusan.  Sidoarjo butuh sosok yang tenang dan tidak mudah mengambil keputusan. Apalagi terkait upaya membangun infrastruktur utama atau pendamping bagi kegiatan prioritas.

Bila sedikit melihat riwayat politiknya sejak 2013 – 2020 atau selama 7 tahun, sudah tiga kali mengikuti pentas politik pemilihan kepala daerah; bupati dan gubernur. Satu kali di wilayah domisili, Pasuruan;  disusul kepercayaan DPP Partai Hanura agar ikut Pemilihan Gubernur Jatim 2018; dan kali ketiga bertarung di Pilkada Sidoarjo 2020.

Mengapa ingin mengikuti pesta demokrasi pemilihan kepala daerah? Saya tidak akan pernah mempertanyakan hal itu.  Namun ada satu hal yang membuat kagum, tiga kali ikut dalam pertarungan pilkada. Ini  bukanlah hal sederhana.  Kalau sudah sebanyak itu, Pilkada bukanlah sekedar bagian dari agenda bisnis. Dibalik niat dan tekadnya, ada ketulusan untuk berbagi ‘ilmu’ atau kemampuan dalam rangka membangun pondasi kepentingan atau kebutuhan masyarakat.

Pengalaman di bidang penggemukan sapi lemosin dan pertanian, akan sangat berarti bagi warga Sidoarjo. Latar belakang sebagai pengusaha; tentu bisa dimanfaatkan untuk menghadirkan investasi sebagai sarana membuka lapangan kerja; menguatkan jaringan bisnis antar negara atau propinsi; dan masih banyak lagi lainnya.

Marilah kita mempertimbangkan ketulusan Mas Kelana dan Dwi Astutik untuk turut aktif membangun Sidoarjo dengan kekuatan pola komunikasi  yang pasti berbeda dengan sebelumnya. Bila ingin  Sidoarjo Berkelas ingin paslon nomer 3. (*)

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -