Minggu, 16 Mei 2021
29 C
Sidoarjo
Minggu, 16 Mei 2021

Beri Nilai Tambah, Warga Tuban Kembangkan Nugget serta Pupuk Organik Olahan Ikan

- Advertisement -
- Advertisement -

Tim Pengabdian Masyarakat (Abmas) ITS Surabaya mengapresiasi hasil tangkapan ikan warga Desa Pliwetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban yang melimpah. Tangkapan ikan tengiri serta tongkol, rata-rata bisa mencapai 100 ton per hari. Jumlah itu diketahui dari pedagang yang menampung hasil tangkapan ikan para nelayan.

Endah Mutiara Ketua Tim Abmas ITS menceritakan itu, setelah kunjungannya di Desa Pliwetan, akhir pekan kemarin. Endah bersama Tim Abmas ITS, datang khusus untuk menunjukkan perhitungan secara akademis produk nugget serta pupuk organik yang bisa dikembangkan dari olahan ikan.

Acara itu diikuti oleh sekitar 25 orang, terdiri dari pejabat serta tokoh desa, pelaku usaha, anggota PKK serta karang taruna, serta akademisi dari Universitas Ronggolawe (Unirow) serta mahasiswa. Pengurus/anggota PKK serta karang taruna merupakan perwakilan yang akan menjadi penggerak di lingkungannya, untuk terwujudnya produk yang ingin dikembangkan. Sementara akademisi Unirow serta mahasiswa KKN ITS yang melakukan pendampingan selama proses uji coba hingga pengembangan ke depannya.

Beri Nilai Tambah Warga Tuban Kembangkan Nugget dan Pupuk Organik
Tim Abmas ITS Surabaya bersama Prof. Dr. Supiana Dian N, MSi, Rektor Univ. Ronggolawe Tuban (berkacamata), serta Kepala Desa Pliwetan, Sabtu (31/10/2020). Foto: istimewa

Endah menjelaskan, nugget serta pupuk organik yang dipresentasikan di hadapan peserta pelatihan, telah melalui tahap uji selama kurang lebih satu bulan, di laboratorium Badan Penelitian serta Pengembangan Industri; Balai Riset serta Standardisasi Industri Surabaya; serta Laboratorium Pengujian serta Kalibrasi (Baristand Industri Surabaya). Penelitian itu menghasilkan, olahan nugget ikan serta pupuk cair telah memenuhi standar SNI sebagai makanan olahan serta pupuk organik.

“Mereka menyambut antusias terhadap hasil uji lab itu. Mereka bersemangat ingin mengembangkannya sebagai diversifikasi serta nilai tambah untuk mendukung perekonomiannya,” tutur Endah pada PortalSidoarjo.com, Senin (2/11/2020).

Pada tahap awal, lanjut Endah, warga mempelajari dengan saksama proses pembuatan nugget serta pupuk organik. Terutama pupuk organik, mereka antusias karena prosesnya mudah serta bahan baku limbah ikan tersedia banyak. Juga karena pupuk organik dari limbah ikan plus bahan komposisi lainnya itu, bisa langsung dimanfaatkan untuk kesuburan tanaman yang ada banyak di lingkungan kampung.

“Apalagi karena mereka ingin persoalan limbah ikan segera teratasi serta ingin lingkungannya terbebas dari pencemaran,” cetusnya.

Sedangkan untuk pembuatan nugget, mereka terus berproses seiring mengurus perijinan sebelum menjadi produk olahan usaha kecil menengah (UKM). Perijinan serta pemasaran, kata Endah, kerap menjadi persoalan klasik para UKM. Terkait persoalan itu, tim Unirow akan membantu memperlancar prosesnya ke pihak terkait. Termasuk menentukan merek dagang serta pemasarannya dalam proses pengembangan ke depan.

Selama proses pemantapan itu, tambah Endah, mahasiswa KKN ITS akan turut mendampingi hingga tiga bulan (Nopember, Desember, Januari) mendatang. Melihat animo warga yang antusias, pada tahap uji coba ini mereka sanggup membuat nugget setidaknya 10 kg serta 10 liter pupuk organik per minggunya.

“Setelah itu, kita lakukan evaluasi untuk mengukur serta mencari strategi pengembangan berikutnya,” cetusnya. (cus/tin)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -