Jumat, 14 Mei 2021
31 C
Sidoarjo
Jumat, 14 Mei 2021

Sumur Beracun Bawa Korban, Petani Tewas Saat Perbaiki Pompa Air

- Advertisement -
- Advertisement -

NGAWI – Usaha memperbaiki pompa air yang rusak, malah membawa petaka. Harni (60), petani desa Simo, Kecamatan, Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ditemukan tewas di dalam sumur miliknya, Minggu siang (1/11/2020).

Dari keterangan saksi di lokasi kejadian yang diterima wartatransparansi.com PortalSidoarjo.com mengutip dari siberindo.co., korban sebetulnya bermaksud memperbaiki kerusakan pompa air yang berada di dasar sumur sedalam 6 meter miliknya.

“Sebetulnya setelah diduga korban menghirup gas beracun atau kehabisan oksigen, anaknya bernama Kristanto berusaha menolong ayahnya, malah ikut lemas di dalam sumur. Karena kondisi tidak memungkinkan, akhirnya berhasil diselamatkan keluarganya,” ungkap saksi, juga keluarga korban, kemarin.

Melihat kondisi kepanikan, Agus berteriak minta tolong, hingga didengar masyarakat. Warga yang umumnya petani  tengah mengerjakan sawah ladangnya itu sontak memenuhi lokasi kejadian.

“Karena khawatir bahaya ada gas beracun, akhirnya warga minta tolong ke Tim SAR BPBD setempat. Hingga dilakukan evakuasi,” lanjut saksi yang lain.

Memang, beberapa petugas dari Tim SAR sampai di tempat kejadian perkara (TKP) langsung melakukan tindakan pengamanan serta berusaha mengevakuasi korban dengan menggunakan perlengkapan vertical rescue.

Tewasnya korban diduga akibat menghirup gas beracun, yang memang sering terjadi di Ngawi, saat berupaya memperbaiki pompa air di dasar sumur.

Kepala Desa Simo, Darjo, pada jurnalis menyebutkan korban bersama dua anaknya, Kristiantio serta Agus, bermaksud memperbaiki pompa air di dasar sumur yang rusak.

Bagi korban pompa air tersebut tergolong vital, mengingat barang tersebut sehari hari dipergunakan untuk irigasi sawahnya.

“Korban yang lemas serta pingsan langsung dilarikan ke Puskesmas Kwadungan untuk mendapat pertolongan, ” tutur Darjo. Di klinik yang sama, tambah Darjo, jasad korban juga dimintakan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara Kapolsek Kwadungan, AKP Sumarijati, menjelaskan pemeriksaan awal pada tubuh korban tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan. Karenanya, kesimpulan awal polisi menduga tewasnya korban akibat murni kecelakaan, menghirup gas beracun, saat memperbaiki pompa air di dasar sumur. (fin/jtm-1)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -