Sabtu, 15 Mei 2021
32 C
Sidoarjo
Sabtu, 15 Mei 2021

Wisudawan Unusa Wajib Jadi Sumber Energi Masyarakat serta Problem Solver

- Advertisement -
- Advertisement -

Wisudawan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), wajib jadi sumber energi bagi masyarakat sekaligus juga sebagai penyelesai masalah (problem solver) ketika berada di tengah-tengah masyarakat luas.

Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menyampaikan beberapa pesan wisudawan, bahwa target primer serta tertinggi dari pendidikan ialah peningkatan (tarbiyah) nilai kesucian manusia dalam fitrahnya yang dianugerahkan oleh Allah SWT.

Melalui pendidikan ini diharapkan menjadi pribadi yang semakin dekat (taqorrub) pada Sang Pencipta, Allah SWT. Serta menjadi pribadi-pribadi yang berakhlaq mulia, berbudi pekerti luhur.

“Guna menopang target primer itu, pendidikan mempunyai target sekunder, yaitu sebagai investasi modal manusia (Human Capital investment), dengan dua macam dampak positif. Pertama, ialah dampak peningkatan kemampuan kerja dengan keahlian dengan keahlian atau kompetensi serta profesionalisme. Saudara-saudara diharapkan orang-orang yang ahli atau kompeten serta professional di bidang-bidang sesuai dengan pilihan saudara, seperti teknologi, kesehatan, manajemen, keguruan, serta sebagainya,” terang Jazidie, Sabtu (31/10/2020) dihadapan para wisudawan.

Dampak kedua dari target sekunder pendidikan, tambah Jazidie ialah meningkatnya kemampuan untuk berpikir serta bertindak rasional, untuk menyerap informasi dalam jumlah yang besar, serta untuk menyusun informasi itu secara sistematis, agar dapat digunakan secara efektif, kemudian mampu mengartikulasikannya dalam bahasa yang fasih serta kuat.

“Dengan kata lain, pendidikan akan membuat saudara menjadi orang-orang yang rasional, logis, sistematis serta luas cakrawala berpikirnya serta mendalam wawasannya, terlepas dari apapun disiplin ilmu yang saudara pilih. Saudara-saudara diharapkan menjadi orang dengan kemampuan berpikir orde tinggi (higher order thinking),” kata Jazidie.

Rektor yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur ini menegaskan bahwa sebagaimana yang dimaksudkan oleh ungkapan knowledge is power, maka dengan pendidikan yang telah dijalani diharapkan para wisudawan menjadi sumber energi masyarakat, ummat, bangsa serta negara. Menjadi generasi rahmatan lil ‘alamiin yang mumpuni.

“Memiliki informasi serta pengetahuan yang luas, saudara akan lebih mampu mengenali serta menyusun berbagai alternatif tindakan yang tersedia, sehingga senantiasa dapat menemukan jalan untuk menyelesaikan masalah (problem solver), dengan begitu juga tidak mudah putus asa,” pungkas Jazidie.

Sementara itu, Sabtu (31/10/2020) ini di tengah pandemi Covid-19, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) mewisuda 855 mahasiswa, secara daring. Ke 855 mahasiswa yang di wisuda, 609 mahasiswa diantaranya lulusan Prodi (program studi) Kedokteran serta prodi-prodi di bidang kesehatan. Sisanya, dari program studi Akuntansi, Manajemen, Sistem Informasi, PGSD, Pendidikan Bahasa Inggris, PG PAUD, serta Magister Keperawatan Terapan.(tok/iss)

Sumber »

- Advertisement -
Terkini
- Advertisement -
Related news
- Advertisement -